Wednesday, November 14, 2018

Sejarah Perjalanan Logo Google

Google dikenal luas alasannya ialah layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari di web yang paling sering dipakai dengan pangsa pasar sebanyak 53,6%.
 
Pada tahun 1997 Larry dan Sergey membuat mesin telusur gres menggantikan mesin telusur usang mereka yang berjulukan BackRub. Di tampilan Pertama Google, Terlihat klasik dengan Logo yang terlihat apa adanya. Disana juga terdapat dua kolom yang tersedia, pada kolom pertama tersedia Stanford Search yang akan menampilkan semua penelusuran atau tautan yang berkaitan dengan Universitas mereka dulu yaitu Stanford University. Sedangkan pada kolom ke dua tersedia Web Search yang akan menampilkan hasil penelusuran disemua web sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan.

Larry Page dan Sergey Brin pertama kali membuat Doodle di laman Google Search pada Agustus 1998. Doodle pertama ialah simbol program bazar Burning Man yang diselenggarakan di gurun Nevada.

Sudah hampir setahun proyek google ini pribadi berkembang dengan cepatnya. Di tahun ini mereka menghapus goresan pena beta dan mengganti font atau jenis abjad "catull" dan sekarang terlihat lebih mutakhir

Logo Google nyolong di www.kuwarasanku.blogspot.co.id


Pembaruan minor untuk laman Google.com hadir pada pertengahan tahun 2000. Di tahun ini Google menambahkan link-link layanan gres mereka, menyerupai layanan game dan peta digital.

Di simpulan tahun 2000, logo Google sudah berada di bab tengah laman. Link-link pemanis pun menghilang. Google juga menambahkan pemberian hingga 25 bahasa internasional.

Pada tahun 2001 simpulan hingga 2003 google mulai menambahkan sebuah tab berwarna biru diatas kolom pencarian dan mereka juga tetap menampilkan jumlah keseluruhan tautan dalam jangkauan Google.

Setelah kurang lebih 3 tahun tanpa perubahan, laman Google.com akibatnya menghilangkan kolom-kolom yang tersedia.

Google juga mulai memindahkan opsi pencarian khusus ke bab atas laman

Google memperlihatkan sedikit bayangan pada font di logo Google

Opsi pencarian khusus di bab atas laman diberikan kotak hitam.

Disini logo google terlihat sangat anggun di tambah pewarnaan abjad yang menjadi lebih terperinci dan bersih. Logo yang ke enam ini terlihat lebih datar dan pembiasaan dengan tiporgrafi.

Tahun 2014 Google kembali menghilangkan beberapa tautan atau link yang ada dihalaman depan google Sebelumnya.

Terdapat pilihan bahasa yang tersedia dibawah Kolom Search. Pada bab atasnya juga tersedia Layanan Google+ dan Gmail, dan dibagian Footernya terlihat beberapa layanan yang diberikan Google, menyerupai Layanan untuk advertiser (pengiklan), Bisnis. Setelan Google, dan lain-lain.

Logo yang terbaru, September 2015. Dari sini terlihat dari 4 titik yang berwana biru, merah, kuning dan hijau bermetamorfosis abjad G dan akibatnya menjadi Google. Uniknya di logo terbarunya ini, abjad terakhirnya yaitu 'e' agak di buat miring dan membuat logo.

sumber : Padamu Nyai | Perubahan Logo Google Lengkap

Baca juga :

Tuesday, November 13, 2018

Sejarah Kaskus Indonesia Lengkap

KASKUS ialah lembaga diskusi dan jual beli terbesar di Indonesia KASKUS ialah rumah bagi siapa saja untuk menemukan segala hal yang mereka butuhkan. Jutaan orang memakai KASKUS untuk mencari informasi, pengetahuan, bergabung dengan komunitas baru, sampai jual beli segala jenis barang dan jasa dengan harga terbaik.

KASKUS terbagi kedalam dua jenis lembaga yaitu Forum & Forum Jual Beli (FJB). Forum ialah tempat untuk mendiskusikan segala hal. FJB ialah tempat untuk bertransaksi jual beli segala macam produk.

Forum diskusi KASKUS kerap memberitakan informasi yang tidak sanggup ditemukan di portal-portal isu lain. FJB KASKUS juga terbukti sebagai tempat paling lengkap untuk menemukan segala macam produk & jasa.

Di KASKUS juga tercipta jargon & istilah-istilah khas yang kesudahannya menjadi budaya pengguna internet di Indonesia. Beberapa diantaranya ialah Juragan, Pertamax, Rekber, COD, dan istilah-istilah lainnya. Cek istilah KASKUS disini.

Terus terhubung dengan KASKUS di jejaring lainnya

 ialah lembaga diskusi dan jual beli terbesar di Indonesia KASKUS ialah rumah bagi siapa s Sejarah Kaskus Indonesia Lengkap

KASKUS didirikan pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga cowok asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Mulanya Andrew Darwis, Ronald, dan Budi menciptakan KASKUS untuk memenuhi kiprah kuliah mereka. KASKUS sendiri bertujuan untuk mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia di luar negeri akan Indonesia melalui berita-berita Indonesia yang diterjemahkan.

Di tahun 2006 KASKUS terpaksa berubah domain dari .com menjadi .us alasannya ialah penyebaran virus Brontok yang menyerang situs-situs besar Indonesia termasuk KASKUS. Sejak ketika itulah alamat situs KASKUS menjelma kaskus.us, yang juga sekaligus mengartikan bahwa KASKUS ialah us atau kita.

Pada tahun 2008, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata tetapkan untuk mengelola KASKUS secara profesional. Situs KASKUS, personel & infrastuktur yang terkait kesudahannya diboyong ke Indonesia pada tahun ini.

Di Indonesia, kantor KASKUS pertama berlokasi di kawasan Mangga Besar, yang dibantu dengan 2 orang tenaga profesional. Dibawah naungan PT. Darta Media Indonesia, langkah pertama yang dilakukan KASKUS ialah melaksanakan rebranding. Mematuhi UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang berlaku dan mendorong sikap berinternet sehat, KASKUS mengambil langkah serius untuk menutup dua lembaga kontroversial yaitu BB17 (Buka-Bukaan 17 Tahun) dan Fight Club. Langkah tersebut diapresiasi baik oleh pengguna internet Indonesia, hal ini ditandai dengan meningkat pesatnya member KASKUS sampai 300% dengan jumlah member sebanyak 1,2 juta.

Di tahun 2009, untuk mengimbangi kebutuhan akan hal ini, maka kantor KASKUS pindah ke kawasan Melawai. Disini tenaga profesional KASKUS bertambah sampai lebih dari 60 orang.

Sejak tahun 2009, KASKUS menjadi pemain penting di ranah online Indonesia. KASKUS mendapatkan banyak penghargaan diantaranya “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc. KASKUS dengan gembira berada di peringkat 1 untuk kategori situs komunitas, dan merupakan situs lokal nomor 1 di Indonesia, berdasarkan Alexa.

