Sunday, November 18, 2018

Sejarah Pramuka (Sejarah Kepramukaan)

Pencetus berdirinya Gerakan Kepanduan Sedunia yaitu Lord Bodden Powell. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris. Nama gotong royong ialah Robert Stepenshon Smyth. Ayahnya yaitu seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford berjulukan Boden Powell yang meninggal saat Stepenshon masih kecil.

Lahirnya pendidikan Gerakan Kepanduan diilhami oleh pengalaman-pengalaman semasa hidupnya diantaranya yaitu :
 


Baca juga :

Saturday, November 17, 2018

Sejarah Nusantara Masa Kerajaan Hindu-Buddha

Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh menyerupai India, Tiongkok, dan wilayah Timur Tengah. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa populer dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien.

Pada kala ke-4 di Jawa Barat terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha, yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda hingga kala ke-16.


Pada masa ini pula muncul dua kerajaan besar, yakni Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa kala ke-7 hingga kala ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai kawasan sejauh Jawa Tengah dan Kamboja. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada, berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang sekarang sebagian besarnya yakni Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi aturan dan pembentukan kebudayaan Jawa, menyerupai yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.


negara tetangga maupun yang lebih jauh menyerupai India Sejarah Nusantara Masa kerajaan Hindu-Buddha

Masuknya pedoman Islam pada sekitar kala ke-12, melahirkan kerajaan-kerajaan bercorak Islam yang ekspansionis, menyerupai Samudera Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa. Munculnya kerajaan-kerajaan tersebut, secara perlahan-lahan mengakhiri kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, sekaligus menandai selesai dari era ini.

KRONOLOGI

101 - Penempatan Lembah Bujang yang memakai karakter Sanskrit Pallava menandakan hubungan dengan India di Sungai Batu.

300 - Kerajaan-kerajaan di asia tenggara telah melaksanakan hubungan dagang dengan India. Hubungan dagang ini mulai intensif pada kala ke-2 M. Memperdagangkan barang-barang dalam pasaran internasional misalnya: logam mulia, perhiasan, kerajinan, wangi-wangian, obat-obatan. Dari sebelah timur Indonesia diperdagangkan kayu cendana, kapur barus, cengkeh. Hubungan dagang ini memberi dampak yang besar dalam masyarakat Indonesia, terutama dengan masuknya pedoman Hindu dan Budha, dampak lainnya terlihat pada sistem pemerintahan.


300 - Telah dilakukannya hubungan pelayaran niaga yang melintasi Tiongkok. Dibuktikan dengan perjalanan dua pendeta Budha yaitu Fa Shien dan Gunavarman. Hubungan dagang ini telah lazim dilakukan, barang-barang yang diperdagangkan kemenyan, kayu cendana, hasil kerajinan.
 

400 - Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah kerajaan-kerajaan dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain prasasti, candi, patung dewa, seni ukir, barang-barang logam. Keberadaan kerajaan Tarumanagara diberitakan oleh orang Cina.

603 - Kerajaan Malayu berdiri di hilir Batang Hari. Kerajaan ini merupakan konfederasi dari para pedagang-pedagang yang berasal dari pedalaman Minangkabau. Tahun 683, Malayu runtuh oleh serangan Sriwijaya.


671 - Seorang pendeta Budha dari Tiongkok, berjulukan I-Tsing berangkat dari Kanton ke India. Ia singgah di Sriwijaya untuk berguru tata bahasa Sanskerta, kemudian ia singgah di Malayu selama dua bulan, dan gres melanjutkan perjalanannya ke India.


685 - I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa.


692 - Salah satu kerajaan Budha di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan menjelma sentra perdagangan yang dikunjungi oleh pedagang Arab, Parsi, dan Tiongkok. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, emas, perak. Wilayah kekuasaannya mencakup Sumatera, Semenanjung Malaya, Kamboja, dan Jawa. Sriwijaya juga menguasai jalur perdagangan Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut China Selatan. Dengan penguasaan ini, Sriwijaya mengontrol kemudian lintas perdagangan antara Tiongkok dan India, sekaligus membuat kekayaan bagi kerajaan.


