Wednesday, November 7, 2018

Biografi Imam Madzhab Lengkap

Mazhab (bahasa Arab: ????, madzhab) ialah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jikalau cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan hebat agama Islam, yang dinamakan mazhab ialah metode (manhaj) yang dibuat sehabis melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang terperinci batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah.

Pengertian ulama fiqih
Mazhab berdasarkan ulama fiqih, ialah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh spesialis fiqih mujtahid, yang berbeda dengan hebat fiqih lain, yang menghantarkannya menentukan sejumlah aturan dalam daerah ilmu furu'. Ini ialah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus.

Pembagian Mazhab
Mazhab yang dipakai secara luas ketika ini antara lain mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafi'i dan mazhab Hambali dari kalangan Sunni. Sementara kalangan Syi'ah mempunyai mazhab Ja'fari, Ismailiyah dan Zaidiyah.

Baca disini :



Sunni
Sunni atau lebih dikenal dengan Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, terdapat empat mazhab yang paling banyak diikuti oleh Muslim Sunni. Di dalam dogma Sunni, empat mazhab yang mereka miliki valid untuk diikuti, perbedaan yang ada pada setiap mazhab tidak bersifat fundamental. Sedangkan untuk Sunni dari kalangan Salafiyah, memakai semua mahzab dengan dalil yang berpengaruh sebagai pedoman dalam menjalani ritual keagamaan dan lain-lainnya.
Hanafi
Didirikan oleh Imam Abu Hanifah, Mazhab Hanafi ialah yang paling lebih banyak didominasi di dunia Islam (sekitar 45%), penganutnya banyak terdapat di Asia Selatan (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bab Utara, separuh Irak, Syria, Libanon dan Palestina (campuran Syafi'i dan Hanafi), Kaukasia (Chechnya, Dagestan).
Maliki
Didirikan oleh Imam Malik, diikuti oleh sekitar 25% muslim di seluruh dunia. Mazhab ini lebih banyak didominasi di negara-negara Afrika Barat dan Utara. Mazhab ini mempunyai keunikan dengan menyodorkan tatacara hidup penduduk Madinah sebagai sumber aturan alasannya ialah Nabi Muhammad hijrah, hidup, dan meninggal di sana; dan adakala kedudukannya dianggap lebih tinggi dari hadits.
Syafi'i
Dinisbatkan kepada Imam Syafi'i mempunyai penganut sekitar 28% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar terutama di Indonesia, Turki, Irak, Syria, Iran, Mesir, Somalia, Yaman, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura, Filipina, Sri Lanka dan menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei.
Hambali
Dimulai oleh para murid Imam Ahmad bin Hambal. Mazhab ini diikuti oleh sekitar 5% muslim di dunia dan lebih banyak didominasi di daerah semenanjung Arab. Mazhab ini merupakan mazhab yang ketika ini dianut di Arab Saudi.
Syi'ah
Syi'ah atau lebih dikenal lengkapnya dari kalimat bersejarah Syi`ah `Ali pada awal mula perkembangannya juga banyak mempunyai aliran. Namun hanya tiga fatwa yang masih ada hingga sekarang, yaitu Itsna 'Asyariah (paling banyak diikuti), Ismailiyah dan Zaidiyah. Di dalam dogma utama Syi'ah, Ali bin Abu Thalib dan anak-cucunya dianggap lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai khalifah dan imam bagi kaum muslimin. Di antara ketiga mazhab Syi'ah terdapat perbedaan dalam hal siapa saja yang menjadi imam dan pengganti para imam tersebut pada ketika ini.
Ja'fari
Mazhab Ja'fari atau Mazhab Dua Belas Imam (Itsna 'Asyariah) ialah mazhab dengan penganut yang terbesar dalam Muslim Syi'ah. Dinisbatkan kepada Imam ke-6, yaitu Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Keimaman kemudian berlanjut yaitu hingga Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-Asykari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kadzim bin Ja'far ash-Shadiq. Mazhab ini menjadi mazhab resmi dari Negara Republik Islam Iran.
Ismailiyah
Mazhab Ismaili atau Mazhab Tujuh Imam beropini bahwa Ismail bin Ja'far ialah Imam pengganti ayahnya Jafar as-Sadiq, bukan saudaranya Musa al-Kadzim. Dinisbatkan kepada Ismail bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Garis Imam Ismailiyah hingga ke Imam-imam Aga Khan, yang mengklaim sebagai keturunannya.
Zaidiyah
Mazhab Zaidi atau Mazhab Lima Imam beropini bahwa Zaid bin Ali merupakan pengganti yang berhak atas keimaman dari ayahnya Ali Zainal Abidin, ketimbang saudara tirinya, Muhammad al-Baqir. Dinisbatkan kepada Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Setelah selesai hayat imam ke-4, Ali Zainal Abidin, yang ditunjuk sebagai imam selanjutnya ialah anak sulung ia yang berjulukan Muhammad al-Baqir, yang kemudian diteruskan oleh Ja'far ash-Shadiq. Zaid bin Ali menyatakan bahwa imam itu harus melawan penguasa yang zalim dengan pedang. Setelah Zaid bin Ali syahid pada masa Bani Umayyah, ia digantikan anaknya Yahya bin Zaid.
Khawarij
Mazhab Khawarij meliputi sejumlah fatwa dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib, kemudian menolaknya alasannya ialah melaksanakan takhrif (perdamaian) dengan Muawiyah bin Abu Sufyan yang mereka anggap zalim. Awalnya mazhab ini berpusat di daerah Irak bab selatan. Kaum Khawarij umumnya fanatik dan keras dalam membela mazhabnya, serta mempunyai pemahaman tekstual Al-Quran yang berbeda dari Sunni dan Syi'ah.