Tahun 2011 KASKUS memulai kemitraannya dengan Global Digital Prima, sebuah perusahaan Indonesia yang berfokus untuk membuatkan industri digital dan konten lokal Indonesia. Kemitraan ini mendorong pertumbuhan KASKUS yang lebih besar lagi, baik dari sisi infrastuktur, tenaga profesional & jaringan bisnisnya dalam perjuangan menjadi situs lokal nomor 1 di Indonesia serta pemain global online di dunia. Mengimbangi ekspansi, KASKUS pun memindahkan kantor utamanya ke Menara Palma dan menamakannya KASKUS Playground.

Tanggal 26 Mei 2012 menjadi saksi perjalanan KASKUS dimana KASKUS kembali memakai alamat situs resmi kaskus.com dan kaskus.co.id, ini dilakukan untuk kembali memperkuat gambaran KASKUS sebagai situs yang bervisi global namun tetap mempunyai identitas Indonesia.

Agar senantiasa relevan dengan tren dunia digital, pada Mei 2014 KASKUS kembali meluncurkan versi gres yang dinamakan KASKUS Evolution. Pada versi ini KASKUS tampil lebih fresh, classy dan clean. Membuat navigasi yang lebih intuitif, fitur search yang lebih berkualitas di Forum serta Forum Jual Beli (FJB). Ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan member KASKUS yang telah mencapai lebih dari 7,8 juta member.

sumber : kaskus.co.id


Monday, November 12, 2018

Sejarah Kabupaten Ponorogo Lengkap

SEJARAH BERDIRINYA
Kadipaten Ponorogo bangun pada tanggal 11 Agustus 1496 Masehi, tanggal inilah yang kemudian di memutuskan sebagai hari jadi kota Ponorogo. Penetapan tanggal ini merupakan kajian mendalam atas dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala di tempat Ponorogo dan sekitarnya, juga mengacu pada buku Hand book of Oriental History, sehingga sanggup ditemukan hari wisuda Bathoro Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo. Bathoro Katong ialah pendiri Kadipaten Ponorogo yang selanjutnya berkembang menjadi Kabupaten Ponorogo.

 tanggal inilah yang kemudian di memutuskan sebagai  hari jadi kota Ponorogo Sejarah Kabupaten Ponorogo Lengkap
 Logo Kabupaten Ponorogo nyolong di www.kuwarasanku.blogspot.co.id

Menurut Babad Ponorogo (Purwowidjoyo;1997), sesudah Raden Katong hingga di wilayah Wengker, kemudian menentukan tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman ( yaitu di dusun Plampitan Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan sekarang). Melalui situasi dan kondisi yang penuh dengan hambatan, tantangan, yang tiba silih berganti, Raden Katong, Selo Aji, dan Ki Ageng Mirah beserta pengikutnya terus berupaya mendirikan pemukiman. Sekitar 1482 M eng konsulidasi wilayah mulai di lakukan.

Tahun 1482 – 1486 M, untuk mencapai tujuan menegakkan usaha dengan menyusun kekuatan, bertahap kesulitan tersebut sanggup teratasi, pendekatan kekeluargaan dengan Ki Ageng Kutu dan seluruh pendukungnya ketika itu mulai membuahkan hasil.

Dengan persiapan dalam rangka merintis mendirikan kadipaten didukung semua pihak, Bathoro Katong (Raden Katong) sanggup mendirikan Kadipaten Ponorogo pada simpulan kurun XV, dan ia menjadi adipati yang pertama.


ASAL – USUL NAMA PONOROGO
Mengutip buku Babad Ponorogo karya Poerwowidjojo (1997). Diceritakan, bahwa asal-usul nama Ponorogo bermula dari janji dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai Mirah, Selo Aji dan Joyodipo pada hari Jum'at ketika bulan purnama, bertempat di tanah lapang bersahabat sebuah gumuk (wilayah katongan sekarang). Didalam musyawarah tersebut di sepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan “Pramana Raga”yang hasilnya lama-kelamaan bermetamorfosis Ponorogo.

Pramana Raga terdiri dari dua kata: Pramana yang berarti daya kekuatan, diam-diam hidup, permono, wadi sedangkan Raga berarti badan,j asmani. Kedua kata tersebut sanggup ditafsirkan bahwa dibalik badan, wadak insan tersimpan suatu diam-diam hidup(wadi) berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluwamah, shufiah dan muthmainah. Manusia yang mempunyai kemampuan olah batin yang mantap dan mapan akan mnempatkan diri dimanapun dan kapanpun berada.



Baca juga :

Sunday, November 11, 2018

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap

Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya; Jawa: ꦯꦿꦶꦮꦶꦗꦪ; Thai: ศรีวิชัย atau "Ṣ̄rī wichạy" ialah salah satu kemaharajaan maritim yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi imbas di Nusantara dengan daerah kekuasaan menurut peta membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah. Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" atau "gemilang", dan wijaya berarti "kemenangan" atau "kejayaan", maka nama Sriwijaya bermakna "kemenangan yang gilang-gemilang". Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari kala ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Selanjutnya prasasti yang paling renta mengenai Sriwijaya juga berada pada kala ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran imbas Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan di antaranya tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya di bawah kendali kerajaan Dharmasraya.


Setelah jatuh, kerajaan ini terlupakan dan keberadaannya gres diketahui kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d'Extrême-Orient.

 ialah salah satu kemaharajaan maritim yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak me Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap

Catatan Sejarah
Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia; masa lalunya yang terlupakan dibuat kembali oleh sarjana asing. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya hingga tahun 1920-an, dikala sarjana Perancis George Cœdès mempublikasikan penemuannya dalam surat kabar berbahasa Belanda dan Indonesia.[8] Coedès menyatakan bahwa tumpuan Tiongkok terhadap "San-fo-ts'i", sebelumnya dibaca "Sribhoja", dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama.

Selain berita-berita diatas tersebut, telah ditemukan oleh Balai Arkeologi Palembang sebuah bahtera kuno yang diperkirakan ada semenjak masa awal atau proto Kerajaan Sriwijaya di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sayang, kepala bahtera kuno itu sudah hilang dan sebagian papan bahtera itu dipakai justru buat jembatan. Tercatat ada 17 keping bahtera yang terdiri dari bab lunas, 14 papan bahtera yang terdiri dari bab tubuh dan bab buritan untuk menempatkan kemudi. Perahu ini dibuat dengan teknik pasak kayu dan papan ikat yang memakai tali ijuk. Cara ini sendiri dikenal dengan sebutan teknik tradisi Asia Tenggara. Selain bangkai perahu, ditemukan juga sejumlah artefak-artefak lain yang bekerjasama dengan temuan perahu, menyerupai tembikar, keramik, dan alat kayu.

Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Pada kala ke-20, kedua kerajaan tersebut menjadi tumpuan oleh kaum nasionalis untuk menawarkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelum kolonialisme Belanda.

Sriwijaya disebut dengan banyak sekali macam nama. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts'i atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Pali, kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan perihal adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya.

