Monday, October 29, 2018

Sejarah Kalender Hijriyah Lengkap

KALENDER HIJRIYAH

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: ??????? ??????; at-taqwim al-hijri), yakni kalender yang dipakai oleh umat Islam, termasuk dalam memilih tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, alasannya yakni pada tahun pertama kalender ini yakni tahun di mana terjadi insiden Hijrah-nya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk lebih banyak didominasi Islam, Kalender Hijriyah juga dipakai sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam memakai peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang memakai peredaran Matahari.

Penentuan dimulainya sebuah hari dan tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari dan tanggal dimulai pada pukul 00.00 dini hari waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dan tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di daerah tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun menurut rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), mempunyai 12 bulan dalam setahun. Dengan memakai siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya yakni (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan gres (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada dikala yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan dikala terjadinya bulan gres di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
https://caraphdanghmmm.blogspot.com/search?q=sejarah-kalender-hijriyah-lengkap

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) sehabis bulan gres (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat sehabis terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak sanggup terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada hukum khusus bulan-bulan mana saja yang mempunyai 29 hari, dan mana yang mempunyai 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang memutuskan insiden hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:
“  Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia membuat langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kau menganiaya diri kau dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kau semuanya; dan ketahuilah gotong royong Allah beserta orang-orang yang bertakwa. 

- At Taubah(9):36 -

Sebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah memakai bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak memutuskan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW yakni pada tahun gajah.Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur pada zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar kemudian mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka yakni Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan menurut milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan menurut pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima yakni seruan dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu menurut momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya baiklah dengan proposal Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam yakni pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab.

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
 yakni kalender yang dipakai oleh umat Islam Sejarah Kalender Hijriyah Lengkap
Nama-nama Bulan Hijriyah

Keterangan :
Tanda kurung merupakan tahun kabisat dalam kalender Hijriyah dengan metode sisa yaitu 2-3-3 yang berjumlah 11 buah yaitu 2,5,8,10,13,16,18,21,24,26 dan 29.


Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada dikala tengah malam. Berikut yakni nama-nama hari:

⇢↢ Al-Ahad (Ahad)
⇢↢ Al-Itsnayn (Senin)
⇢↢ Ats-Tsalaatsa' (Selasa)
⇢↢ Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu)
⇢↢ Al-Khamsah (Kamis)
⇢↢ Al-Jumu'ah (Jumat)
⇢↢ As-Sabt (Sabtu)

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun sehabis wafatnya Nabi Muhammad saw. Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada semenjak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Sistem kalender pra-Islam di Arab
Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis adonan antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan ekspresi dominan dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama insiden yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun di mana Muhammad saw lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", alasannya yakni pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, sekarang termasuk wilayah Ethiopia).

Pada era kenabian Muhammad saw, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 sehabis Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan yakni tahun kelahiran Muhammad saw sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam yakni tahun wafatnya Nabi Muhammad saw.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab memutuskan awal patokan penanggalan Islam yakni tahun di mana hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan sehabis menghilangkan seluruh bulan-bulan pemanis (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad saw. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang memakai sistem Kalender Hijriah yakni papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
 yakni kalender yang dipakai oleh umat Islam Sejarah Kalender Hijriyah Lengkap
Tanggal Penting Hijriyah


Rukyat yakni acara mengamati visibilitas hilal, yakni mengamati penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak sehabis bulan gres (ijtima). Rukyat sanggup dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik menyerupai teleskop. Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.

Sedangkan hisab yakni melaksanakan perhitungan untuk memilih posisi bulan secara matematis dan astronomis. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan di mana hilal (bulan sabit pertama sehabis bulan baru) sanggup terlihat. Hisab seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melaksanakan rukyat.
Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah, menyerupai bulan bulan ampunan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (di mana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha). Penentuan kapan hilal sanggup terlihat, menjadi motivasi ketertarikan umat Islam dalam astronomi. Ini menjadi salah satu pendorong mengapa Islam menjadi salah satu pengembang awal ilmu astronomi sebagai sains, lepas dari astrologi pada Abad Pertengahan.

Sebagian umat Islam beropini bahwa untuk memilih awal bulan, yakni harus dengan benar-benar melaksanakan pengamatan hilal secara eksklusif (rukyatul hilal). Sebagian yang lain beropini bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melaksanakan hisab (perhitungan matematis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Metode hisab juga mempunyai banyak sekali kriteria penentuan, sehingga seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah menyerupai puasa bulan ampunan atau Hari Raya Idul Fitri.

Menurut perhitungan, dalam satu siklus 30 tahun Kalender Hijriyah, terdapat 11 tahun kabisat dengan jumlah hari sebanyak 355 hari, dan 19 tahun dengan jumlah hari sebanyak 354 hari. Dalam jangka panjang, satu siklus ini cukup akurat sampai satu hari dalam sekitar 2500 tahun. Sedangkan dalam jangka pendek, siklus ini mempunyai deviasi 1-2 hari.

Microsoft memakai Algoritma Kuwait untuk mengkonversi Kalender Gregorian ke Kalender Hijriyah. Algoritma ini diklaim berbasis analisis statistik data historis dari Kuwait, namun dalam kenyataannya yakni salah satu variasi dari Kalender Hijriyah tabular.
Untuk konversi secara agresif dari Kalender Hijriyah ke Kalender Masehi (Gregorian), kalikan tahun Hijriyah dengan 0,97, kemudian tambahkan dengan angka 622.
Setiap 33 atau 34 tahun Kalender Hijriyah, satu tahun penuh Kalender Hijriyah akan terjadi dalam satu tahun Kalender Masehi. Tahun 1429 H kemudian terjadi sepenuhnya pada tahun 2008 M.


Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya mempunyai kemiripan. Pada era ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis Matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini dipakai sampai pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, menyerupai nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni memakai visibilitas Bulan (moon visibility) pada penentuan awal bulan (first month), Penanggalan Jawa telah memutuskan jumlah hari dalam setiap bulannya.

sumber : wikipedia

No comments:

Post a Comment