922 - Dari sebuah laporan tertulis diketahui seorang musafir Tiongkok telah tiba kekerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan maharaja Jawa telah menghadiahkan pedang pendek berhulu gading berukur pada kaisar Tiongkok.

932 - Restorasi kekuasaan Kerajaan Sunda. Hal ini muncul melalui Prasasti Kebon Kopi II yang bertanggal 854 Saka atau 932 Masehi.


1292 - Musafir Venesia, Marco Polo singgah di bab utara Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Marco Polo beropini bahwa Perlak merupakan sebuah kota Islam.


1292 - Raden Wijaya, atas izin Jayakatwang, membuka hutan tarik menjadi permukiman yang disebut Majapahit. Nama ini berasal dari pohon Maja yang berbuah pahit di tempat ini


1293 - Raden Wijaya memanfaatkan tentara Mongol untuk menggulingkan Jayakatwang di Kediri. Memukul mundur tentara Mongol, kemudian ia naik takhta sebagai raja Majapahit pertama pada 12 November


1293 - 1478 - Kota Majapahit menjadi sentra kemaharajaan yang pengaruhnya membentang dari Sumatera ke Papua, kecuali Sunda dan Madura. Kawasan urban yang padat dihuni oleh populasi yang kosmopolitan dan menjalankan banyak sekali macam pekerjaan. Kitab Negarakertagama menggambarkan keluhuran budaya Majapahit dengan cita rasa yang halus dalam seni, sastra, dan ritual keagamaan


1345-1346 - Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra dalam perjalanannya ke dan dari Tiongkok. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Tiongkok. Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra yakni seorang pengikut Mahzab Syafi'i salah satu pedoman dalam Islam.


1350-1389 - Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan di asia tenggara bahkan jazirah Malaya sesuai dengan "Sumpah Palapa" yang menyatakan bahwa Gajah Mada menginginkan Nusantara bersatu.

1478 Majapahit runtuh tanggapan serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan penduduknya, tertimbun tanah, dan menjadi hutan jati

1570 - Pajajaran, ibukota Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa dihancurkan oleh Kesultanan Banten.
Sumber


Baca juga Sejarah Negara Indonesia disini

Friday, November 16, 2018

Sejarah Antivirus Smadav Lengkap

Smadav yaitu perangkat lunak antivirus yang ditujukan untuk mengatasi varian virus komputer lokal maupun internasional yang menyebar di Indonesia. Antivirus ini mempunyai versi gratis dan berbayar sesudah sebelumnya sempat berupa perangkat lunak derma.

Nama Smada diambil dari kependekan nama sekolah pembuatnya, yaitu SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sedangkan AV merupakan kependekan dari antivirus

 yaitu perangkat lunak antivirus yang ditujukan untuk mengatasi varian  Sejarah Antivirus Smadav LengkapSmadav dibentuk oleh Zainuddin Nafarin pada tahun 2006 ketika masih berstatus sebagai siswa kelas XI Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berkat perkenalannya dengan bahasa pemrograman Visual Basic di laboratorium komputer sekolahnya. Pengembangan Smadav sempat tertunda akhir kesibukannya dalam bidang akademis sampai tahun 2008 ketika ia mulai kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dalam perkembangannya, Smadav dikembangkan gotong royong dengan para sukarelawan secara daring.

Fitur yang ditawarkan oleh antivirus ini antara lain Smad-Lock dan SmaRTP. Smad-Lock merupakan folder yang berfungsi untuk mengamankan file dalam alat penyimpanan data dari serangan virus, sedangkan SmaRTP berfungsi untuk mencegah sanksi file virus dari alat penyimpanan data.