sumber : wikipedia

Baca disini :

Tuesday, November 6, 2018

Sejarah Kerajaan Sribangun Budha Lengkap

Sejarah Kota Bangun (Sri Bangun) Sebuah Kerajaan Dengan Corak Budha. Kota Bangun terletak sekitar 88 Km dari Tenggarong Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara, terletak di sisi kiri pulang kampung Sungai Mahakam. Merupakan sebuah daerah yang mempunyai sejarah peradaban lama. Bekas wilayah Kerajaan Sri Bangun dengan Rajanya yang paling populer berjulukan Qeva.

Sri Bangun diperkirakan merupakan negeri bawahan dari Kerajaan Martadipura, namun berbeda dengan Martadipura yang Hindu, Kerajaan ini malah menunjukkan corak sebagai Kerajaan Budha dengan ditemukannya beberapa peninggalan menyerupai Arca Budha Pengembara dari Perunggu, dan Patung Lembu Nandi yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Singa Noleh.


 Km dari Tenggarong Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara Sejarah Kerajaan Sribangun Budha Lengkap
Ilustrasi Kerajaan

Keberadaan Patung Lembu Nandi itu terletak di sebuah dataran tinggi yang berhadapan pribadi dengan Sungai Mahakam, di mana pada arah Ulunya ada sebuah Danau yang berjulukan Kedang Murung tempat ini kini dikenal sebagai Situs Sri Bangun.

Strategisnya Situs Sri Bangun ini juga dimanfaatkan Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Salehuddin, sebagai wadah pengungsian saat kalah perang melawan Pasukan Belanda pada tahun 1844. Ditempat itu Sultan bersama keluarga dan mentrinya beserta Ratusan Pengawal membangun kubu pertahanan serta beberapa istana sementara.

Situs Sri Bangun ini sampai kini tetap di keramatkan penduduk Kutai Kartanegara, alasannya yakni dipercaya Kerajaan Sri Bangun yang memang misterius tersebut, sampai kini masih ada secara gaib. Banyak warga yang telah melihat bayangan Istana megah di wilayah pada waktu-waktu tertentu, terkadang pula ditemukan beberapa lelaki dan perempuan misterius yang apabila diikuti menghilang begitu saja.

sumber : ariankula

Monday, November 5, 2018

Legenda Timun Emas Lengkap

Legenda Timun Emas. Di suatu desa hiduplah seorang janda renta yang berjulukan mbok Sarni. Tiap hari ia menghabiskan waktunya sendirian, sebab mbok Sarni tidak mempunyai seorang anak. Sebenarnya ia ingin sekali mempunyai anak, supaya sanggup membantunya bekerja.

Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. Hei, mau kemana kamu?, tanya si Raksasa. Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah saya lewat, jawab mbok Sarni. Hahahaha…. kau boleh lewat sesudah kau memberiku seorang anak insan untuk saya santap, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, Tetapi saya tidak mempuyai anak.

\Setelah mbok Sarni menyampaikan bahwa ia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, Wahai perempuan tua, ini saya berikan kau biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan sesudah dua ahad kau akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku sesudah usianya enam tahun.

Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan sesudah dibelah ternyata isinya yaitu seorang bayi yang sangat manis jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.

Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat besar hati sekali sebab rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya sanggup selesai dengan cepat sebab pertolongan timun emas.

Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin remaja anak ini, maka semakin yummy untuk di santap. Si Raksasa pun oke dan meninggalkan rumah mbok Sarni.

Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, sebab itu tiap hari mbok Sarni mencari logika bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan alhasil pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu supaya timun emas menemui petapa di Gunung.

Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita perihal maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kau dikejar oleh raksasa itu, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan eksklusif menyimpan bungkusan dari sang petapa.

Paginya raksasa tiba lagi untuk menagih janji. Wahai perempuan tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, sebab saya sangat sayang padanya. Lebih baik saya saja yang kau santap. Raksasa tidak mau mendapatkan anjuran dari mbok Sarni itu, dan alhasil murka besar. Mana anak itu? Mana timun emas?, teriak si raksasa.

Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari daerah sembunyinya.Aku di sini raksasa, tangkaplah saya jikalau kau bisa!!!, teriak timun emas.

Raksasa pun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, sebab batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi alhasil si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mngejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah sebab tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.

Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan gampang dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas alhasil menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.

Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, sebab sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup senang dan damai.

Sunday, November 4, 2018

Sejarah Kabupaten Probolinggo Lengkap

Sejarah Kabupaten Probolinggo Lengkap

Ketika seluruh Wilayah Nusantara sanggup dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit tahun 1357 M ( Th.1279 Saka ), Maha Patih Mada telah sanggup mewujudkan ikhrarnya dalam Sumpah Palapa,menyambut keberhasilan ini, Sang Maha Raja Prabu Hayam Wuruk berkenan berpesiar keliling negara. Perjalanan muhibah ini terealisasi pada tahun 1359 ( Th 1281 Saka ).

Menyertai perjalanan bersejarah ini,Empu Prapanca seorang pujangga jago sastra melukiskan dengan kata-kata, Sang Baginda Prabu Hayam Wuruk merasa suka cita dan kagum,menyaksikan panorama alam yang sangat mempesona di daerah yang disinggahi ini. 

Masyarakatnya ramah,tempat peribadatannya manis dan tenang,memberikan ketentraman dan kedamaian serta mengesankan. Penyambutannya meriah aneka suguhan disajikan, menciptakan Baginda bersantap dengan lahap. 

Taman dan darma pasogatan yang elok permai menjadikan Sang Prabu terlena dalam kesenangan dan menjadi kerasan.

Ketika rombongan tamu agung ini hendak melanjutkan perjalanan, Sang Prabu diliputi rasa sedih alasannya yakni enggan untuk berpisah. Saat perpisahan diliputi rasa murung cita, bercampur bangga. Karena Sang Prabu Maha Raja junjungannya berkenan mengunjungi dan singgah berlama-lama di tempat ini. 

Sejak itu warga disini menandai tempat ini dengan sebutan Prabu Linggih. Artinya tempat persinggahan Sang Prabu sebagai tamu Agung. Sebutan Prabu Linggih selanjutnya mengalami proses perubahan ucap sampai lalu bermetamorfosis Probo Linggo. Maka sebutan itu sekarang menjadi Probolinggo.

