Saturday, January 12, 2019

Sejarah Kabupaten Banjarnegara

Riwayat berdirinya Kabupaten Banjarnegara disebutkan bahwa seorang tokoh masyarakat yang berjulukan Kyai Maliu sangat tertarik akan keindahan alam di sekitar Kali Merawu selatan jembatan Clangkap. Keindahan tersebut antara lain alasannya ialah tanahnya berundak, berbanjar sepanjang kali. Sejak ketika itu, Kyai Maliu lalu mendirikan pondok/rumah sebagai tempat tinggal yang baru. Dari hari ke hari kian ramai dengan para pendatang yang lalu mendirikan rumah disekitar tempat tersebut sehingga membentuk seatu perkampungan. Kemudian perkampungan yang gres dinamai “BANJAR” sesuai dengan wilayahnya yang berupa sawah yang berpetak-petak. Atas dasar musyawarah penduduk desa gres tersebut Kyai Maliu diangkat menjadi Petinggi (Kepala desa), sehingga lalu dikenal dengan nama “Kyai Ageng Maliu Pertinggi Banjar”.
Keramian dan kemajuan desa Banjar di bawah kepemimpinan Kyai Ageng Maliu semakin pesat tatkala kedatangan Kanjeng Pangeran Giri Wasiat, Panembahan Giri Pit, dan Nyai Sekati yang sedang mengembara dalam rangka syiar agama Isalam. Ketiganya merupakan putra Sunan Giri, raja di Giri Gajah Gresik yang bergelar Prabu Satmoko. Sejak kedatangan Pengeran Giri Pit, Desa Banjar menjadi sentra pengembangan agama Islam dan menjadi desa Banjar.Karena kepemimpinannya itulah Desa Banjar semakin berkembang dan ramai. Desa Banjar yangdidirikan oleh Kyai Ageng Maliu inilah pada jadinya menjadi cikal bakal Kabupaten Banjarnegara.(Disadur dari Buku Banjarnegara, Sejarah dan Babadnya,Obyek Wisata dan Seni Budaya yang disusun oleh Drs. Adi Sarwono, disusun kembali oleh Sekretariat Panitia HUT RI dan Hari Kaprikornus ke-175 Banjarnegara 2006).


KABUPATEN BAJAR WATU LEMBU BERDASARKAN SILSILAH DAN SEJARAH BAYUMAS
Setelah Adipati Manguntudo I wafat, disebutkan bahwa pengganti Bupati Banjar Petambakan ialah puteranya yang bergelar R. Ngabehi Mangunyudo II, yang dikenal dengan R. Ngabehi Mangunyudo Sedo Mukti.


Diera kepemimpinannya, Kabupaten dipindahkan ke sebelah Barat Sungai Merawu dengan nama Kabupaten Banjar Watu Lembu Pertama, yang lalu digantikan oleh puteranya, bergelar Kyai R. Ngabei Mangunyudo III yang lalu berganti nama menjadi Kyai R. Ngabei Mangunbroto,Bupati Anom Banjar Selolembu. Masih dari sumber yang sama, R. Ngabei Mangunbroto wafat alasannya ialah bunuh diri.

Pengganti ialah R.T. Mangunsubroto yang memerintah Kabupaten Banjar Watu Lembu (Banjar selo Lembu).

R. Ngabei Mangunyudo II merupakan Bupati Banjar Watu Lembu Pertama, yang lalu digantikan oleh puteranya, bergelar Kyai R. Ngabei Mangunyudo III yang lalu berganti nama menjadi Kyai R. Ngabei Mangunyudo, Bupati Anom Banjar Selolembu. Masih dari sumberyang sama R. Ngabei Mangunbroto wafat alasannya ialah bunuh diri.Penggantinya ialah R.T.Mangunsubroto yang memerintah Kapubaten Banjar Watulembu hingga tahu 1931. Karena Kabupaten Banjar Watulembu sangat antipati terhadap Belanda, sehabis perang Diponegoro di mana kemenangan dipihak Belanda, Kabupaten Banjar Watulembu diturunkan statusnya menjadi Distrik dengan dua penguasa yaitu R. Ngabei Mangunsubroto dan R. Ng. Ranudirejo.


KABUPATEN BANJAR WATU LEMBU BERDASARKAN SILSILAH KETURUNAN R. NGABEI BANYAKWIDE
Dalam sumber sejarah disebutkan bahwa yang menggantikan Mangunyudo I ialah R. Ngabehi Kenthol Kertoyudo yang lalu bergelar R. Ngabehi Mangunyudo II. Dalam perang Diponegoro lebih dikenal dengan R. Tumenggung Kertonegoro III atau Mangunyudo Mukti. Pada masa pemerintahan, Kabupaten dipindahkan ke sebelah Barat Sungai Merawu dan lalu dinamakan Kabupaten “Banjar Watulembu“.

Sikap Adipati Mangunyudo II yang sangat anti terhadap Belanda dan bahkan turut memperkuat pasukan Diponegoro dalam perang melawan Belanda (di mana perang tersebut berakhir dengan kemenangan di pihak Belanda), berakibat R.Ngabei Mangunyudo II dipecat sebagai Bupati Banjar Watulembu, dan pada ketika itu pula status Kabupaten Banjar Watulembu diturunkan menjadi Distrik dengan dua penguasa yaitu R. Ngabei Mangun Broto dan R. Ngabei Ranudirejo. Terlepas sumber yang benar, para pemimpin/Bupati Banjar mulai Mangunyudo I hingga yang terakhir Mangunsubroto atau Mangunyudo II, semua anti penjajah Belanda.

KABUPATEN BANJAR PETAMBAKAN
Kyai Ngabehi Wiroyodo merupakan Bupati Banjar Petambakan pertama yang memerintah pada kurang lebih tahun 1582 (melihat pendirian Pendopo Kabupaten Banyumas di Kejawaran oleh Warga Hutomo II,yang merupakan salah satu pecahan dari Kabupaten Wirasaba tercatat tahun 1582).

Namun siapa pengganti Kyai Ngabei Wiroyudo hingga R. Ngabehi Banyakwide diangkat sebagai Kliwon Banyumas yang bermukim di Banjar Petambakan tidak diketahui, alasannya ialah tidak ada/belum ditemukan sumber/catatan tertulis. Ada kemungkinan Kabupaten Banjar Petambakan di bawah Kyai Ngabei Wiroyuda tidak berkembang ibarat halnya Kabupaten Merden yang diperintah R. Ngabei Wirakusuma.Tidak demikian halnya dengan Kabupaten Banyumas (Daerah Kejawar) di bawah pemerintahan R. Adipati Wargo Hutomo II yang bertahan dan terus berkembang.


R. Banyakwide ialah putra R. Tumenggung Mertoyudan (Bupati Banyumas ke 4). Dari sini terlihat bahwa seama 3 (tiga) periode kepemimpinan Bupati di Kabupaten Banyumas (setelah Wargo Hutomo II) hingga dengan Bupati ke 4 (R.T. Mertoyudo), Kabupaten Banjar Petambakan tidak tercatat ada yang memerintah. Karena cukup usang tidak ada yang memerintah, maka sehabis diangkatnya R. Banyakwide sebagai Kliwon Banyumas tetapi bermukim di Banjar Petambakan, ada yang menyebut Banyakwide ialah Bupati Bajar Petambakan Pertama sehabis Pemerintahan Ngabehi Wiroyudo.