Biasanya antivirus tidak sanggup di-install bersamaan dengan antivirus lainnya, dikarenakan antivirus dirancang untuk menjadi pelindung utama dari virus pada sebah sistem komputer. Namun tidak demikian dengan antivirus Smadav, dimana antivirus ini dirancang sebagai perlindungan suplemen untuk sistem komputer, sehingga sanggup dipastikan sanggup berjalan dengan baik meskipun sudah ada antivirus lain yang ter-instal di sistem komputer, dengan kata lain Smadav berfungsi sebagai lapis kedua sesudah antivirus utama yang ter-instal pada PC.

Download Antivirus Smadav Terbaru disini

Sejarah Smadav Lengkap, Sejarah Antivirus Smadav, Asal Mula Smadav, Sejarah Antivirus Smadav Lengkap, Sejarah Lengkap Smadav, Informasi Sejarah Smadav, History Smadav, History of Smadav, History of Smadav Complete

Baca Juga :
Sejarah Negara Indonesia Lengkap
Asal-usul Kartun Doraemon
Legenda Gunung Srandil Cilacap Lengkap
Biografi Imam Hambali Lengkap

Thursday, November 15, 2018

Sejarah Kesultanan Cirebon Lengkap

Kesultanan Cirebon ialah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada era ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.

Sejarah
Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon pada awalnya ialah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan bermetamorfosis sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran), lantaran di sana bercampur para pendatang dari banyak sekali macam suku bangsa, agama, bahasa, susila istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang.
 dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau Sejarah Kesultanan Cirebon Lengkap
Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat ialah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi, petis, dan garam. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon (Bahasa Sunda:, air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon.

Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan cuilan dunia lainnya. Selain itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal sentra penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Perkembangan awal
Ki Gedeng Tapa
Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) ialah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati, Cirebon. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. Sejak dikala itu, mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat gres di desa Caruban.

Ki Gedeng Alang-Alang
Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat gres itu ialah Ki Gedeng Alang-alang. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, yang tak lain ialah puteri dari Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat, Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua, dengan gelar Pangeran Cakrabuana.

Pangeran Cakrabuana
Pangeran Cakrabuana ialah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang pertamanya berjulukan Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang, ia mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.

Sebagai anak sulung dan pria ia tidak mendapat haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh lantaran ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang - ibunya), sementara dikala itu (abad 16) fatwa agama secara umum dikuasai di Pajajaran ialah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak pria Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua Nyai Cantring Manikmayang.

Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan kemudian mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon ialah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif mengembangkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.
Pendirian kesultanan ini sangat berkaitan erat dengan keberadaan Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon didirikan pada tahun 1552 oleh panglima kesultanan Demak, kemudian yang menjadi Sultan Cirebon ini wafat pada tahun 1570 dan digantikan oleh putranya yang masih sangat muda waktu itu. Berdasarkan isu dari klenteng Talang dan Semarang, tokoh utama pendiri Kesultanan Cirebon ini dianggap identik dengan tokoh pendiri Kesultanan Banten yaitu Sunan Gunung Jati.
 
Sunan Gunung Jati (1479-1568)
Pada tahun 1479 M, kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya, Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir, yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang sesudah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat ibarat Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten

Fatahillah (1568-1570)
Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melakukan kiprah dakwah, pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja semenjak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun lantaran ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun sesudah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.

Panembahan Ratu I (1570-1649)
Sepeninggal Fatahillah, oleh lantaran tidak ada calon lain yang layak menjadi raja, takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas, putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun.
Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649, pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang berjulukan Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim, lantaran ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Pangeran Rasmi kemudian memakai nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II.

Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Banten merasa curiga alasannya Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I ialah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri, lantaran Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten ialah sama-sama keturunan Pajajaran. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.

Panembahan Girilaya ialah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram. Makamnya di Jogjakarta, di bukit Girilaya, dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya, tinggi makam Panembahan Girilaya ialah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.

