Wednesday, October 24, 2018

Sejarah Negara Azerbaijan Lengkap

Republik Azerbaijan (bahasa Azeri: Azərbaycan Respublikası) yakni sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. Republik Otonomi Nakhichevan (sebuah eksklave milik Azerbaijan) berbatasan dengan Armenia di sebelah utara, Iran di selatan, dan Turki di barat.

Azerbaijan yakni negara sekuler dan telah menjadi anggota dari Dewan Eropa semenjak 2001. Mayoritas populasi yakni Muslim Syiah dan turunan Turki barat, dikenal sebagai Azerbaijani, atau singkatnya Azeri. Negara ini resminya demokrasi, namun dengan peraturan otoritas kuat.


Sejarah awal penduduk daerah yang sekarang dikenal sebagai Azerbaijan ialah bangsa Albania Kaukasia, bangsa penutur bahasa-bahasa Kaukasus yang muncul di daerah ini sebelum rombongan besar orang yang karenanya menyerang Kaukasus. Secara historis Azerbaijan telah dilindungi banyak sekali bangsa, termasuk bangsa Persia, Yunani, Romawi, Armenia, Arab, Turki, Mongol dan Rusia.

Sejarah Negara Lainnya :

Sebuah kerikil prasasti dalam bahasa Albania kuno, ditemukan di kota Mingachevir, Azerbaijan. Kerajaan pertama yang muncul di Republik Azerbaijan masa sekarang ialah Mannae pada kurun ke-9 M, berlangsung sampai 616 SM ketika menjadi bab Kekaisaran Media, yang kemudian menjadi bab Kekaisaran Persia pada 549 M. Satrapi Atropatene dan Albania Kaukasia didirikan pada kurun ke-4 SM dan termasuk kurang lebih wilayah negara kebangsaan Azerbaijan dan bab selatan Dagestan masa kini.

 yakni sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya Sejarah Negara Azerbaijan Lengkap

Islam tersebar cepat di Azerbaijan menyusul futuhat pada kurun ke-7–8. Setelah kekuasaan Kekhalifahan Arab menyusut, beberapa negara semimerdeka telah terbentuk, kesultanan Shirvanshah menjadi salah satu darinya. Pada kurun ke-11, Turki Seljuk yang menaklukkan menjadi kekuatan lebih banyak didominasi di Azerbaijan dan meletakkan dasar etnis Azerbaijani masa kini. Pada kurun ke-13-14, negeri ini diserang bangsa Mongol-Tatar.

Azerbaijan yakni bab Kesultanan Persia Safavid selama kurun ke-15–18. Juga mengalami masa singkat perpecahan darah biru pada pertengahan kurun ke-18 sampai awal kurun ke-19, dan terdiri atas kekhanan-kekhanan yang merdeka. Menyusul Perang Persia-Rusia antara Kesultanan Persia Qajar, menyerupai Ganja, Guba, Baku dan kekhanan-kekhanan merdeka lainnya, dan Kekaisaran Rusia, Azerbaijan direbut Rusia melalui Perjanjian Gulistan pada 1813, dan Perjanjian Turkmenchay pada 1828, dan beberapa perjanjian yang lebih awal antara tsar Rusia dan para khan berakhir pada dasawarsa pertama kurun ke-19. Pada 1873, minyak ("emas hitam") ditemukan di kota Baku, ibu kota Azerbaijan nantinya. Dari awal kurun ke-20 hampir separuh cadangan minyak dunia disuling di Baku.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Rusia selama PD I, Azerbaijan bersama Armenia dan Georgia menjadi bab Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia yang berumur pendek. Saat republik itu bubar pada Mei 1918, Azerbaijan menyatakan kemerdekaan sebagai Republik Demokrasi Azerbaijan. RDA ialah negara republik berpenduduk mayoritas Muslim pertama di dunia dan hanya berlangsung 2 tahun, dari 1918 sampai 1920, sebelum Tentara Merah menyerang Azerbaijan. Pada Maret 1922, Azerbaijan, bersama dengan Armenia dan Georgia, menjadi bab RSFS Transkaukasia dalam Uni Soviet yang gres terbentuk. Pada 1936, RSFST bubar dan Azerbaijan menjadi republik bab RSUS sebagai RSS Azerbaijan.