R. Banyakwide memiliki 4 (empat) putra, yaitu :
1. Kyai Ngabei Mangunyudo
2. R. Kenthol Kertoyudo
3. R. Bagus Brata
4. Mas Ajeng Basiah

Sepeninggal R. Banyakwide Kabupaten Banjar Petambakan diperintah oleh R. Ngabei Mangunyudo I yang lalu dikenal dengan julukan Hadipati Mangunyudo sedo Loji (Benteng), alasannya ialah dia gugur di loji ketika perang melawan Belanda di Kertosuro.

Kebenciannya terhadap Belanda ditunjukan sewaktu ada geger perang Pracino (pecinan) yaitu pemberontakan oleh bangsa Tionghoa kepada VOC ketika Mataram dipimpin Paku Buwono II.

R. Ngabehi Mangunyudo I sebagai Bupati manca minta ijin untuk menghancurkan Loji VOC di Kertasura. Paku Buwono II mengijinkan dengan satu seruan semoga R. Ngabehi Mangunyudo tidak membunuh pasangan suami istri orang Belanda yang berada di Loji paling atas.

Akhirnya perangpun terjadi antara prajurit Mangunyudo I dengan pasukan VOC (tahun 1743). Melihat prajuritnya banyak yang tewas, Adipati Mangunyudo I marah, seluruh penghuni Loji dibunuhnya, bahkan beliu lupa pesan Sri Susuhunan Pakubuwono II. Melihat masih ada orang Belanda yang masih hidup di cuilan atas Loji, maka R.Mangunyudo I mengejar dan berusaha membunuh pasangan suami istri orang Belanda, yang sesungguhnya ialah Pakubowono II dan Permasuri yang sedang menyamar. Merasa terancam jiwanya, Pakubuwono II jadinya membunuh Adipati Mangunyudo I yang sedang kalap di Loji VOC tersebut. Sebab itulah lalu Adipati Mangunyudo I dikenal dengan sebutan Adipati Mangunyudo Sedo Loji.


KABUPATEN BANJARNEGARA


Karena selama perang Diponegoro sanggup mengatasi pasukan Pangeran Diponegoro yang dibantu oleh pasukan dari Kabupaten Banjarwatulembu yang dibantu oleh pasukan Kabupaten (pada waktu itu terdapat ikatan perjanjian dengan Ngabei di Purbolinggo dan lalu diangkat menjadi Tumenggung selama 25 tahun, oleh Belanda diusulkan menjadi Bupati Banjar ( Banjar Watulembu). Setelah menerima ijin, maka menurut Resolutie Governeur General Buitenzorg tanggal 22 Agustus 1831 Nomor I, maka Raden Tumenggung Dipoyudho IV resmi menjabat Bupati Banjar Watulembu.

Beberapa ketika sehabis pengangkatannya, Raden Tumenggung Dipoyudho IV meminta ijin kepada Paku Buwana VII di Kasunanan Surakarta untuk memindahkan kota kabupaten ke sebelah selatan Sungai Serayu. Setelah seruan tersebut dikabulkan, maka dimulailah pembangunan kota kabupaten yang semula berupa kawasan persawahan. Untuk mengenang asal mulai Kota Kabupaten gres yang berupa persawahan dan telah dibangun menjadi kota, oleh Raden Tumenggung Dipoyudho IV, Kabupaten Baru tersebut diberi nama “BANJARNEGARA” ( memiliki maksud Sawah=Banjar, menjelma kota=negara ) hingga sekarang. Setelah segala sesuatu siap, Raden Tumenggung Dipoyudo IV sebagai Bupati beserta semua pegawai Kabupaten pindah dari Banjar Watulembu ke kota yang gres Banjarnegara. Dikarenakan pada ketika pengangkatannya status Kabupaten Bajar Watulembu yang terdahulu telah dihapus, maka Raden Tumenggung Dipoyudho IV dikenal sebagai Bupati Banjarnegara I (Pertama). Peristiwa Pengangkatan Raden Tumenggung Dipoyudho IV pada tanggal 22 Agustus 1831 sebagai Bupati Banjarnegara inilah yang dijadikan dasar untuk menetapkan Hari Kaprikornus Kabupaten Banjarnegara, yaitu dengan Keputusan Hari Kaprikornus Kabupaten Banjarnegara tanggal 1 Juli 1981 dan perda Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Hari Kaprikornus Kabupaten Banjarnegara.


Sumber : http://forum.vivanews.com/sejarah-dan-budaya/85945-asal-mula-kabupaten-banjarnegara.html

Friday, January 11, 2019

Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibuat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melaksanakan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar info sanggup dipindahkan, dan hasilnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol gres yang kini dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu ialah untuk keperluan militer. Pada ketika itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi problem jika terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya info terpusat, yang apabila terjadi perang sanggup gampang dihancurkan.


Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak usang kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh alasannya ialah itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" gres yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan hasilnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Kejadian-kejadian Penting

Tahun Kejadian
1957 Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958 Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah tubuh di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan semoga Amerika Serikat bisa meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya ialah teknologi komputer.
1962 J.C.R. Licklider menulis sebuah goresan pena mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer sanggup saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global semoga setiap komputer tersebut bisa mengatakan terusan terhadap aktivitas dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap pandangan gres ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an Teori mengenai packet-switching sanggup diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an ARPA membuatkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang sanggup dihubungkan sampai tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
1965 Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 Jaringan Tymnet dibuat.
1971 Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972 Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working GroupVint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet" (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya ialah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini ialah
1972-1974 Beberapa layanan basis data komersial menyerupai Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
1973 ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974 Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974 Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977 Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978 Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
1979 Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bab dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah mempunyai anggota sampai 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan santunan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982 Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server
mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna semoga sanggup terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur niscaya menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986 Diperkenalkan sistem nama domain, yang kini dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Kejadian penting lainnya

Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan aktivitas e-mail yang ia ciptakan setahun yang kemudian untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu gampang sehingga pribadi menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang memperlihatkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang andal komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal anutan internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya ialah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, membuat newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom membuat gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berafiliasi dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka diperlukan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibuat Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berafiliasi kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 ialah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan aktivitas editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia pribadi berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.

Thursday, January 10, 2019

Sejarah Bencong Atau Homo

Sejarah Waria (sejarah bencong)
Sebenarnya kita tidak tahu semenjak kapan tepatnya penyimpangan gender terjadi, akan tetapi semenjak dahulu insan memang sudah melaksanakan penyimpangan atau penyeberangan gender serta manjalin hubungan antara sesama jenis. Penyimpangan gender dan hubungan sesama jenis sudah sering dibahas di dalam kitab suci, dan dongeng sejarah.

Pada tahun 1869, dokter Dr K.M. Kertbeny yang berkebangsaan Jerman-Hongaria membuat isitlah homoseks atau homo seksualitas. Homo sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti sama, dan seks yang berarti jenis kelamin. Istilah ini mengatakan penyimpangan kebiasaan seksual seseorang yang menyukai jenisnya sendiri , contohnya laki-laki menyukai laki-laki atau perempuan menyukai wanita.