Saturday, November 3, 2018

Sejarah Kabupaten Sidoarjo Lengkap

Kabupaten Sidoarjo yaitu sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya yaitu Sidoarjo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam daerah Gerbangkertosusila.

Sidoarjo dulu dikenal sebagai sentra Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo berjulukan Sidokare, yang merupakan bab dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih berjulukan R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, menurut Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bab yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. 


Sejarah Kabupaten Sidoarjo Lengkap

Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan. Ia yaitu putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang mempunyai konotasi kurang cantik diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo. Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. 

Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan. Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati alasannya wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya. Pada masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang). 

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang mengalah pada Sekutu. Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini. Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan sentra pemerintahan Sidoarjo ke Porong. Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda. 

Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan. Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo kemudian dipindahkan lagi ke daerah Jombang. Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan ibarat pada masa kolonial dulu. 

Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bab dalam Republik Indonesia Serikat. Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949. Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil janji Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.


Geografi

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai alasannya aneka macam potensi yang ada di daerahnya ibarat industri dan perdagangan, pariwisata, serta perjuangan kecil dan menengah sanggup dikemas dengan baik dan terarah. 

Dengan adanya aneka macam potensi daerah serta derma sumber daya insan yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional. Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112o5’ dan 112o9’ Bujur Timur dan antara 7o3’ dan 7o5’ Lintang Selatan.

Topografi

Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, mencakup 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bab timur Wilayah Bagian Tengah yang basah tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan bahari merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi 40,81 %. Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan bahari merupakan daerah pertanian. Meliputi 29,20%
Hidrogeologi

Daerah air tanah, payau, dan air asin mencapai luas 16.312.69 Ha. Kedalaman air tanah rata-rata 0–5 m dari permukaan tanah.
Hidrologi

Kabupaten Sidoarjo terletak di antara dua anutan sungai yaitu Kali Surabaya dan Kali Porong yang merupakan cabang dari Kali Brantas yang berhulu di kabupaten Malang.
Klimatologi

Beriklim topis dengan dua musim, trend kemarau pada bulan Juni hingga Bulan Oktober dan trend hujan pada bulan Nopember hingga bulan Mei.

Struktur Tanah
Alluvial kelabu seluas 6.236,37 Ha Assosiasi Alluvial kelabu dan Alluvial Coklat seluas 4.970,23 Ha Alluvial Hidromart seluas 29.346,95 Ha Gromosal kelabu Tua Seluas 870,70 Ha

Sumber : Wikipedia

Friday, November 2, 2018

Legenda Jaka Tarub Lengkap

Legenda Jaka Tarub ialah salah satu dongeng rakyat yang diabadikan dalam naskah terkenal Sastra Jawa Baru, Babad Tanah Jawi.

Alur dongeng Legenda Jaka Tarub Lengkap

Legenda Jaka Tarub mempunyai banyak versi, namun versi yang "standar", sebagaimana tertera pada Babad Tanah Jawi, mempunyai alur sebagai berikut.

Jaka Tarub ialah seorang cowok gagah yang mempunyai kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di daerah gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, alasannya ialah tidak menemukan selendangnya, tidak bisa kembali dan jadinya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya alasannya ialah hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub kemudian muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang berjulukan Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub alasannya ialah hari sudah senja.

Baca Juga : Legenda Timun Emas, Misteri di Gunung Srandil Cilacap, Misteri Gunung Slamet

Legenda Jaka Tarub Lengkap

Singkat cerita, keduanya kemudian menikah. Dari kesepakatan nikah ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub biar tidak sekali-kali menanyakan diam-diam kebiasaan dirinya kelak sesudah menjadi isteri. Rahasia tersebut ialah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi memakai hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang ingin tau tidak menanyakan tetapi pribadi membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi menyerupai umumnya perempuan biasa.

Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung.

Nawangwulan yang murka mengetahui jikalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut mengancam meninggalkan Jaka Tarub. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela tiba ke marcapada untuk menyusui bayi Nawangsih.