Selama PD II, Jerman Nazi menyerang Uni Soviet. Tujuan utama serangan Operasi Edelweiss Adolf Hitler ialah mencaplok ibu kota kaya minyak Azerbaijan, Baku. Karena alasan perang, pekerja minyak Soviet diwajibkan bekerja tanpa henti dan warganegaranya menggali parit dan rintangan antitank untuk menghalau kemungkinan serangan musuh. Namun, Operasi Edelweiss gagal. Pasukan Jerman pertama kali gagal di pegunungan Kaukasus, mereka kalah telak dalam Pertempuran Stalingrad.

Pada 1990, orang Azeri berkumpul untuk memprotes kekuasaan Soviet dan menuntut kemerdekaan. Secara brutal demonstrasi itu ditindas oleh campur tangan Soviet dalam insiden yang sekarang disebut orang Azeri sebagai Januari Hitam. Namun pada 1991, Azerbaijan memproklamasikan kemerdekaannya ketika jatuhnya Uni Soviet. Sayangnya, tahun-tahun awal kemerdekaannya teralihkan dengan perang terhadap Armenia dan gerakan separatis Armenia atas tempat Nagorno-Karabakh. Meski ada gencatan senjata di tempat semenjak 1994, Azerbaijan belum memecahkan konflik dengan Armenia atas wilayah yang dominannya orang Armenia. Sejak selesai perang, Azerbaijan kehilangan kendali 14 - 16% daerahnya termasuk Nagorno-Karabakh sendiri. Sebagai akhir konflik, kedua negara menghadapi problem pengungsi dan orang telantar menyerupai kesulitan ekonomi.

Namun, mantan pemimpin Azeri Soviet Heydər Əliyev mengubah teladan ini di Azerbaijan dan mulai mengeksploitasi cadangan minyaknya yang kaya di Baku, sesuatu yang menciptakan Azerbaijan terkenal. Heyder Eliyev juga membersihkan perjudian dan sanggup menekan tingkat pengangguran di negara itu. Ia juga mencari korelasi lebih bersahabat dengan Turki ketika secara serentak menciptakan perjuangan memecahkan konflik Karabakh secara hening dengan Armenia. Namun, keadaan politik di Azerbaijan tetap tegang khususnya sesudah Heydar Aliyev, ketika kematiannya, menentukan putranya Ilham menyandang jabatan presiden. Kekuatan oposisi Azeri tak puas dengan pergantian dinasti ini dan menuntut pemerintahan demokratis.



Kini, dalam problem sejarah, penandaan istilah Azerbaijan telah bervariasi dari penandaan geografi historisnya dan ini telah menjadikan beberapa diskusi politik. Ada beberapa hipotesis yang berkaitan dengan asal nama "Azerbaijan." Teori yang paling umum ialah secara eponim Azerbaijan dinamai berdasarkan Atropates, satrap (gubernur) bangsa Media Iran, yang menguasai sebuah tempat yang ditemukan di Azarbaijan Iran modern yang disebut Atropatene. Dipercaya nama Atropates diturunkan dari akar Bahasa Persia Kuno yang berarti "dilindungi oleh api."

Ada pula pendapat lain yang menyampaikan bahwa istilah ini ialah Turkifikasi tipis dari Azarbaijan, versi nama Persia orisinil yang diarabkan Âzarâbâdagân, tersusu atas âzar+âbadag+ân (âzar=api; âbâdag=daerah olahan; ân=akhiran jamak); bahwa secara tradisional kata itu berarti "tanah api abadi" atau "tanah api", yang mungkin menyatakan secara tak pribadi kuil api Zoroastrianisme di negeri ini. Beberapa sejarawan Azeri beropini bahwa nama itu tersusun atas 4 unsur bahasa Azerbaijan: az+er+bay+can, yang berarti "tanah orang Az yang pemberani" atau "sebuah tempat yang ditinggikan untuk kaum hartawan dan agung." Secara puitis Azerbaijan juga disebut Odlar Yurdu ("Negeri Api (Abadi)").

Sumber : Wikipedia

No comments:

Post a Comment