Pada kala ke 20 semakin banyak homo atau bahasa gaulnya Maho-maho bermunculan, sehingga munculnya komunitas homoseksual di kota-kota besar di Hinda-Belanda sekitar pada tahun 1920an.

 Sebenarnya kita tidak tahu semenjak kapan tepatnya penyimpangan gender terjadi Sejarah Waria atau HomoSekitar pada tahun 1968 mulai dikenal isitilah wadam yang diambil dari kata hawa dan adam. Kata wadam mengatakan seseorang laki-laki yang memiliki prilaku menyimpang yang bersikap ibarat perempuan.

Pada tahun 1969 di New York, Amerika berlangsung Huru-hara Stonewall dikala kaum waria dan gay melawan represi polisi yang khususnya terjadi pada sebuah kafe berjulukan Stonewall Inn. Perlawanan ini merupakan langkah awal dari Waria dan Gay, dalam mempublikasikan keberadaan mereka.

Pada tahun yang sama mulai muncul organisasi Wadam yang berjulukan Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Organisasi tersebut merupakan organisasi Waria pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta. Organisai tersebut bangkit dan difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta Raya, Ali Sadikin.
1978
International Lesbian and Gay Association OLGA) bangkit di Dublin, Irlandia

±1980:
Istilah wadam diganti menjadi waria alasannya yaitu keberatan sebagian pemimpin Islam, alasannya yaitu mengandung nama seorang nabi, yakni Adam a.s.

1981:
Munculnya tanda-tanda penyakit gres yang kemudian dinamakan AIDS. Penyakit ini pertama kali ditemukan di kalangan gay di kota kota besar Amerika Serikat, Kemudian ternyata diketahui bahwa HIV yaitu virus penyebab AIDS. Penularan HIV / AIDS pertama kali ditularkan melalui hubungan seks anal antara laki laki.

Pada tahun 1982 muncullah Organisasi gay terbuka, yang merupakan organisasi Gay terbuka yang pertama di Indonesia, sehabis itu diikuti dengan organisasi lainnya ibarat : Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY) (Indonesian Gay Society (IGS)), dan GAYa NUSANTARA (GN) (Surabaya). Setelah banyaknya kemunculan-kemunculan tersebut, organisasi Gay mulai menjamur diberbagai kota besar ibarat di Jakarta, Pekanbaru, Bandung dan Denpasar, Malang dan Ujungpadang. Tentunya hal ini cukup meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat terutama organisasi-organisasi Islam di Indonesia.

Sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=44238
Source : https://caraphdanghmmm.blogspot.com/search?q=sejarah-waria-dan-homo#ixzz1zqfd9qSe

Wednesday, January 9, 2019

Sejarah Sman 2 Purwokerto


Perjuangan Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan. Kemudian dari pada itu, segenap bangsa berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikannya, tidak pula ketinggalan para pelajar sekolah-sekolah menengah, menengah atas dan mahasiswa.

Demikian pula di kawasan Banyumas, para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa yang berasal dari kawasan Banyumas, tidak mau ketinggalan dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara dan Bangsa bantu-membantu dengan Angkatan Bersenjata sebagai pelajar pejuang.

Pecahlah Clash I pada tanggal 21 Juli 1947 Tentara Belanda menyerbu kedalam kawasan Republik, bermula dari Jakarta menuju ketimur, antara lain melalui kawasan Banyumas, hingga adanya gencatan senjata pada garis demarkasi antara Banjarnegara - Kebumen - Gombong.
 bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan Sejarah SMAN 2 Purwokerto
Sejak Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, lebih-lebih semenjak pecahnya Clash I tanggal 21 Juli 1947, pelajar-pelajar sekolah menengah di kawasan Banyumas aktif menceburkan diri dalam usaha kemerdekaan, yang sebagian tergabung dalam BRIDGE XVII/TENTARA PELAJAR Z dan sebagian lagi tergabung dalam MOBPEL (Mobilisasi Pelajar). Tentara Pelajar di kawasan Banyumas dikenal dengan nama I.M.A.M ( INDONESIA MERDEKA ATAU MATI). Tidak sedikit korban berjatuhan di antara pelajar-pelajar pejuang, di antaranya Komandan I.M.A.M.

Clash I dilanjutkan lagi dengan Clash II pada tanggal 18 Desember 1948, Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia pada waktu itu diduduki oleh Tentara Belanda.

Dalam keadaan demikian, para pelajar pejuang yang tergabung dalam TENTARA PELAJAR dan MOBPEL meneruskan perjuangannya, sehingga tidak sempat duduk di dingklik sekolah.

Kesempatan untuk berguru kembali di dingklik sekolah terbuka sehabis dicapai pangkuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Negeri Belanda pada tanggal 29 Desember 1949.Rintisan Sekolah Menengan Atas Negeri di Purwokerto

Dalam tahun 1946 sebenarnya di Purwokerto telah dirintis berdirinya sebuah Sekolah Menengan Atas Negeri. Hal ini dimungkinkan lantaran Purwokerto menjadi kota pengungsian, dimana banyak Jawatan/Dinas Republik Indonesia mengungsi di Purwokerto sebagai akhir didudukinya Jakarta, Ibu Kota Republik oleh Tentara Belanda.

Dengan pecahnya Clash I tanggal 21 Juli 1947, Sekolah Menengan Atas Negeri yang sedang dirintis berdirinya di Purwokerto ikut mengungsi ke Wonosobo. Tetapi dipengungsian jumlah siswa yang dibutuhkan bersekolah sangat diselidiki, alasannya yaitu sebagian besar tetap berjuang di kawasan Banyumas yang merupakan kawasan pendudukan Tentara Belanda.

Demikian pula gurunya yang sebagian besar yaitu pegawai-pegawai dari pelbagai Jawatan/Dinas Pemerintah, mereka ikut pula mengungsi bersama Jawatan/Dinas ke Yogyakarta.

Tengah orang berusaha menyelenggarakan Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto di tempat pengungsian di Wonosobo, pecahlah Clas II pada tanggal 18 Desember 1948, sehingga usaha tersebut terhenti pula.Lahirnya Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto

Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia oleh Negeri Belanda pada tanggal 29 Desember 1949, diikuti dengan ditariknya Tentara Belanda dari Wilayah Republik Indonesia, memungkinkan Pemerintah Republik Indonesia berjalan kembali di kota-kota dan para pelajar di kawasan Banyumas pun memasuki kota Purwokerto kembali.

Mulailah kembali dirasakan perlu kota Purwokerto mempunyai Sekolah Menengan Atas Negeri. Para pelajar yang selama ini berjuang sebagai TENTARA PELAJAR dan MOBPEL, sudah berkesempatan kembali kebangku sekolah.

Maka pada tanggal 1 Maret 1950, oleh tokoh-tokoh masyarakat di Purwokerto didirikanlah Sekolah Menengan Atas Purwokerto guna menampung pemuda-pemuda pelajar pejuang yang tergabung dalam TENTARA PELAJAR dan MOBILISASI PELAJAR.

Berdirinya Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto sebagai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang pertama kali bangkit di kota Purwokerto, bahkan di Karesidenan Banyumas, kemudian dilaporkan kepada Departemen PPK yang pada waktu itu masih di Yogyakarta.