Terpecahnya Kesultanan Cirebon

Dengan kematian Panembahan Girilaya, maka terjadi kekosongan penguasa. Pangeran Wangsakerta yang bertanggung jawab atas pemerintahan di Cirebon selama ayahnya tidak berada di tempat, khawatir atas nasib kedua kakaknya. Kemudian ia pergi ke Banten untuk meminta pinjaman Sultan Ageng Tirtayasa (anak dari Pangeran Abu Maali yang tewas dalam Perang Pagarage), beliau mengiyakan permohonan tersebut lantaran melihat peluang untuk memperbaiki korelasi diplomatik Banten-Cirebon. Dengan pinjaman Pemberontak Trunojoyo yang disokong oleh Sultan Ageng Tirtayasa,kedua Pangeran tersebut berhasil diselamatkan.

Namun rupanya, Sultan Ageng Tirtayasa melihat ada laba lain dari bantuannya pada kerabatnya di Cirebon itu, maka ia mengangkat kedua Pangeran yang ia selamatkan sebagai Sultan,Pangeran Mertawijaya sebagai Sultan Kasepuhan & Pangeran Kertawijaya sebagai Sultan Kanoman,sedangkan Pangeran Wangsakerta yang telah bekerja keras selama 10 tahun lebih hanya diberi jabatan kecil, seni administrasi pecah belah ini dilakukan untuk mencegah biar Cirebon tidak beraliansi lagi dengan Mataram.

Perpecahan I (1677)
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak gres bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:
 
Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)

Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)

Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).

Perubahan gelar dari Panembahan menjadi Sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa, lantaran keduanya dilantik menjadi Sultan Cirebon di ibukota Banten. Sebagai sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing. Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak mempunyai wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai Kaprabonan (Paguron) yaitu daerah mencar ilmu para intelektual keraton. Dalam tradisi kesultanan di Cirebon, suksesi kekuasaan semenjak tahun 1677 berlangsung sesuai dengan tradisi keraton, di mana seorang sultan akan menurunkan takhtanya kepada anak pria tertua dari permaisurinya. Jika tidak ada, akan dicari cucu atau cicitnya. Jika terpaksa, maka orang lain yang sanggup memangku jabatan itu sebagai pejabat sementara.

Perpecahan II (1807)
Suksesi para sultan selanjutnya pada umumnya berjalan lancar, hingga pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan lantaran salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan

Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara takhta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain berjulukan Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).

Masa kolonial dan kemerdekaan

Sesudah insiden tersebut, pemerintah Kolonial Belanda pun semakin dalam ikut campur dalam mengatur Cirebon, sehingga semakin surutlah peranan dari keraton-keraton Kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926, dimana kekuasaan pemerintahan Kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan disahkannya Gemeente Cheirebon (Kota Cirebon), yang meliputi luas 1.100 Hektar, dengan penduduk sekitar 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Tahun 1942, Kota Cirebon kembali diperluas menjadi 2.450 hektare.

Pada masa kemerdekaan, wilayah Kesultanan Cirebon menjadi cuilan yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara umum, wilayah Kesultanan Cirebon tercakup dalam Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, yang secara administratif masing-masing dipimpin oleh pejabat pemerintah Indonesia yaitu walikota dan bupati.

Perkembangan terakhir

Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Kesultanan Cirebon tidak lagi merupakan sentra dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan kiprahnya sebagai sentra kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kesultanan Cirebon turut serta dalam banyak sekali upacara dan perayaan susila masyarakat dan telah beberapa kali ambil cuilan dalam Festival Keraton Nusantara (FKN).

Umumnya, Keraton Kasepuhan sebagai istana Sultan Sepuh dianggap yang paling penting lantaran merupakan keraton tertua yang berdiri tahun 1529, sedangkan Keraton Kanoman sebagai istana Sultan Anom berdiri tahun 1622, dan yang terkemudian ialah Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan.