Sekitar tahun 1993, Pierre-Yves Manguin melaksanakan observasi dan beropini bahwa sentra Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatan sekarang), tepatnya di sekitar situs Karanganyar yang kini dijadikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Pendapat ini didasarkan dari foto udara tahun 1984 yang menawarkan bahwa situs Karanganyar menampilkan bentuk bangunan air, yaitu jaringan kanal, parit, kolam serta pulau buatan yang disusun rapi yang dipastikan situs ini ialah buatan manusia. Bangunan air ini terdiri atas kolam dan dua pulau berbentuk bujur kandang dan empat persegi panjang, serta jaringan jalan masuk dengan luas areal mencakup 20 hektare. Di daerah ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menawarkan bahwa daerah ini pernah menjadi sentra permukiman dan sentra aktifitas manusia. Namun sebelumnya Soekmono beropini bahwa sentra Sriwijaya terletak pada daerah sehiliran Batang Hari, antara Muara Sabak hingga ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang), dengan catatan Malayu tidak di daerah tersebut, bila Malayu pada daerah tersebut, ia cendrung kepada pendapat Moens, yang sebelumnya juga telah beropini bahwa letak dari sentra kerajaan Sriwijaya berada pada daerah Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang), dengan perkiraan petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing, serta hal ini sanggup juga dikaitkan dengan isu perihal pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu, salah satu bab dari candi yang terletak di Muara Takus). Namun yang niscaya pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I, menurut prasasti Tanjore, Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang).


Warisan Sejarah
Meskipun Sriwijaya hanya menyisakan sedikit peninggalan arkeologi dan keberadaanya sempat terlupakan dari ingatan masyarakat pendukungnya, inovasi kembali kemaharajaan maritim ini oleh Coedès pada tahun 1920-an telah membangkitkan kesadaran bahwa suatu bentuk persatuan politik raya, berupa kemaharajaan yang terdiri atas komplotan kerajaan-kerajaan bahari, pernah bangkit, tumbuh, dan berjaya pada masa lalu.

Pada kala ke-14 meskipun pengaruhnya telah memudar, wibawa dan gengsi Sriwijaya masih dipakai sebagai sumber legitimasi politik. Sang Nila Utama yang mengaku sebagai keturunan darah biru Sriwijaya dari Bintan, bersama para pengikut dan tentaranya yang terdiri dari Orang Laut, telah mendirikan Kerajaan Singapura di Tumasik. Menurut Sejarah Melayu dan catatan sejarah China yang ditulis Wang Ta Yuan, disebutkan bahwa Kerajaan Siam sempat menyerang kerajaan Singapura pada kurun tahun 1330 hingga 1340. Serangan Siam ini berhasil dipukul mundur. Akan tetapi serangan Majapahit pada penghujung kala ke-14 telah meruntuhkan kerajaan ini. Akibatnya rajanya yang terakhir, Parameswara, terpaksa melarikan diri ke Semenanjung Melayu. Parameswara kemudiannya mendirikan Kesultanan Melaka pada tahun 1402. Kesultanan Melayu Melaka karenanya menggantikan kedudukan Sriwijaya sebagai kuasa politik Melayu utama di kawasan.

Warisan terpenting Sriwijaya mungkin ialah bahasanya. Selama berabad-abad, kekuatan ekononomi dan keperkasaan militernya telah berperan besar atas tersebarluasnya penggunaan Bahasa Melayu Kuno di Nusantara, setidaknya di daerah pesisir. Bahasa ini menjadi bahasa kerja atau bahasa yang berfungsi sebagai penghubung (lingua franca) yang dipakai di banyak sekali bandar dan pasar di daerah Nusantara. Tersebar luasnya Bahasa Melayu Kuno ini mungkin yang telah membuka dan memuluskan jalan bagi Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Malaysia, dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu Indonesia modern. Adapun Bahasa Melayu Kuno masih tetap dipakai hingga pada kala ke-14 M.

Di samping Majapahit, kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber pujian dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia. Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber pujian nasional dan identitas daerah, khususnya bagi penduduk kota Palembang, Sumatera Selatan. Keluhuran Sriwijaya telah menjadi ide seni budaya, menyerupai lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat selatan Thailand yang membuat kembali tarian Sevichai yang menurut pada keanggunan seni budaya Sriwijaya.

Di Indonesia, nama Sriwijaya telah dipakai dan diabadikan sebagai nama jalan di banyak sekali kota, dan nama ini juga dipakai oleh Universitas Sriwijaya yang didirikan tahun 1960 di Palembang. Demikian pula Kodam II Sriwijaya (unit komando militer), PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan), Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang), Sriwijaya TV, Sriwijaya Air (maskapai penerbangan), Stadion Gelora Sriwijaya, dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang). Semuanya dinamakan demikian untuk menghormati, memuliakan, dan merayakan kemaharajaan Sriwijaya yang gemilang. Pada tanggal 11 November 2011 digelar upacara pembukaan SEA Games 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. Upacara pembukaan ini menampilkan tarian kolosal yang bertajuk "Srivijaya the Golden Peninsula" menampilkan tarian tradisional Palembang dan juga replika ukuran sebetulnya bahtera Sriwijaya untuk menggambarkan kejayaan kemaharajaan maritim ini.

Sumber : https://id.wikipedia.org/


Baca juga : 

Saturday, November 10, 2018

Biografi Imam Hanafi Lengkap (Sejarah Imam Hanafi)

Biografi Imam Hanafi, Profil Imam Hanafi, Sejarah Imam Hanafi | Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab: النعمان بن ثابت), lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, (bahasa Arab: بو حنيفة) (lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari Madzhab Yurisprudensi Islam Hanafi.

Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi'in, generasi setelah Sahabat nabi, alasannya ia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat berjulukan Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat lainnya.

Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh menurut kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya menyerupai Malik bin Anas, Imam Syafi'i, Abu Dawud, Imam Bukhari.


Menuntut Ilmu
Abu Hanifah kecil sering mendampingi ayahnya berdagang sutra. Namun, tidak menyerupai pedagang lainnya, Abu Hanifah mempunyai kebiasaan pergi ke Masjid Kufah. Karena kecerdasannya yang gemilang, ia bisa menghafal Al-Qur'an serta ribuan hadits.

Sebagaimana putra seorang pedagang, Abu Hanifah pun kemudian berprofesi menyerupai bapaknya. Ia menerima banyak laba dari profesi ini. Di sisi lain ia mempunyai wawasan yang sangat luas, kecerdasan yang luar biasa, serta hafalan yang sangat kuat. Beberapa ulama sanggup menangkap fenomena ini, sehingga mereka menganjurkannya untuk pergi berguru kepada ulama menyerupai ia pergi ke pasar setiap hari.

Di masa Abu Hanifah menuntut ilmu, Iraq termasuk Kufah disibukkan dengan tiga halaqah keilmuan. Pertama, halaqah yang membahas pokok-pokok aqidah. Kedua, halaqah yang membahas perihal Hadits Rasulullah metode dan proses pengumpulannya dari banyak sekali negara, serta pembahasan dari perawi dan kemungkinan diterima atau tidaknya langsung dan riwayat mereka. Ketiga, halaqah yang membahas duduk kasus fikih dari Al-Qur'an dan Hadits, termasuk membahas fatawa untuk menjawab masalah-masalah gres yang muncul ketika itu, yang belum pernah muncul sebelumnya.
Abu Hanifah melibatkan diri dalam obrolan perihal ilmu kalam, tauhid dan metafisika. Menghadiri kajian hadits dan periwayatannya, sehingga ia mempunyai andil besar dalam bidang ini.