Dengan surat Putusan Menteri PPK NO. 4791/b tanggal 28 Juni 10\950, diresmikanlah berdirinya sekolah tersebut, yang pada diktum pertama, bab pertama sob.c ditetapkan bahwa:

Sekolah itu terutama disediakan bagi pelajar-pelajar Sekolah Menengan Atas yang telah menunaikan kewajibannya berbakti kepada Negara sebagai anggota BRIDGE XVII dan Mobilisasi Pelajar dan memenuhi syarat untuk diterima sebagai murid Sekolah Menengan Atas Negeri.

Berdirinya Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto ini merupakan hasil usaha dari tokoh-tokoh masyarakat Purwokerto yang menginginkan adanya suatu Sekolah Menengan Atas guna menampung pemuda-pemudi pelajar pejuang yang kembali dari front. Adapun tokoh-tokoh pendiri Sekolah Menengan Atas Negeri ini terdiri dari:

A. Pemerintah
1. Bapak Jendral Gatot Soebroto
2. Bapak R.M. Gandasubrata
3. Bapak Wagio
4. Bapak Supar (Corp Polisi Militer)

B. Pengajar Penyumbang Pengetahuan dan Pengalaman

1. Ibu R.A. Gandasubrata
2. Ibu Sumarto
3. Ibu Suwarti
4. Bapak Alka
5. Bapak Pangkat
6. Bapak Sumadi
7. Bapak Suparto
8. Bapak Prajitno
9. Bapak B.R. Josserande
10. Bapak Salikin
11. Bapak J. Junus
12. Bapak Dokter Sarjono
13. Bapak Riskan
14. Bapak Wartowidagdo
15. Bapak Misngad Darmabrata
16. Bapak Soetojo
17. Bapak Soewondo

C. Wakil-wakil Pelajar Pejuang:
I. Staf Komando Pasukan I.M.A.M.
1. Saudara Moestopo
2. Saudara Soeseno
3. Saudara Soerono
4. Saudara Suhardini
5. Saudara Mohammad Kosim
6. Saudara Sumadi
7. Saudara Soetjipto Hadi

II. Staf Komandan MOBPEL
1. Saudara Kusparjadi
2. Saudara Rasdan Purnomo
3. Saudara Kuat Waluyo
4. Saudara Slamet Rahardjo
5. Saudara Soemarpeni
6. Saudara Bambang Utomo
7. Saudara Manung Sunardi
8. Saudari Sri Nastiti Kusti Aminah

Setelah registrasi selesai dan staf pengajar tersusun, maka berdirilah Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto untuk pertama kalinya sebagai Sekolah Menengan Atas Perjuangan yang dibuka pada tanggal 8 Maret 1950.

Selaku pejabat Direktur yaitu Bapak Soetojo yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Kantor Pengajaran Karesidenan Banyumas di Purwokerto dan selaku Kepala Tata Usaha yang pertama kalinya yaitu Bapak Soewondo.

Pada bulan Juli 1950 Bapak Soetojo selaku pejabat Direktur digantikan oleh Bapak M. Sumarmo yang diangkat menjadi pejabat Direktur Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto oleh Menteri PPK pada tanggal 21 Juli 1950, sedangkan selaku Kepala Tata Usaha yaitu tetap Bapak Soewondo. Masing-masing menjalani pensiunannya pada tanggal 1967 dan 1971.

Para pengajar yaitu Bapak-bapak dari pelbagai Dinas dan Ibu-ibu yang dipandang mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mengajar di SMA.
Pada tanggal 1 Agustus 1950 sekolah dibuka dengan 2 macam kelas, yaitu kelas I usang yang sudah berguru semenjak bulan Maret 1950 dan Kelas I gres diterima dari lulusan Sekolah Menengah Pertama pada bulan Juli 1950, dan Kelas II yang sudah berguru semenjak bulan Maret 1950. Dengan demikian ada 3 (tiga) kelas dengan ..... ruang.

Hampir semua murid yaitu pejuang, sedangkan di kelas gres ada beberapa orang murid yang bukan pelajar pejuang diterima sehabis menerima keringanan dari Pemerintah di Purwoekrto dan dari Departemen PPK.

Segera sehabis masuk pada tanggal 1 Agustus 1950, sebagai tahun fatwa baru, para pelajar Kelas I dan II yang alam sudah semenjak bulan Maret 1950, mengajukan seruan untuk diusahakan supaya kenaikan kelas mereka dipercepat. Dengan seizin Departemen PPK seruan para pelajar itu sanggup diterima dan dikabulkan kenaikan kelas gres mereka ditetapkan pada selesai Oktober 1950. Berkat adanya saling pengertian antara para guru dan pelajar, maka pelajar-pelajar dengan sekeras-sekerasnya untuk sanggup mempersiapkan diri guna kenaikan kelas pada selesai Oktober 1950 tersebut.
Ternyata ada beberapa pelajar yang sudah sanggup naik kelas. Dengan demikian mulai 1 November 1950 sekolah sudah mempunyai kelas I, II dan III kesemuanya dari Bagian B (Ilmu Pasti). Para pelajar kelas III Bagian A (Sastra) berdasarkan Ketetapan Menteri PPK harus disalurkan ke SMA-SMA Bagian A di Yogyakarta atau Bandung.

Selanjutnya Sekolah Menengah Atas Negeri Purwokerto berjalan menyerupai SMA-SMA lainnya.
Kemudian semenjak tahun 1951 sudah mulai menghasilkan lulusannya yang pertama kainya, sedangkan dalam tahun 1953, hampir semua pelajar pejuang sudah sanggup menuntaskan sekolahnya di Sekolah Menengan Atas Negeri ini.Perkembangan Selanjutnya

Tahun 1953
Pada tahun 1953 oleh Menteri PPK ditetapkan Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto sebagai Sekolah Menengan Atas Umum Bagian B (Ilmu Pasti) Negeri Purwokerto lengkaplah Bagian A, B dan C.

Tahun 1960
Dengan demikian meningkatnya jumlah pelajar yang memasuki Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto ini, yaitu pada tahun 1959 jumlah kelas menjadi 26 (dua puluh enam) kelas, masing-masing untuk Bagian A sebanyak 7 kelas, Bagian B sebanyak 11 kelas dan Bagian C sebanyak 8 kelas, maka pada tahun 1960 Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
I. Sekolah Menengan Atas Negeri I/A.C dengan Direktur Bapak Darjono yang kemudian diganti oleh Bapak Liem Ing Djien dan semenjak tahun ......... diganti oleh Bapak Soegijanto, sebagai Kepala Tata Usahanya Bapak Markono.
II. Sekolah Menengan Atas Negeri II/B dengan Direkturnya Bapak M. Soemarmo yang kemudian diganti oleh Bapak Soeharto semenjak tahu 1967. Sebagai Kepala Tata Usahanya tetap Bapak Soewondo, samapi tanggal 1 April 1971 menjalani masa pensiunnya diganti oleh Bapak Soetarno hingga dengan Mei 1995. Mulai bulan Juni 1995 jabatan Kepala Tata Usaha dijabat oleh Ibu Surtini hingga sekarang.

Tahun 1963
Selanjutnya mulai tahun 1963 oleh Pemerintah c.q. Menteri PPK sekolah dirubah menjadi Sekolah Menengan Atas Gaya Baru yang terdiri dari jurusan PASPAL (PASTI dan PENGETAHUAN ALAM) dan Jurusan SOSBUD (SOSIAL BUDAYA).