Pada awal bulan Maret 2003, telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman, antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin, untuk pengangkatan takhta Sultan Kanoman XII. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut.



Baca juga :

Wednesday, November 14, 2018

Sejarah Perjalanan Logo Google

Google dikenal luas alasannya ialah layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari di web yang paling sering dipakai dengan pangsa pasar sebanyak 53,6%.
 
Pada tahun 1997 Larry dan Sergey membuat mesin telusur gres menggantikan mesin telusur usang mereka yang berjulukan BackRub. Di tampilan Pertama Google, Terlihat klasik dengan Logo yang terlihat apa adanya. Disana juga terdapat dua kolom yang tersedia, pada kolom pertama tersedia Stanford Search yang akan menampilkan semua penelusuran atau tautan yang berkaitan dengan Universitas mereka dulu yaitu Stanford University. Sedangkan pada kolom ke dua tersedia Web Search yang akan menampilkan hasil penelusuran disemua web sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan.

Larry Page dan Sergey Brin pertama kali membuat Doodle di laman Google Search pada Agustus 1998. Doodle pertama ialah simbol program bazar Burning Man yang diselenggarakan di gurun Nevada.

Sudah hampir setahun proyek google ini pribadi berkembang dengan cepatnya. Di tahun ini mereka menghapus goresan pena beta dan mengganti font atau jenis abjad "catull" dan sekarang terlihat lebih mutakhir

Logo Google nyolong di www.kuwarasanku.blogspot.co.id


Pembaruan minor untuk laman Google.com hadir pada pertengahan tahun 2000. Di tahun ini Google menambahkan link-link layanan gres mereka, menyerupai layanan game dan peta digital.

Di simpulan tahun 2000, logo Google sudah berada di bab tengah laman. Link-link pemanis pun menghilang. Google juga menambahkan pemberian hingga 25 bahasa internasional.

Pada tahun 2001 simpulan hingga 2003 google mulai menambahkan sebuah tab berwarna biru diatas kolom pencarian dan mereka juga tetap menampilkan jumlah keseluruhan tautan dalam jangkauan Google.

Setelah kurang lebih 3 tahun tanpa perubahan, laman Google.com akibatnya menghilangkan kolom-kolom yang tersedia.

Google juga mulai memindahkan opsi pencarian khusus ke bab atas laman

Google memperlihatkan sedikit bayangan pada font di logo Google

Opsi pencarian khusus di bab atas laman diberikan kotak hitam.

Disini logo google terlihat sangat anggun di tambah pewarnaan abjad yang menjadi lebih terperinci dan bersih. Logo yang ke enam ini terlihat lebih datar dan pembiasaan dengan tiporgrafi.

Tahun 2014 Google kembali menghilangkan beberapa tautan atau link yang ada dihalaman depan google Sebelumnya.

Terdapat pilihan bahasa yang tersedia dibawah Kolom Search. Pada bab atasnya juga tersedia Layanan Google+ dan Gmail, dan dibagian Footernya terlihat beberapa layanan yang diberikan Google, menyerupai Layanan untuk advertiser (pengiklan), Bisnis. Setelan Google, dan lain-lain.

Logo yang terbaru, September 2015. Dari sini terlihat dari 4 titik yang berwana biru, merah, kuning dan hijau bermetamorfosis abjad G dan akibatnya menjadi Google. Uniknya di logo terbarunya ini, abjad terakhirnya yaitu 'e' agak di buat miring dan membuat logo.

sumber : Padamu Nyai | Perubahan Logo Google Lengkap

Baca juga :

Tuesday, November 13, 2018

Sejarah Kaskus Indonesia Lengkap

KASKUS ialah lembaga diskusi dan jual beli terbesar di Indonesia KASKUS ialah rumah bagi siapa saja untuk menemukan segala hal yang mereka butuhkan. Jutaan orang memakai KASKUS untuk mencari informasi, pengetahuan, bergabung dengan komunitas baru, sampai jual beli segala jenis barang dan jasa dengan harga terbaik.