Setelah Abu Hanifah menjelajahi bidang-bidang keilmuan secara mendalam, ia menentukan bidang fikih sebagai konsentrasi kajian. Ia mulai mempelajari banyak sekali permasalahan fikih dengan cara berguru kepada salah satu Syaikh ternama di Kufah, ia terus menimba ilmu darinya hingga selesai. Sementara Kufah ketika itu menjadi daerah domisili bagi ulama fikih Iraq.

Abu Hanifah sangat antusias dalam menghadiri dan menyertai gurunya, hanya saja ia populer sebagai murid yang banyak bertanya dan berdebat, serta bersikeras mempertahankan pendapatnya, terkadang mengakibatkan syaikh kesal padanya, namun alasannya kecintaannya pada sang murid, ia selalu mencari tahu perihal kondisi perkembangannya. Dari informasi yang ia peroleh, balasannya sang syaikh tahu bahwa ia selalu bangkit malam, menghidupkannya dengan shalat dan tilawah Al-Qur'an. Karena banyaknya informasi yang ia dengar maka syaikh menamakannya Al-Watad.

Selama 18 tahun, Abu Hanifah berguru kepada Syaikh Hammad bin Abu Sulaiman, ketika itu ia masih 22 tahun. Karena dianggap telah cukup, ia mencari waktu yang sempurna untuk bisa mandiri, namun setiap kali mencoba lepas dari gurunya, ia mencicipi bahwa ia masih membutuhkannya.
Menjadi Ulama

Kabar jelek terhembus dari Basrah untuk Syaikh Hammad, seorang keluarga dekatnya telah wafat, sementara ia menjadi salah satu jago warisnya. Ketika ia tetapkan untuk pergi ke Basrah ia meminta Abu Hanifah untuk menggantikan posisinya sebagai pengajar, pemberi fatawa dan pengarah dialog.

Saat Abu Hanifah mengantikan posisi Syaikh Hammad, ia dihujani oleh pertanyaan yang sangat banyak, sebagian belum pernah ia dengar sebelumnya, maka sebagian ia jawab dan sebagian yang lain ia tangguhkan. Ketika Syaikh Hammad tiba dari Basrah ia segera mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang tidak kurang dari 60 pertanyaan, 40 diantaranya sama dengan jawaban Abu Hanifah, dan berbeda pendapat dalam 20 jawaban.

Dari insiden ini ia merasa bahawa masih banyak kekurangan yang ia rasakan, maka ia tetapkan untuk menunggu sang guru di halaqah ilmu, sehingga ia sanggup mengoreksikan kepadanya ilmu yang telah ia dapatkan, serta mempelajari yang belum ia ketahui.

Ketika umurnya menginjak usia 40 tahun, gurunya Syaikh Hammad telah wafat, maka ia segera menggantikan gurunya.

Abu Hanifah tak hanya mengambil ilmu dari Syaikh Hammad, tetapi juga banyak ulama selama perjalanan ke Makkah dan Madinah, diantaranya Malik bin Anas, Zaid bin Ali dan Ja'far ash-Shadiq yang mempunyai konsen besar terhadap duduk kasus fikih dan hadits.

Penolakan Sebagai Hakim
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur berkata kepada menterinya, "Aku sedang membutuhkan seorang hakim yang bisa menegakkan keadilan di negara kita ini, dengan kualifikasi ia tidak takut kepada siapapun dalam menegakkan kebenaran, paling memahami Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Menurutmu siapa yang layak menduduki posisi ini?", kemudian sang menteri menjawab, "Sejauh pengetahuan saya, ulama yang paling sempurna menduduki jabatan ini yaitu Abu Hanifah An-Nu'man, betapa bahagianya kita jikalau ia mendapatkan anjuran sebagai hakim ini!", "Apa mungkin seseorang bisa menolak jikalau kita yang memintanya?" tanya Khalifah lagi, "Sejauh yang kami tahu, ia tidak pernah tunduk kepada seruan siapapun, sepertinya ia tidak suka menduduki posisi sebagai hakim, maka utuslah seseorang utusan mudah-mudahan hatinya terbuka, dan mendapatkan anjuran ini."

Khalifah kemudian mengutus seorang utusan memintanya untuk menghadap seraya memperlihatkan posisi sebagai hakim. Abu Hanifah menjawab, "Aku akan istikharah terlebih dahulu, shalat 2 rakaat meminta petunjuk kepada Allah, jikalau hatiku dibuka maka akan saya terima, jikalau tidak maka masih banyak jago fikih lain yang bisa dipilih salah satu daintara mereka oleh Amirul Mukminin."

Waktu terus berjalan, ternyata Abu Hanifah tak kunjung menghadap Khalifah, maka ia mengutus seorang utusan memintanya menghadap, Abu Hanifah kemudian pergi menghadap namun ia beritikad untuk menolak jabatan hakim yang ditawarkan kepadanya.

Ternyata Khalifah tidak mengalah begitu saja, ia bersumpah biar Abu Hanifah mendapatkan jabatan sebagai hakim yang ditawarkan, akan tetapi Abu Hanifah tetap menolaknya, seraya berkata, "Wahai Amirul Mukminin, bekerjsama saya tak pantas untuk menduduki jabatan hakim," kemudian Khalifah malah menjawab, "Engkau dusta!" sehingga Abu Hanifah pun berkata, "Sekiranya Anda telah menghukumi saya sebagai pembohong, maka bekerjsama para pembohong tak layak menjadi hakim, dan sebaiknya Anda jangan mengangkat rakyat Anda yang tidak memenuhi kualifikasi untuk menduduki jabatan yang strategis ini. Wahai Amirul Mukminin, takutlah kepada Allah, dan jangan Anda delegasikan amanah kecuali kepada mereka yang takut kepada Allah, jikalau saya tidak menerima jaminan keridhaan, bagaimana saya akan menerima jaminan terhindar dari murka?". Khalifah kemudian memerintahkan mencambuknya seratus cambukan, kemudian dijebloskannya ke penjara.

Selang beberapa hari, khalifah menerima teguran dari seorang kerabatnya, "Wahai Amirul Mukminin, bekerjsama Anda telah mencambuk diri Anda dengan seratus ribu pukulan pedang."

Maka khalifah segera memerintahkan untuk membayar 30.000 dirham (sekitar Rp.2,1 miliar) kepada Abu Hanifah sebagai ganti atas yang telah dideritanya, kemudian membebaskannya dan mengembalikan ke rumahnya.