Tahun 1985
Dewasa ini genap 35 tahun berdirinya Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto, nama Sekolah Menengan Atas (Sekolah Menengah Atas) masih dipergunakan. Namun demikian usaha-usaha untuk memperbaiki/memperbaharui pendidikan mulai berjalan dan Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto berkembang lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan jamannya.

Tahun 1997
Dasar Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 035/O/1997 tanggal 7 Maret 1997 ihwal perubahan nama dari Sekolah Menengan Atas menjadi SMU. Dengan demikian Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Purwokerto.

Tahun 2000
SMU Negeri 2 Purwokerkto memasuki usianya yang ke-50 sudah banyak pengalaman, banyak kemajuan dan banyak mencapai suatu keberhasilan. Namun walaupun demikian SMU Negeri 2 Purwokerto tidak akan berhenti hingga disitu, namun tetap akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk lebih banyak supaya sanggup meraih kemajuan dan keberhasilan pada masa yang akan tiba sehingga sanggup menyesuaian dengan perkembanan dan tuntutan zaman.
Untuk itu Keluarga Besar SMU Negeri 2 Purwokerto mempunyai Visi dan Misi yaitu:
1. Visi: "Terbaik dan Terbesar"
2. Misi:
a. Mencetak generasi muda yang taqwa, cerdas dan terampil
b. Mempersiapkan siswa untuk diterima di UMPTN
c. Berbuat yang terbaik untuk masyarakat

Bangunan dan Ruang Kelas
Sejak 1950-1955 Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto menempati gedung di jalan Gereja No. 20 dengan mempunyai ruangan sebanyak 6 buah ; 3 diantaranya yaitu ruangan darurat, sedangkan sekolah ini mempunyai 20 (sepuluh) kelas. Akibatnya sekolah berguru dari 07.15 hingga jam 15.30.

Semula pada zaman Belanda dulu, gedung ini yaitu Sekolah Guru (Normaal School) dan semenjak tahun 1953 sekolah ini dibuka kembali dengan nama SGA (Sekolah Guru Atas) dan kini SPGN (Sekolah Pendidian Guru Negeri) Purwokerto.

Sejak tahun 1955, Sekolah Menengan Atas Negeri Purwokerto menempati gedung SMU Negeri 2 purwokerto sekarang, yaitu di Jalan Jendral Gatot Soebroto NO. 69 Telp (0281) 635057 yang pada zaman Belanda yaitu Gedung (SEKOLAH MENENGAH UMUM PERTAMA atau MULO)
Ruangan Sekolah Menengan Atas Negeri pada tahun 1955 ini yaitu sebanyak 13 (tiga belas) ruang. pada tahun 1965 dengan tunjangan ruangan bertambah dengan 2 (dua) ruang kals. Hingga ketika ini SMU Negeri 2 Purwokerto mempunyai 27 runag kelas, 6 laboratorium dan Kantor Kepala Sekolah, Tata Usaha, Ruang Guru, Musholla, Perpustakaan, Ruang BP dan Komputer.

Kemudian 1 Juli 1983, eksekutif Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Purwokerto diganti oleh Bapak SOETARDJO As, berdasarkan surat Kawat Kantor Dep. P dan K Propinsi Jawa Tengah tanggal 30 Juni 1983 NO/ 1683/I03/C.83 dan SK Menteri P dan K RI tangal12 April 1984 No. 26392/C/KI.1/1984 hingga tahun 1990.

Kemudian pada bulan Januari 1991 Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Purwokerto menerima kekosongan Kepala Sekolah, maka untuk sementara diampu oleh Drs. ILYAS (Kepala SMU Negeri 1 Purwokerto) hingga Oktober 1991.

Sejak tanggal 2 November 1991 hingga 31 Januari 1994 pejabat Kepala Sekolah oleh Bapak SOEDIONO. Sedangkan mulai bulan Februari 1994 ada pergantian Kepala Sekolah yaitu oleh Bapak NGAKAN NJOMAN OKA hingga 31 Oktober 1996.

Sejak tanggal 1 November 1996 hingga 10 Juli 1999 pejabat Kepala Sekolah oleh Bapak Drs. H. SURODJO Hs, MM.
Sejak tangga 1 November 1999 hingga dengan kini pajabat Kepala Sekolah oleh Bapak Drs. Akhmad Khotib.

Demikian sekilas pengungkapan sejarah SMU Negeri 2 Purwokerto, semoga menghasilkan putra-putri terbaik bagi Ibu Pertiwi Indonesia.
Permasalahan dan Pemecahannya

Sesuai dengan perjalanannya, permasalahan yang muncul yaitu sebagaimana berikut:
1. Personal
2. Sarana fisik
3. Status tanah

Personal menjadi problem lantaran tenaga edukatif dan nonedukatif banyak yang purnatugas, sementara pengangkatan PNS gres sangat kecil. Akibatnya di sekolah ini harus mengangkat GTT dan PTT. Pengangkatan GTT dan PTT akan membawa imbas terhadap dinamika pembelajaran dan keuangan sekolah.

Sarana fisik menjadi permasalahan tersendiri, lantaran sesuai dengan usianya, sarana prasarana fisik banyak yang sudah tua. Akibat hal ini, biaya rehabilitasi dan pemeliharaan menjadi sangat besar. Dana rutin dari pemerintah (DIK) untuk mata anggaran ini tidak sebanding dengan kebutuhan. Akibat lanjutan yaitu pihak sekolah harus mencukupi dari dana BP-3 / Komite sekolah. Penggunaan dana semacam ini tentu akan mengurangi mata anggaran lain, khususnya yang mestinya sanggup untuk proses pembelajaran dan pengembangan lainnya.

Merupakan rangkaian problem dari usia sekolah yaitu status tanah. Akibat proses pemilikan pada zaman kemerdekaan, maka tanah SMU Negeri 2 Purwokerto menjadi membingungkan. Pihak Angkatan Darat (ABRI) mengeklaim sebagai milik, pihak Depdiknas (pengelola sekolah) yang menempati. Kedua belah pihak saling membutuhkan sehingga status tanah tetap belum terselesaikan walaupun telah berulang kali diupayakan penyelesaiannya.

Penutup
SMU Negeri 2 Purwokerto sebagai sekolah yang bau tanah sanggup menjadi materi perbandingan dan materi kajian para pengelola pendidikan. Di dalamnya terdapat dinamika dan pengalaman yang menarik.

Sumber : https://caraphdanghmmm.blogspot.com/search?q=sejarah-sma-negeri-2-purwokerto

Tuesday, January 8, 2019

Sejarah Kota Bogor Jawa Barat


Kota Bogor memiliki sejarah yang panjang dalam Pemerintahan,mengingat semenjak zaman Kerajaan Pajajaran sesuai dengan bukti-bukti yang ada menyerupai dari Prasasti Batu Tulis, nama-nama kampung menyerupai dikenal dengan nama Lawanggintung, Lawang Saketeng, Jerokuta, Baranangsiang dan Leuwi Sipatahunan diyakini bahwa Pakuan sebagai Ibukota Pajajaran terletak di Kota Bogor.
Pakuan sebagai pusat Pemerintahan Pajajaran populer pada pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baginda Maharaja) yang penobatanya sempurna pada tanggal 3 Juni 1482, yang selanjutnya hari tersebut dijadikan hari jadi Bogor, alasannya ialah semenjak tahun 1973 telah ditetapkan oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor sebagai hari jadi Bogor dan selalu diperingati setiap tahunnya hingga sekarang.
Sebagai jawaban penyerbuan tentara Banten ke Pakuan Pajajaran catatan mengenai Kota Pakuan tersebut hilang, gres terungkap kembali sehabis datangnya rombongan ekspidisi orang-orang Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687, dan mereka meneliti Prasasti Batutulis dan situs-situs lainya yang meyakini bahwa di Bogorlah terletak pusat Pemerintahan Pakuan Pajajaran.