KASKUS terbagi kedalam dua jenis lembaga yaitu Forum & Forum Jual Beli (FJB). Forum ialah tempat untuk mendiskusikan segala hal. FJB ialah tempat untuk bertransaksi jual beli segala macam produk.

Forum diskusi KASKUS kerap memberitakan informasi yang tidak sanggup ditemukan di portal-portal isu lain. FJB KASKUS juga terbukti sebagai tempat paling lengkap untuk menemukan segala macam produk & jasa.

Di KASKUS juga tercipta jargon & istilah-istilah khas yang kesudahannya menjadi budaya pengguna internet di Indonesia. Beberapa diantaranya ialah Juragan, Pertamax, Rekber, COD, dan istilah-istilah lainnya. Cek istilah KASKUS disini.

Terus terhubung dengan KASKUS di jejaring lainnya

 ialah lembaga diskusi dan jual beli terbesar di Indonesia KASKUS ialah rumah bagi siapa s Sejarah Kaskus Indonesia Lengkap

KASKUS didirikan pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga cowok asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Mulanya Andrew Darwis, Ronald, dan Budi menciptakan KASKUS untuk memenuhi kiprah kuliah mereka. KASKUS sendiri bertujuan untuk mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia di luar negeri akan Indonesia melalui berita-berita Indonesia yang diterjemahkan.

Di tahun 2006 KASKUS terpaksa berubah domain dari .com menjadi .us alasannya ialah penyebaran virus Brontok yang menyerang situs-situs besar Indonesia termasuk KASKUS. Sejak ketika itulah alamat situs KASKUS menjelma kaskus.us, yang juga sekaligus mengartikan bahwa KASKUS ialah us atau kita.

Pada tahun 2008, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata tetapkan untuk mengelola KASKUS secara profesional. Situs KASKUS, personel & infrastuktur yang terkait kesudahannya diboyong ke Indonesia pada tahun ini.

Di Indonesia, kantor KASKUS pertama berlokasi di kawasan Mangga Besar, yang dibantu dengan 2 orang tenaga profesional. Dibawah naungan PT. Darta Media Indonesia, langkah pertama yang dilakukan KASKUS ialah melaksanakan rebranding. Mematuhi UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang berlaku dan mendorong sikap berinternet sehat, KASKUS mengambil langkah serius untuk menutup dua lembaga kontroversial yaitu BB17 (Buka-Bukaan 17 Tahun) dan Fight Club. Langkah tersebut diapresiasi baik oleh pengguna internet Indonesia, hal ini ditandai dengan meningkat pesatnya member KASKUS sampai 300% dengan jumlah member sebanyak 1,2 juta.

Di tahun 2009, untuk mengimbangi kebutuhan akan hal ini, maka kantor KASKUS pindah ke kawasan Melawai. Disini tenaga profesional KASKUS bertambah sampai lebih dari 60 orang.

Sejak tahun 2009, KASKUS menjadi pemain penting di ranah online Indonesia. KASKUS mendapatkan banyak penghargaan diantaranya “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc. KASKUS dengan gembira berada di peringkat 1 untuk kategori situs komunitas, dan merupakan situs lokal nomor 1 di Indonesia, berdasarkan Alexa.

Tahun 2011 KASKUS memulai kemitraannya dengan Global Digital Prima, sebuah perusahaan Indonesia yang berfokus untuk membuatkan industri digital dan konten lokal Indonesia. Kemitraan ini mendorong pertumbuhan KASKUS yang lebih besar lagi, baik dari sisi infrastuktur, tenaga profesional & jaringan bisnisnya dalam perjuangan menjadi situs lokal nomor 1 di Indonesia serta pemain global online di dunia. Mengimbangi ekspansi, KASKUS pun memindahkan kantor utamanya ke Menara Palma dan menamakannya KASKUS Playground.