Ternyata setelah harta tersebut diberikan, ia menolaknya. Maka khalifah memerintahkan untuk menjebloskan kembali ke penjara. Hanya saja para menteri mengusulkan bahwa Abu Hanifah segera dibebaskan dan cukup diberi dengan penjara rumah, serta melarangnya untuk duduk bersama masyarakat atau keluar dari rumah.
Akhir Hayat
Selang beberapa hari setelah mendapatkan tahanan rumah, ia terkena penyakit, semakin usang semakin parah. Akhirnya ia wafat pada usia 68 tahun. Berita kematiannya segera menyebar, ketika Khalifah mendengar gosip itu, ia berkata, "Siapa yang bisa memaafkanku darimu hidup maupun mati?" Salah seorang ulama Kufah berkata, "Cahaya keilmuan telah dimatikan dari kota Kufah, sungguh mereka tidak pernah melihat ulama sekaiber ia selamanya." Yang lain berkata, "Kini mufti dan fakih Irak telah tiada."

Jasadnya dikeluarkan dipanggul di atas punggung kelima muridnya, hingga hingga daerah pemandian, ia dimandikan oleh Al-Hasan bin Imarah, sementara Al-Harawi yang menyiramkan air ke tubuhnya. Ia disalatkan lebih dari 50.000 orang. Dalam enam kali putaran yang ditutup dengan salat oleh anaknya, Hammad. Ia tak sanggup dikuburkan kecuali setelah salat Ashar alasannya sesak, dan banyak tangisan. Ia berwasiat biar jasadnya dikuburkan di Kuburan Al-Khairazan, alasannya merupakan tanah kubur yang baik dan bukan tanah curian.

Pujian Ulama untuk 4 Imam Madzhab

Imam Malik
"Subhanallah, Saya belum pernah melihat sosok menyerupai dia, Demi Allah, jikalau Abu Hanifah beropini bahwa sebuah alat terbuat dari emas, maka niscaya ia sanggup mempertengahkan kebenaran atas perkataannya itu."

Imam Syafi'i
"Barangsiapa ingin memperdalam fikih, maka hendaklah menjadi anak asuh bagi Abu Hanifah, Abu Hanifah merupakan orang yang diberi taufik oleh Allah dalam bidang fikih."

Abu Hanifah/ Imam Hanafi
"Barangsiapa belum membaca buku-buku Abu Hanifah, maka ia belum memperdalam ilmu, juga belum berguru fikih."

Imam Ahmad bin Hambal
"Subhanallah, ia berada dalam posisi keilmuan, wara' dan zuhud, mementingkan akhirat, yang tidak dilihat oleh seorangpun."

sumber


Baca juga :

Friday, November 9, 2018

Biografi Imam Malik Lengkap (Sejarah Imam Malik)

Biografi Imam Malik Lengkap | Mālik ibn Anas bin Malik bin 'Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas (lengkapnya: Malik bin Anas bin Malik bin `Amr, al-Imam, Abu `Abd Allah al-Humyari al-Asbahi al-Madani), (Bahasa Arab: مالك بن أنس), lahir di (Madinah pada tahun 714M / 93H), dan meninggal pada tahun 800M / 179H). Ia yaitu pakar ilmu fikih dan hadits, serta pendiri Mazhab Maliki.

Biografi Imam Malik
Abu abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amirbin Amr bin al-Haris bin Ghaiman bin Jutsail binAmr bin al-Haris Dzi Ashbah. Imama malik dilahirkan di Madinah al Munawwaroh. sedangkan mengenai dilema tahun kelahiranya terdapat perbedaaan riwayat. al-Yafii dalam kitabnya Thabaqat fuqoha meriwayatkan bahwa imam malik dilahirkan pada 94 H. ibn Khalikan dan yang lain beropini bahawa imam malik dilahirkan pada 95 H. sedangkan. imam al-Dzahabi meriwayatkan imam malik dilahirkan 90 H. Imam yahya bin bakir meriwayatkan bahwa ia mendengar malik berkata :"aku dilahirkan pada 93 H". dan inilah riwayat yang paling benar (menurut al-Sam'ani dan ibn farhun).

Ia menyusun kitab Al Muwaththa', dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun, selama waktu itu, ia mengambarkan kepada 70 andal fiqh Madinah.

Kitab tersebut menghimpun 100.000 hadits, dan yang meriwayatkan Al Muwaththa’ lebih dari seribu orang, lantaran itu naskahnya berbeda beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah, tetapi yang populer hanya 20 buah. Dan yang paling masyur yaitu riwayat dari Yahya bin Yahyah al Laitsi al Andalusi al Mashmudi.
Biografi Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik Lengkap, Profil Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik 

Sejumlah ‘Ulama beropini bahwa sumber sumber hadits itu ada tujuh, yaitu Al Kutub as Sittah ditambah Al Muwaththa’. Ada pula ulama yang tetapkan Sunan ad Darimi sebagai ganti Al Muwaththa’. Ketika melukiskan kitab besar ini, Ibnu Hazm berkata,” Al Muwaththa’ yaitu kitab wacana fiqh dan hadits, saya belum mnegetahui bandingannya.


Hadits-hadits yang terdapat dalam Al Muwaththa’ tidak semuanya Musnad, ada yang Mursal, mu’dlal dan munqathi. Sebagian ‘Ulama menghitungnya berjumlah 600 hadits musnad, 222 hadits mursal, 613 hadits mauquf, 285 perkataan tabi’in, disamping itu ada 61 hadits tanpa penyandara, hanya dikatakan telah hingga kepadaku” dan “ dari orang kepercayaan”, tetapi hadits hadits tersebut bersanad dari jalur jalur lain yang bukan jalur dari Imam Malik sendiri, lantaran itu Ibn Abdil Bar an Namiri menentang penyusunan kitab yang berusaha memuttashilkan hadits hadits mursal , munqathi’ dan mu’dhal yang terdapat dalam Al Muwaththa’ Malik.

Imam Malik mendapatkan hadits dari 900 orang (guru), 300 dari golongan Tabi’in dan 600 dari tabi’in tabi’in, ia meriwayatkan hadits bersumber dari Nu’main al Mujmir, Zaib bin Aslam, Nafi’, Syarik bin Abdullah, Az-Zuhri, Abi az Ziyad, Sa’id al Maqburi dan Humaid ath Thawil, muridnya yang paling simpulan yaitu Hudzafah as Sahmi al Anshari.

Adapun yang meriwayatkan darinya yaitu banyak sekali di antaranya ada yang lebih renta darinya menyerupai Az-Zuhri dan Yahya bin Sa’id. Ada yang sebaya menyerupai Al-Auza’i, Sufyan Ats-Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Al-Laits bin Sa’ad, Ibnu Juraij dan Syu’bah bin Hajjaj. Adapula yang berguru darinya menyerupai Asy Safi’i, Ibnu Wahb, Ibnu Mahdi, al Qaththan dan Abi Ishaq.

Malik bin Anas menyusun kompilasi hadits dan ucapan para sahabat dalam buku yang populer hingga kini, Al Muwatta.

Di antara guru beliau yaitu Nafi’ bin Abi Nu’aim, Nafi’ al Muqbiri, Na’imul Majmar, Az-Zuhri, Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, Ibnul Munkadir, Abdullah bin Dinar, dan lain-lain.