Pada tahun 1745 Gubernur Jendral Hindia Belanda pada waktu itu berjulukan Baron Van Inhoff membangun Istana Bogor, seiring dengan pembangunan jalan Raya Daenless yang menghubungkan Batavia dengan Bogor, sehingga keadaan Bogor mulai bekembang.

Pada masa pendudukan Inggris yang menjadi Gubernur Jendralnya ialah Thomas Rafless, dia cukup berjasa dalam membuatkan Kota Bogor, dimana Istana Bogor direnofasi dan sebagian tanahnya dijadikan Kebun Raya (Botanikal Garden), dia juga memperkejakan seorang Planner yang berjulukan Carsens yang menata Bogor sebagai tempat peristirahatan yang dikenal dengan Buitenzoorg.

Setelah Pemerintahan kembali kepada Hindia Belanda pada tahun1903, terbit Undang-undang Desentralisasi yang bertujuan menghapus sistem pemerintahan tradisional diganti dengan sistem manajemen pemerintahan modern sebagai realisasinya dibuat Staadsgemeente diantaranya adalah.

1. Gemeente Batavia ( S. 1903 No.204 )
2. Gemeente Meester Cornelis ( S. 1905 No.206 )
3. Gemeente Buitenzoorg  ( S. 1905 No.208 )
4. Gemeente Bandoeng ( S. 1906 No.121 )
5. Gemeente Cirebon ( S. 1905 No.122 )
6. Gemeente Soekabumi ( S. 1914 No.310 )

(Regeringsalmanak Voor Nederlandsh Indie 1928 : 746-748)

Pembentukan Gemeente tersebut bukan untuk kepentingan penduduk Pribumi tetapi untuk kepentingan orang-orang Belanda dan masyarakat Golongan Eropa dan yang dipersamakan (yang menjadi Burgermeester dari Staatsgemeente Buitenzoorg selalu orang-orang Belanda dan gres tahun 1940 diduduki oleh orang Bumiputra yaitu Mr. Soebroto).

Pada tahun 1922 sebagai jawaban dari ketidakpuasan terhadap tugas desentralisasiyang ada maka terbentuklah Bestuursher Voorings Ordonantie atau Undang-undang perubahan tata Pemerintahan Negeri Hindia Belanda (Staatsblad 1922 No. 216), sehinga pada tahun 1992 terbentuklah Regentschaps Ordonantie (Ordonantie Kabupaten) yang menciptakan ketentuan-ketentuan kawasan Otonomi Kabupaten (Staatsblad 1925 No. 79).

Propinsi Jawa Barat dibuat pada tahun 1925 (Staatsblad 1924 No. 378 bij Propince West Java) yang terdiri dari 5 keresidenan, 18 Kabupaten (Regentscape) dan Kotapraja (Staads Gemeente), dimana Buitenzoorg (Bogor) salah satu Staads Gemeente di Propinsi Jawa Barat di bentuk menurut (Staatsblad 1905 No. 208 jo. Staatsblad 1926 No. 368), dengan pripsip Desentralisasi Modern, dimana kedudukan Bugermeester menjadi jelas.

Pada masa pendudukan Jepang kedudukan pemerintahan di Kota Bogor menjadi lemah alasannya ialah pemerintahan dipusatkan pada tingkat keresidenan yang berkedudukan di Kota Bogor, pada masa ini nama-nama forum pemerintahan  berubah namanya yaitu: Keresidenan menjadi Syoeoe, Kabupaten/Regenschaps menjadi ken, Kota/Staads Gemeente menjadi Si, Kewedanaan menjadi/Distrik menjadi Gun, Kecamatan/Under Districk menjadi Soe dan desa menjadi Koe.

Pada masa sehabis kemerdekaan, yaitu sehabis legalisasi kedaulatan RI Pemerintahan di Kota Bogor namanya menjadi Kota Besar Bogor yang dibuat berdasarakan Udang-undang Nomor 16 Tahun 1950.

Selanjutnya pada tahun 1957 nama pemerintahan bermetamorfosis Kota Praja Bogor, sesuai dengan Undang-undang Nomor. 1Tahun 1957, kemudian dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 berubah kembali menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor.

Dengan diberlakukanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dirubah menjadi Kota Bogor.

Monday, January 7, 2019

Sejarah Kabupaten Lamongan (Jawa Timur)

-->

DENGAN RAHMAT ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA.
RAKYAT DAN PEMERINTAH DERAH TINGKAT II LAMONGAN TELAH BERHASIL MENEMUKAN HARI JADI LAMONGAN, YAITU PADA HARI KAMIS PAHING TANGGAL 10 DZULHIJAH TAHUN 976 HIJRIYAH, ATAU HARI KAMIS PAHING TANGGAL 26 MEI 1569 MASEHI. BAHWA SESUNGGUHNYA HARI JADI ATAU HARI KELAHIRAN LAMONGAN TERSEBUT DIAMBIL DAN DITETAPKAN DARI HARI DAN TANGGAL DIWISUDANYA ADIPATI LAMONGAN YANG PERTAMA, YAITU TUMENGGUNG SURAJAYA.

Waktu mudanya berjulukan Hadi, lantaran mendapat pangkat rangga, maka ia kemudian disebut Ranggahadi. Ranggahadi kemudian juga berjulukan mBah Lamong, yaitu sebutan yang diberikan oleh rakyat daerah ini.

Karena Ranggahadi berilmu Ngemong Rakyat, berilmu membina daerah dan jago berbagi pemikiran agama Islam serta dicintai oleh seluruh rakyatnya, dari asal kata mbah Lamong inilah daerah ini kemudian disebut Lamongan.

Adapun yang mewisuda Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan yang pertama, tidak lain yakni Kanjeng Sunan Giri IV yang bergelar Sunan Prapen. Wisuda tersebut bertepatan dengan hari pasamuan agung yang diselenggarakan di Puri Kasunanan Giri di Gresik, yang dihadiri oleh para pembesar yang sudah masuk agama Islam dan para Sentana Agung Kasunanan Giri. Pelaksanaan Pasamuan Agung tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Besar Islam yaitu Idhul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Berbeda dengan daerah-daerah Kabupaten lain khususnya di Jawa Timur yang kebanyakan mengambil sumber dari sesuatu prasasti, atau dari suatu Candi dan dari peninggalan sejarah yang lain, tetapi hari lahir lamongan mengambil sumber dari buku wasiat. Silsilah Kanjeng Sunan Giri yang ditulis tangan dalam abjad Jawa Kuno/Lama yang disimpan oleh Juru Kunci Makam Giri di Gresik. Almarhum Bapak Muhammad Baddawi di dalam buku tersebut ditulis, bahwa diwisudanya Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan dilakukan dalam pasamuan agung di Tahun 976 H. Yang ditulis dalam buku wasiat tersebut memang hanya tahunnya saja, sedangkan tanggal, hari dan bulannya tidak dituliskan.   