Tanggal 26 Mei 2012 menjadi saksi perjalanan KASKUS dimana KASKUS kembali memakai alamat situs resmi kaskus.com dan kaskus.co.id, ini dilakukan untuk kembali memperkuat gambaran KASKUS sebagai situs yang bervisi global namun tetap mempunyai identitas Indonesia.

Agar senantiasa relevan dengan tren dunia digital, pada Mei 2014 KASKUS kembali meluncurkan versi gres yang dinamakan KASKUS Evolution. Pada versi ini KASKUS tampil lebih fresh, classy dan clean. Membuat navigasi yang lebih intuitif, fitur search yang lebih berkualitas di Forum serta Forum Jual Beli (FJB). Ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan member KASKUS yang telah mencapai lebih dari 7,8 juta member.

sumber : kaskus.co.id


Monday, November 12, 2018

Sejarah Kabupaten Ponorogo Lengkap

SEJARAH BERDIRINYA
Kadipaten Ponorogo bangun pada tanggal 11 Agustus 1496 Masehi, tanggal inilah yang kemudian di memutuskan sebagai hari jadi kota Ponorogo. Penetapan tanggal ini merupakan kajian mendalam atas dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala di tempat Ponorogo dan sekitarnya, juga mengacu pada buku Hand book of Oriental History, sehingga sanggup ditemukan hari wisuda Bathoro Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo. Bathoro Katong ialah pendiri Kadipaten Ponorogo yang selanjutnya berkembang menjadi Kabupaten Ponorogo.

 tanggal inilah yang kemudian di memutuskan sebagai  hari jadi kota Ponorogo Sejarah Kabupaten Ponorogo Lengkap
 Logo Kabupaten Ponorogo nyolong di www.kuwarasanku.blogspot.co.id

Menurut Babad Ponorogo (Purwowidjoyo;1997), sesudah Raden Katong hingga di wilayah Wengker, kemudian menentukan tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman ( yaitu di dusun Plampitan Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan sekarang). Melalui situasi dan kondisi yang penuh dengan hambatan, tantangan, yang tiba silih berganti, Raden Katong, Selo Aji, dan Ki Ageng Mirah beserta pengikutnya terus berupaya mendirikan pemukiman. Sekitar 1482 M eng konsulidasi wilayah mulai di lakukan.

Tahun 1482 – 1486 M, untuk mencapai tujuan menegakkan usaha dengan menyusun kekuatan, bertahap kesulitan tersebut sanggup teratasi, pendekatan kekeluargaan dengan Ki Ageng Kutu dan seluruh pendukungnya ketika itu mulai membuahkan hasil.

Dengan persiapan dalam rangka merintis mendirikan kadipaten didukung semua pihak, Bathoro Katong (Raden Katong) sanggup mendirikan Kadipaten Ponorogo pada simpulan kurun XV, dan ia menjadi adipati yang pertama.


ASAL – USUL NAMA PONOROGO
Mengutip buku Babad Ponorogo karya Poerwowidjojo (1997). Diceritakan, bahwa asal-usul nama Ponorogo bermula dari janji dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai Mirah, Selo Aji dan Joyodipo pada hari Jum'at ketika bulan purnama, bertempat di tanah lapang bersahabat sebuah gumuk (wilayah katongan sekarang). Didalam musyawarah tersebut di sepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan “Pramana Raga”yang hasilnya lama-kelamaan bermetamorfosis Ponorogo.

Pramana Raga terdiri dari dua kata: Pramana yang berarti daya kekuatan, diam-diam hidup, permono, wadi sedangkan Raga berarti badan,j asmani. Kedua kata tersebut sanggup ditafsirkan bahwa dibalik badan, wadak insan tersimpan suatu diam-diam hidup(wadi) berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluwamah, shufiah dan muthmainah. Manusia yang mempunyai kemampuan olah batin yang mantap dan mapan akan mnempatkan diri dimanapun dan kapanpun berada.



Baca juga :