Di antara murid beliau yaitu Ibnul Mubarak, Al Qaththan, Ibnu Mahdi, Ibnu Wahb, Ibnu Qasim, Al Qa’nabi, Abdullah bin Yusuf, Sa’id bin Manshur, Yahya bin Yahya al-Andalusi, Yahya bin Bakir, Qutaibah Abu Mush’ab, Al-Auza’i, Sufyan ats-Tsauri, Sufyan bin Uyainah, Imam Syafi’i, Abu Hudzafah as Sahmi, Az Zubairi, dan lain-lain.


Pujian Ulama untuk Imam Malik

An Nasa’i berkata,” Tidak ada yang saya lihat orang yang pintar, mulia dan jujur, tepercaya periwayatan haditsnya melebihi Malik, kami tidak tahu beliau ada meriwayatkan hadits dari rawi matruk, kecuali Abdul Karim”.

(Ket: Abdul Karim bin Abi al Mukharif al Basri yang menetap di Makkah, lantaran tidak senegeri dengan Malik, keadaanya tidak banyak diketahui, Malik hanya sedikit mentahrijkan haditsnya wacana keutamaan amal atau menambah pada matan).

Sedangkan Ibnu Hayyan berkata,” Malik yaitu orang yang pertama menyeleksi para tokoh andal fiqh di Madinah, dengan fiqh, agama dan keutamaan ibadah”.

Imam as-Syafi'i berkata, "Imam Malik yaitu Hujjatullah atas makhluk-Nya sehabis para Tabi'in ".

Yahya bin Ma'in berkata, "Imam Malik yaitu Amirul mukminin dalam (ilmu) Hadits"

Ayyub bin Suwaid berkata, "Imam Malik yaitu Imam Darul Hijrah (Imam madinah) dan as-Sunnah ,seorang yang Tsiqah, seorang yang sanggup dipercaya".

Ahmad bin Hanbal berkata, " Jika engkau melihat seseorang yang membenci imam malik, maka ketahuilah bahwa orang tersebut yaitu andal bid'ah"

Seseorang bertanya kepada as-Syafi'i, " apakah anda menemukan seseorang yang (alim) menyerupai imam malik?" as-Syafi'i menjawab :"aku mendengar dari orang yang lebih renta dan lebih berilmu dari pada aku, mereka menyampaikan kami tidak menemukan orang yang (alim) menyerupai Malik, maka bagaimana kami(orang sekarang) menemui yang menyerupai Malik?
Imam Abu Hanifah berkata, "Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pandai wacana sunnah Rasulullah dari Imam Malik."

Abdurrahman bin Mahdi, " Aku tidak pernah tahu seorang ulama Hijaz kecuali mereka menghormati Imam Malik, sebenarnya Allah tidak mengumpulkan umat Muhammad, kecuali dalam petunjuk."

Ibnu Atsir, "Cukuplah kemuliaan bagi asy-Syafi'i bahwa syaikhnya yaitu Imam Malik, dan cukuplah kemuliaan bagi Malik bahwa di antara muridnya yaitu asy-Syafi'i."

Abdullah bin Mubarak berkata, "Tidak pernah saya melihat seorang penulis ilmu Rasulullah lebih berwibawa dari Malik, dan lebih besar penghormatannya terhadap hadits Rasulullah dari Malik, serta kikir terhadap agamanya dari Malik, jikalau dikatakan kepadaku pilihlah Imam bagi umat ini, maka saya akan pilih Malik."

Laits bin Saad berkata, "Tidak ada orang yang lebih saya cintai di muka bumi ini dari Malik."
Biografi Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik Lengkap, Profil Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik  


Al-Muwaththa berarti ‘yang disepakati’ atau ‘tunjang’ atau ‘panduan’ yang membahas wacana ilmu dan hukum-hukum agama Islam. Al-Muwaththa merupakan sebuah kitab yang berisikan hadits-hadits yang dikumpulkan oleh Imam Malik serta pendapat para sahabat dan ulama-ulama tabiin. Kitab ini lengkap dengan aneka macam problem agama yang merangkum ilmu hadits, ilmu fiqh dan sebagainya. Semua hadits yang ditulis yaitu sahih kerana Imam Malik populer dengan sifatnya yang tegas dalam penerimaan sebuah hadits. Dia sangat berhati-hati saat menapis, mengasingkan, dan membahas serta menolak riwayat yang meragukan. Dari 100.000 hadits yang dihafal dia, hanya 10.000 saja diakui sah dan dari 10.000 hadits itu, hanya 5.000 saja yang disahkan sahih olehnya sehabis diteliti dan dibandingkan dengan al-Quran. Menurut sebuah riwayat, Imam Malik menghabiskan 40 tahun untuk mengumpul dan menapis hadits-hadits yang diterima dari guru-gurunya. Imam Syafii pernah berkata, “Tiada sebuah kitab di muka bumi ini sehabis al qur`an yang lebih banyak mengandungi kebenaran selain dari kitab Al-Muwaththa karangan Imam Malik, inilah karangan para ulama muaqoddimin.”
Biografi Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik Lengkap, Profil Imam Malik Lengkap, Sejarah Imam Malik

 
Akhir Hayat

Menjelang waFat, Imam Malik ditanya dilema kemana ia tak pergi lagi ke Masjid Nabawi selama tujuh tahun, ia menjawab, "Seandainya bukan lantaran simpulan dari kehidupan saya di dunia, dan awal kehidupan di akhirat, saya tidak akan memberitahukan hal ini kepada kalian. Yang menghalangiku untuk melaksanakan semua itu yaitu penyakit sering buang air kecil, lantaran karena ini saya tak sanggup untuk mendatangi Masjid Rasulullah. Dan, saya tak suka menyebutkan penyakitku, lantaran khawatir saya akan selalu mengadu kepada Allah." Imam Malik mulai jatuh sakit pada hari Minggu hingga 22 hari kemudian wafat pada hari Minggu, tanggal 10 Rabi'ul Awwal 179 Hijriyyah atau 800 Miladiyyah.

Masyarakat Medinah menjalankan wasiat yang ia sampaikan, yakni dikafani dengan kain putih, dan disalati diatas keranda. Imam shalat jenazahnya yaitu Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Hasyimi yang merupakan gubernur Madinah. Gubernur Madinah tiba melayat dengan jalan kaki, bahkan termasuk salah satu yang ikut serta dalam mengangkat mayit hingga ke makamnya. Dia dimakamkan di Pemakaman Baqi', seluruh murid-murid beliau turut mengebumikan dia.

Informasi wacana kematitan beliau tersebar di seantero negeri Islam, mereka sungguh sangat bersedih dan merasa sangat kehilangan, seraya mendoakan beliau semoga selalu dilimpahi rahmat dan pahala yang belipat ganda berkat ilmu dan amal yang beliau persembahkan untuk Islam.



Thursday, November 8, 2018

Biografi Imam Syafi'i Lengkap (Sejarah Imam Syafi'i)

Biografi Imam Syafi'i. Abu ?Abdullah Muhammad bin Idris al-Syafi?i atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i (bahasa Arab: ???? ?? ????? ???????) yang bersahabat dipanggil Imam Syafi'i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H / 767M - Fusthat, Mesir 204H / 819M) yaitu seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar ketika itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.

Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

Baca juga :
Biografi Imam Hanafi Lengkap | Biografi Imam Maliki Lengkap | Biografi Imam Hambali Lengkap

Kelahiran dan kehidupan keluarga
Idris bin Abbas menyertai istrinya dalam sebuah perjalanan yang cukup jauh, yaitu menuju kampung Gaza, Palestina, dimana ketika itu umat Islam sedang berperang membela negeri Islam di kota Asqalan.

Pada ketika itu Fatimah al-Azdiyyah sedang mengandung, Idris bin Abbas besar hati dengan hal ini, kemudian ia berkata, "Jika engkau melahirkan seorang putra, maka akan kunamakan Muhammad, dan akan saya panggil dengan nama salah seorang kakeknya yaitu Syafi'i bin Asy-Syaib."


Akhirnya Fatimah melahirkan di Gaza, dan terbuktilah apa yang dicita-citakan ayahnya. Anak itu dinamakan Muhammad, dan dipanggil dengan nama "asy-Syafi'i".

Kebanyakan hebat sejarah beropini bahwa Imam Syafi'i lahir di Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di Asqalan; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para hebat sejarah pula, Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar Sunni yang berjulukan Imam Abu Hanifah.

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan pada setiap seratus tahun ada seseorang yang akan mengajarkan Sunnah dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami beropini pada seratus tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun berikutnya Allah menakdirkan Imam Asy-Syafi`i
Nasab
Idris, ayah Imam Syafi'i tinggal di tanah Hijaz, ia merupakan keturunan dari al-Muththalib, jadi dia termasuk ke dalam Bani Muththalib. Nasab Dia yaitu Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin Abdulmanaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di Abdul-Manaf.

Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, yaitu saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .

Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , berjulukan Syifa’, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak berjulukan As-Sa’ib, ayahnya Syafi’. Kepada Syafi’ bin As-Sa’ib radliyallahu `anhuma inilah bayi yatim tersebut dinisbahkan nasabnya sehingga populer dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi. Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .

Bahkan alasannya yaitu Hasyim bin Abdi Manaf, yang kemudian melahirkan Bani Hasyim, yaitu saudara kandung dengan Mutthalib bin Abdi manaf, yang melahirkan Bani Mutthalib, maka Rasulullah bersabda:
“Hanyalah kami (yakni Bani Hasyim) dengan mereka (yakni Bani Mutthalib) berasal dari satu nasab. Sambil dia menyilang-nyilangkan jari jemari kedua tangan dia.”
—HR. Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyah nya juz 9 hal. 65 - 66
Masa Belajar
Setelah ayah Imam Syafi’i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibu membawanya ke Mekah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaan yatim. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, akil bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang cowok dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,” Imam Syafi’i yaitu imam bahasa Arab.
Belajar di Makkah
Di Makkah, Imam Syafi’i berguru fiqh kepada mufti di sana, Muslim bin Khalid Az Zanji sehingga ia mengizinkannya memberi fatwah ketika masih berusia 15 tahun. Demi ia mencicipi manisnya ilmu, maka dengan taufiq Allah dan hidayah-Nya, dia mulai bahagia mempelajari fiqih sehabis menjadi tokoh dalam bahasa Arab dan sya’irnya. Remaja yatim ini berguru fiqih dari para Ulama’ fiqih yang ada di Makkah, menyerupai Muslim bin khalid Az-Zanji yang waktu itu berkedudukan sebagai mufti Makkah.

Kemudian dia juga berguru dari Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, juga berguru dari pamannya yang berjulukan Muhammad bin Ali bin Syafi’, dan juga menimba ilmu dari Sufyan bin Uyainah.

Guru yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di banyak sekali halaqah ilmu para Ulama’ fiqih sebagaimana tersebut di atas.
Belajar di Madinah

Kemudian dia pergi ke Madinah dan berguru fiqh kepada Imam Malik bin Anas. Ia mengaji kitab Muwattha’ kepada Imam Malik dan menghafalnya dalam 9 malam. Imam Syafi’i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl dan pamannya, Muhamad bin Syafi’ dan lain-lain.

Di majelis dia ini, si anak yatim tersebut menghapal dan memahami dengan cemerlang kitab karya Imam Malik, yaitu Al-Muwattha’ . Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya. Sementara itu As-Syafi`ie sendiri sangat terkesan dan sangat mengagumi Imam Malik di Al-Madinah dan Imam Sufyan bin Uyainah di Makkah.

Dia menyatakan kekagumannya sehabis menjadi Imam dengan pernyataannya yang populer berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, pasti akan hilanglah ilmu dari Hijaz.” Juga dia menyatakan lebih lanjut kekagumannya kepada Imam Malik: “Bila tiba Imam Malik di suatu majelis, maka Malik menjadi bintang di majelis itu.” Dia juga sangat terkesan dengan kitab Al-Muwattha’ Imam Malik sehingga dia menyatakan: “Tidak ada kitab yang lebih bermanfaat sehabis Al-Qur’an, lebih dari kitab Al-Muwattha’ .” Dia juga menyatakan: “Aku tidak membaca Al-Muwattha’ Malik, kecuali mesti bertambah pemahamanku.”

Dari banyak sekali pernyataan dia di atas dapatlah diketahui bahwa guru yang paling dia kagumi yaitu Imam Malik bin Anas, kemudian Imam Sufyan bin Uyainah. Di samping itu, cowok ini juga duduk menghafal dan memahami ilmu dari para Ulama’ yang ada di Al-Madinah, menyerupai Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid, Abdul Aziz Ad-Darawardi. Ia banyak pula menghafal ilmu di majelisnya Ibrahim bin Abi Yahya. Tetapi sayang, guru dia yang disebutkan terakhir ini yaitu pendusta dalam meriwayatkan hadits, mempunyai pandangan yang sama dengan madzhab Qadariyah yang menolak untuk beriman kepada taqdir dan banyak sekali kelemahan fatal lainnya. Sehingga ketika cowok Quraisy ini telah populer dengan gelar sebagai Imam Syafi`ie, khususnya di simpulan hidup dia, dia tidak mau lagi menyebut nama Ibrahim bin Abi Yahya ini dalam banyak sekali periwayatan ilmu.
Di Yaman
Imam Syafi’i kemudian pergi ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Disebutkanlah sederet Ulama’ Yaman yang didatangi oleh dia ini seperti: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, dia melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini dia banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, spesialis fiqih di negeri Iraq. Juga dia mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.
Di Baghdad, Irak
Kemudian pergi ke Baghdad (183 dan tahun 195), di sana ia menimba ilmu dari Muhammad bin Hasan. Ia mempunyai tukar pikiran yang menyebabkan Khalifah Ar Rasyid.
Di Mesir
Di Mesir Imam Syafi'i bertemu dengan murid Imam Malik yakni Muhammad bin Abdillah bin Abdil Hakim. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (qaul qadim). Kemudian ia pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab gres (qaul jadid). Di sana dia wafat sebagai syuhadaul ilm di simpulan bulan Rajab 204 H.
Ar-Risalah
Salah satu karangannya yaitu “Ar risalah” buku pertama wacana ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i yaitu seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Ia bisa memadukan fiqh hebat Irak dan fiqh hebat Hijaz. Imam Ahmad berkata wacana Imam Syafi’i,”Dia yaitu orang yang paling faqih dalam Al Alquran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri menyampaikan di Miftahus sa’adah,”Ulama hebat fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya setuju bahwa Syafi’i mempunyai sifat amanah (dipercaya), ‘adalah (kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”
Mazhab Syafi'i
Dasar madzhabnya: Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Dia juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan,”Barangsiapa yang melaksanakan istihsan maka ia telah membuat syariat,”. Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i yaitu nashirussunnah (pembela sunnah),”