Oleh lantaran itu, maka Panitia Khusus Penggali Hari Kaprikornus Lamongan mencari pembuktian sebagai dasar yang berpengaruh guna mencari dan tetapkan tanggal, hari dan bulannya. Setelah Panitia menelusuri buku sejarah, terutama yang bersangkutan dengan Kasunanan Giri, serta Sejarah para wali dan sopan santun istiadat di waktu itu, risikonya Panitia menemukan bukti, bahwa sopan santun atau tradisi kuno yang berlaku di zaman Kasunanan Giri dan Kerajaan Islam di Jawa waktu itu, selalu melakukan pasamuan agung yang utama dengan memanggil menghadap para Adipati, Tumenggung serta para pembesar lainnya yang sudah memeluk agama Islam. Pasamuan Agung tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Hari Peringatan Islam tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut Garebeg Besar atau Idhul Adha.

Berdasarkan sopan santun yang berlaku pada ketika itu, maka Panitia tetapkan wisuda Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan yang pertama dilakukan dalam pasamuan agung Garebeg Besar pada tanggal 10 Dzulhijjah Tahun 976 Hijriyah. Selanjutnya Panitia menelusuri jalannya tarikh hijriyah dipadukan dengan jalannya tarikh masehi, dengan berpedoman tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriyah jatuh pada tanggal 16 Juni 622 Masehi, risikonya Panitia Menemukan bahwa tanggal 10 Dzulhijjah 976 H., itu jatuh pada Hari Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1569 M.

Dengan demikian terperinci bahwa perkembangan daerah Lamongan hingga risikonya menjadi wilayah Kabupaten Lamongan, sepenuhnya berlangsung di jaman keislaman dengan Kasultanan Pajang sebagai sentra pemerintahan. Tetapi yang bertindak meningkatkan Kranggan Lamongan menjadi Kabupaten Lamongan serta yang mengangkat/mewisuda Surajaya menjadi Adipati Lamongan  yang pertama bukanlah Sultan Pajang, melainkan Kanjeng Sunan Giri IV. Hal itu disebabkan Kanjeng Sunan Giri prihatin terhadap Kasultanan Pajang yang selalu gundah dan situasi pemerintahan yang kurang mantap. Disamping itu Kanjeng Sunan Giri juga merasa prihatin dengan adanya bahaya dan ulah para pedagang abnormal dari Eropa yaitu orang Portugis yang ingin menguasai Nusantara khususnya Pulau Jawa.

Siapakah bekerjsama Tumenggung Surajaya itu ? didepan sudah diungkapkan nama kecil Tumenggung Surajaya yakni Hadi  yang berasal dari dusun Cancing yang kini termasuk wilayah Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Sejak masih muda Hadi sudah nyuwito di Kasunanan Giri dan menjadi seorang santri yang dikasihi oleh Kanjeng Sunan Giri lantaran sifatnya yang baik, cowok yang trampil, cakap dan cepat menguasai pemikiran agama Islam serta seluk beluk pemerintahan. Disebabkan pertimbangan itu risikonya Sunan Giri menunjuk Hadi untuk melakukan perintah berbagi Agama Islam dan sekaligus mengatur pemerintahan dan kehidupan Rakyat di Kawasan yang terletak di sebelah barat Kasunanan Giri yang berjulukan Kenduruan. Untuk melakukan kiprah berat tersebut Sunan Giri menunjukkan Pangkat Rangga kepada Hadi.

Ringkasnya sejarah, Rangga Hadi dengan segenap pengikutnya dengan naik bahtera melalui Kali Lamong, risikonya sanggup menemukan tempat  yang berjulukan Kenduruan itu. Adapu daerah yang disebut Kenduruan tersebut hingga kini masih ada dan tetap berjulukan Kenduruan, berstatus Kampung di Kelurahan Sidokumpul wilayah Kecamatan Lamongan.

Di daerah gres tersebut ternyata semua perjuangan dan rencana Rangga Hadi sanggup berjalan dengan gampang dan lancar, terutama di dalam perjuangan berbagi Agama Islam,mengatur pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Pesantren untuk menyebar Agama Islam peninggalan Rangga Hadi hingga kini masih ada.

dikutip dari : http://www.lamongan.go.id/

Baca pula kumpulan sejarah lainnya di bawah ini

Sunday, January 6, 2019

Sejarah Kerajaan Kalingga Jepara



Kerajaan Kalingga atau Holing

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke banyak sekali daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa berjulukan I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, daerah timur Jepara kini ini, serta dipimpin oleh seorang raja perempuan berjulukan Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
 Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para Sejarah Kerajaan Kalingga Jepara
Menurut seorang penulis Portugis berjulukan Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara gres dikenal pada era ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang gres dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang berjulukan Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadiri suami. Namun sesudah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.

Kematian orang-orang yang dikasihi menciptakan Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar NIMAS RATU KALINYAMAT.
Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis semenjak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi alasannya yakni keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan kalau orang Portugis ketika itu menyebut sang Ratu sebagai “RAINHA DE JEPARA”SENORA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang perempuan yang sangat berkuasa dan kaya raya.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melaksanakan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di era 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.

Walaupun balasannya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah menciptakan Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di era 16 itu.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, hingga kini masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang kini ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek kasatmata yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, berpengaruh dan mashur maka penetapan Hari Kaprikornus Jepara yang mengambil waktu dia dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah.

Ratu Shima atau Sima yakni nama penguasa Kerajaan Kalingga, yang pernah berdiri pada milenium pertama di Jawa. Tidak banyak diketahui tentangnya, kecuali bahwa ia sangat tegas dalam memimpin dengan memberlakukan aturan potong tangan bagi pencuri. Salah satu korbannya yakni keluarganya sendiri.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Syahadan, Kerajaan Kalingga, Nagari di pantura (pantai utara Jawa, kini di Keling, Kelet, Jepara, Jateng) beratus masa berlampau, bersinar terang emas,penuh kejayaan. Bersimaharatulah, Ratu Shima, nan ayu, anggun, perwira, ketegasannya semerbak amis di antero nagari nusantara. Sungguh, meski jargon kesetaraan Gender belum jadi wacana ketika itu. Namun pamor Ratu Shima memimpin kerajaannya luar biasa, amat dicintai jelata, wong cilik hingga bulat elit kekuasaan. Kebijakannya mewangi kesturi, menciptakan gentar para perompak laut. Alkisah tak ada nagari yang berani berhadap muka dengan Kerajaan Kalingga, apalagi menantang Ratu Shima nan perkasa. kolam Srikandi, sang Ratu Panah.

Konon, Ratu Shima, justru amat galau dengan kepatuhan rakyat, kenapa wong cilik juga para pejabat mahapatih, patih, mahamenteri, dan menteri,hulubalang, jagabaya,jagatirta, ulu-ulu, pun segenap pimpinan divisi kerajaan hingga tukang istal kuda, alias pengganti tapal kuda, kuda-kuda tunggang kesayangannya, tak ada yang berani menentang sabda pandita ratunya. Sekali waktu, Ratu Shima menguji kesetiaan bulat elitnya dengan me-mutasi, dan me-Non Job-kan pejabat penting di lingkunganb Istana. Namun puluhan pejabat yang menerima mutasi ditempat yang tak diharap, maupun yang di-Non Job-kan, tak ada yang mengeluh barang sepatah kata. Semua bersyukur, kebijakan Ratu Shima sebetapapun memojokkannya, dianggap memberi barokah, titah titisan Sang Hyang Maha Wenang.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Tak puas dengan perilaku ‘setia’ bulat dalamnya, Ratu Shima, sekali lagi menguji kesetiaan wong cilik, pemilik sah Kerajaan Kalingga dengan menghamparkan emas permata, komplemen yang tak ternilai harganya di perempatan alun-alun erat Istana tanpa penjagaan sama sekali. Kata Ratu Shima,“Segala macam komplemen persembahan bagi Dewata agung ini jangan ada yang berani mencuri, siapa berani mencuri akan memanggil bala kutuk bagi Nagari Kalingga, karenanya, siapapun pencuri itu akan dipotong tangannya tanpa ampun!”. Sontak Wong cilik dan lingkungan elit istana, bergetar hatinya, mereka benar-benar takut. Tak ada yang berani menjamah, hingga hari ke 40. Ratu Shima sempat bahagia.

Namun malang tak sanggup ditolak. Esok harinya semua komplemen itu lenyap tanpa bekas. Amarah menggejolak di hati sang penguasa Kalingga. Segera dititahkan para telik sandi menilik wong cilik yang mungkin saja jadi maling di sekitar lokasi persembahan, sementara di Istana dibuat Pansus,Panitia Khusus yang menguji para pejabat istana yang menerima mutasi apes, atau yang Non Job diperiksa tuntas. Namun sesudah diperiksa dengan seksama. Berpuluh laksa wong cilik tak ada yang pantas dicurigai sebagai pelaku, sementara pejabat istana pun berbondong, bersembah sujud, bersumpah setia kepada Ratu Shima. Mereka rela menyerahkan jiwanya apabila terbukti mencuri. Ratu Shima kehabisan akal.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Saat itu, Tukang istal kuda, takut-takut menghadap, badannya gemetar, matanya jelalatan melihat kiri kanan, amat ketakutan.”Maaf Tuanku Yang Mulia Ratu Agung Shima, perkenankan hamba memberi kesaksian, hamba bersedia mati untuk memberikan kebenaran ini. Hamba yakni saksi mata tunggal. Malam itu hamba menyaksikan Putra Mahkota mengambil rahasia seluruh komplemen persembahan itu. Maaf…,” sujud sang tukang istal muda belia,mukanya menyerupai terbenam di lantai istana. “Apa, Putra Mahkota mencuri?!,”Ratu Shima terperanjat bukan kepalang.Mukanya merah padam..”Putraku, jawab dengan jujur, pakai nuranimu, benar apa yang dikatakan wong cilik dari sangkar kuda ini?”, tanya sang ibu menahan getar. Sang Putra Mahkota tiada menjawab, ia hanya mengangguk., kemudian menunduk teramat malu. Ia mengharap belas kasih sang ibu yang membesarkannya dari kecil.

Sejenak istana teramat sunyi, hanya suara nafas yang terdengar, dan daun-daun jati emas yang jatuh luruh ke tanah.”Prajurit, Demi tegaknya hukum, dan menjauhkan nagari Kalingga dari kutukan dewata, potong tangan Putra Mahkotaku, sekaramg juga…,”perintah Sang Ratu Shima dengan muka keras. Seluruh penghuni istana dan rakyat jelata yang berlutut hingga alun-alun merintih memohon ampun, namun Sang Ratu tiada bergeming dari keputusannya. Hukuman tetap dilaksankana. Hal itu dituliskan dengan terang di Prasasti Kalingga, yang masih sanggup dilihat hingga kini.
Holing ( Chopo )
https://caraphdanghmmm.blogspot.com

Kerajaan ini ibukotanya berjulukan Chopo ( nama China ), berdasarkan bukti- bukti China pada era 5 M. Mengenai letak Kerajaan Holing secara pastinya belum sanggup ditentukan. Ada beberapa argumen mengenai letak kerajaan ini, ada yang menyebutkan bahwa negara ini terletak di Semenanjung Malay, di Jawa barat, dan di Jawa Tengah. Tetapi letak yang paling mungkin ada di daerah antara pekalongan dan Plawanagn di Jawa tengah. Hal ini berdasarkan catatan perjalanan dari Cina

Kerajaan Holing yakni kerajaan yang terpengaruh oleh pemikiran agama Budha. Sehingga Holing menjadi sentra pendidikan agama Budha. Holing sendiri mempunyai seorang pendeta yang populer berjulukan Janabadra. Sebgai sentra pendidikan Budha, menyebabkan seorang pendeta Budha dari Cina, menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu berjulukan Hou ei- Ning ke Holing, ia ke Holing untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa cina pada 664-665.

Sistem Administrasi kerajaan ini belum diketahui secara pasti. Tapi beberapa bukti menunjukkan bahwa pada tahun 674-675, kerajaan ini diperintah oleh seoarang raja perempuan yang berjulukan Simo.

Holing sendiri banyak ditemukan barang-barang yang bercirikan kebudayaan Dong-Song dan India. Hal ini menunjukkan adanya contoh jaringan yang sudah terbentuk antar Holing dengan bangsa luar. Wilayah perdaganganya mencakup maritim China Selatan hingga pantai utara Bali. Tetapi perkembangan selanjutnya sistem perdagangan Holing menerima tantangan dari Srivijaya, yang pada balasannya perdagangan dikuasi oleh Srivijaya. Sehingga Srivijaya menjadi kerajaan yang menguasai perdagangan pada pertengahan era ke-8.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Kalingga yakni sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Tengah, yang pusatnya berada di daerah Kabupaten Jepara sekarang. Kalingga telah ada pada era ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal mempunyai peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.

Putri Maharani Shima, PARWATI, menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang berjulukan MANDIMINYAK, yang kemudian menjadi raja ke 2 dari Kerajaan Galuh.

Maharani Shima mempunyai cucu yang berjulukan SANAHA yang menikah dengan raja ke 3 dari Kerajaan Galuh, yaitu BRATASENAWA. Sanaha dan Bratasenawa mempunyai anak yang berjulukan SANJAYA yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732M).

Setelah Maharani Shima mangkat di tahun 732M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan KALINGGA UTARA yang kemudian disebut BUMI MATARAM, dan kemudian mendirikan Dinasti / Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.
https://caraphdanghmmm.blogspot.com
Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari TEJAKENCANA, yaitu TAMPERAN BARMAWIJAYA alias RAKEYAN PANARABAN.

Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja KALINGGA SELATAN atau BUMI SAMBARA, dan mempunyai putra yaitu RAKAI PANANGKARAN.

Sumber : https://caraphdanghmmm.blogspot.com/search?q=kerajaan-kalingga-atau-holing

Sejarah Kerajaan Jepara, Sejarah Kerajaan Kalingga, Sejarah Kerajaan Holing, Sejarah Kerajaan Kalingga di Jepara, History of Kalingga

Kisah kerajaan di Jawa sanggup dibaca disini