Muhammad bin Daud berkata, “Pada masa Imam Asy-Syafi`i, tidak pernah terdengar sedikitpun dia bicara wacana hawa, tidak juga dinisbatkan kepadanya dan tidakdikenal darinya, bahkan dia benci kepada Ahlil Kalam (maksudnya yaitu golongan Ahwiyyah atau pengikut hawa nafsu yang juga digelari sebagai Ahlul-Ahwa’ menyerupai al-Mujassimah, al-Mu'tazilah, Jabbariyyah dan yang sebagainya) dan Ahlil Bid’ah.” Dia bicara wacana Ahlil Bid’ah, seorang tokoh Jahmiyah, Ibrahim bin ‘Ulayyah, “Sesungguhnya Ibrahim bin ‘Ulayyah sesat.” Imam Asy-Syafi`i juga mengatakan, “Menurutku, eksekusi ahlil kalam dipukul dengan pelepah pohon kurma dan ditarik dengan unta kemudian diarak keliling kampung seraya diteriaki, “Ini jawaban orang yang meninggalkan kitab dan sunnah, dan beralih kepada ilmu kalam (ilmu falsafah dan logika yang dipakai oleh golongan Ahwiyyah)”

Dia mewariskan kepada generasi berikutnya sebagaimana yang diwariskan oleh para nabi, yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu dia banyak diriwayatkan oleh para murid- muridnya dan tersimpan rapi dalam banyak sekali disiplin ilmu. Bahkan dia aktivis dalam menulis di bidang ilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya yang monumental Risalah. Dan dalam bidang fiqih, dia menulis kitab Al-Umm yang dikenal oleh semua orang, awamnya dan alimnya. Juga dia menulis kitab Jima’ul Ilmi.

Dia mempunyai banyak murid, yang umumnya menjadi tokoh dan pembesar ulama dan Imam umat islam, yang paling menonjol adalah:
  • Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits dan sekaligus juga Ahli Fiqih dan Imam Ahlus Sunnah dengan akad kaum muslimin.
  • Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’farani
  • Ishaq bin Rahawaih,
  • Harmalah bin Yahya
  • Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
  • Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al Kalbi dan lain-lainnya banyak sekali.

Al-Hujjah
Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab usang diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i.

Dalam problem Al-Qur’an, dia Imam Asy-Syafi`i mengatakan, “Al-Qur’an yaitu Qalamullah, barangsiapa menyampaikan bahwa Al-Qur’an yaitu makhluk maka dia telah kafir.”
Al-Umm
Sementara kitab “Al Umm” sebagai madzhab yang gres Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i menyampaikan wacana madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok,”

“Kebaikan ada pada lima hal: kekayaan jiwa, menahan dari menyakiti orang lain, mencari rizki halal, taqwa dan tsiqqah kepada Allah. Ridha insan yaitu tujuan yang mustahil dicapai, tidak ada jalan untuk selamat dari (ucapan) manusia, wajib bagimu untuk konsisten dengan hal-hal yang bermanfaat bagimu”.

"Ikutilah Ahli Hadits oleh kalian, alasannya yaitu mereka orang yang paling banyak benarnya.”

Dia berkata, “Semua perkataanku yang menyelisihi hadits yang shahih maka ambillah hadits yang shahih dan janganlah taqlid kepadaku.”

Dia berkata, “Semua hadits yang shahih dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam maka itu yaitu pendapatku meski kalian tidak mendengarnya dariku.”

Dia mengatakan, “Jika kalian dapati dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam maka ucapkanlah sunnah Rasulullah dan tinggalkan ucapanku.”
Akhir Hayat
Pada suatu hari, Imam Syafi'i terkena wasir, dan tetap begitu hingga terkadang bila ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya bahkan mengenai pelana dan kaus kakinya. Wasir ini benar-benar menyiksanya selama hampir empat tahun, ia menanggung sakit demi ijtihadnya yang gres di Mesir, menghasilkan empat ribu lembar. Selain itu ia terus mengajar, meneliti obrolan serta mengkaji baik siang maupun malam.

Pada suatu hari muridnya Al-Muzani masuk menghadap dan berkata, "Bagamana kondisi Anda wahai guru?" Imam Syafi'i menjawab, "Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, saya tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju nirwana sehingga perlu saya ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga saya harus berkabung?".

Setelah itu, dia melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada mereka, "Jika saya meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya semoga mau memandikanku," kemudian sepupunya berkata, "Kami akan turun sebentar untuk shalat." Imam menjawab, "Pergilah dan sehabis itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku." Setelah sepupu dan murid-muridnya shalat, sang Imam bertanya, "Apakah engkau sudah shalat?" kemudian mereka menjawab, "Sudah", kemudian ia minta segelas air, pada ketika itu sedang demam isu dingin, mereka berkata, "Biar kami campur dengan air hangat," ia berkata, "Jangan, sebaiknya dengan air safarjal". Setelah itu ia wafat. Imam Syafi'i wafat pada malam Jum'at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun.

Tidak usang sehabis kabar kematiannya tersebar di Mesir hingga kesedihan dan sedih melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa mayat diatas pundak, alasannya yaitu dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka. Tidak ada perkataan yang terucap ketika itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.

Sejumlah ulama pergi menemui wali Mesir yaitu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam, memintanya tiba ke rumah sedih untuk memandikan Imam sesuai dengan wasiatnya. Ia berkata kepada mereka, "Apakah Imam meninggalkan hutang?", "Benar!" jawab mereka serempak. Lalu wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang Imam seluruhnya. Setelah itu wali Mesir memandikan jasad sang Imam.

Jenazah Imam Syafi'i diangkat dari rumahnya, melewati jalan al-Fusthath dan pasarnya hingga hingga ke tempat Darbi as-Siba, kini jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk memasukkan mayat Imam ke rumahnya, sehabis mayat dimasukkan, dia turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, "Semoga Allah merahmati asy-Syafi'i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan baik."

Jenazah kemudian dibawa, hingga ke tanah belum dewasa Ibnu Abdi al-Hakam, disanalah ia dikuburkan, yang kemudian populer dengan Turbah asy-Syafi'i hingga hari ini, dan disana pula dibangun sebuan masjid yang diberi nama Masjid asy-Syafi'i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi makam sang Imam hingga 40 hari 40 malam, setiap penziarah tak gampang sanggup hingga ke makamnya alasannya yaitu banyaknya peziarah.

sumber : wikipedia

Baca juga :