Pernikahan Nawangsih

Jaka Tarub kemudian menjadi pemuka desa bergelar Ki Ageng Tarub, dan akrab dengan Brawijaya raja Majapahit. Pada suatu hari Brawijaya mengirimkan keris pusaka Kyai Mahesa Nular supaya dirawat oleh Ki Ageng Tarub.

Utusan Brawijaya yang memberikan keris tersebut berjulukan Ki Buyut Masahar dan Bondan Kejawan, anak angkatnya. Ki Ageng Tarub mengetahui jikalau Bondan Kejawan bahwasanya putra kandung Brawijaya. Maka, cowok itu pun diminta biar tinggal bersama di desa Tarub.

Sejak ketika itu Bondan Kejawan menjadi anak angkat Ki Ageng Tarub, dan diganti namanya menjadi Lembu Peteng. Ketika Nawangsih tumbuh dewasa, keduanya pun dinikahkan.

Setelah Jaka Tarub meninggal dunia, Lembu Peteng alias Bondan Kejawan menggantikannya sebagai Ki Ageng Tarub yang baru. Nawangsih sendiri melahirkan seorang putra, yang sesudah cukup umur berjulukan Ki Getas Pandawa.

Ki Ageng Getas Pandawa kemudian mempunyai putra bergelar Ki Ageng Sela, yang merupakan kakek buyut Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Kisah ini berputar pada kehidupan tokoh utama yang berjulukan Jaka Tarub ("pemuda dari Tarub"). Setelah cukup umur ia digelari Ki Ageng Tarub. Ki Ageng Tarub ialah tokoh yang dianggap sebagai leluhur dinasti Mataram, dinasti yang menguasai politik tanah Jawa - sebagian atau seluruhnya - semenjak masa ke-17 sampai sekarang. Menurut sumber masyarakat di desa Widodaren, Gerih, Ngawi, kejadian ini terjadi di desa tersebut. Sebagai bukti masyarakat setempat percaya alasannya ialah terdapat petilasan makam Jaka Tarub di desa tersebut. Rata-rata masyarakat setempat yang sudah lanjut usia tahu jalan dongeng Jaka Tarub dengan 7 bidadari. Nama desa Widodaren itu dipercayai masyarakat setempat berasal dari kata widodari yang berarti dalam bahasa Indonesia ialah bidadari. Di desa ini juga terdapat sendang yang konon dulu ialah tempat para bidadari mandi dan Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari.

Analisis Kisah Jaka Tarub

Artikel Sejarah Lainnya :
Sejarah Danau Toba
Legenda Putri Duyung Lengkap
Sejarah Ratu Laut Selatan Lengkap

Babad Tanah Jawi ialah naskah sejarah Kesultanan Mataram. Pemberitaan wacana Panembahan Senapati dan para penggantinya memang mendekati fakta sejarah. Akan tetapi kisah-kisah sebelum Panembahan Senapati cenderung bersifat khayal, terutama seputar Kerajaan Majapahit.

Ada yang berpendapat, Kesultanan Mataram didirikan oleh keluarga petani, bukan keluarga bangsawan. Oleh alasannya ialah itu, demi menerima legitimasi dan pengukuhan dari rakyat Jawa, diciptakanlah tokoh-tokoh mitos yang serba istimewa sebagai leluhur raja-raja Mataram.

Dalam hal ini, tokoh Nawangsih yang dinikahi Bondan Kejawan disebut sebagai perempuan istimewa. Nawangsih merupakan anak adonan antara insan dan bidadari. Kisah ini mengingatkan pada tokoh Ken Arok dalam Pararaton. Pihak Majapahit juga ingin menawarkan bahwa leluhur mereka, yaitu Ken Arok ialah insan istimewa setengah dewa.

Sumber : wikipedia.org

Thursday, November 1, 2018

Profil Mentari Komputer Buayan

Komputer, Printer dan Laptop pada masa kini ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, baik untuk kalangan pribadi/ personal, sekolahan, kantor pemerintah dan bagi pemilik usaha. Yang tak kalah penting, kebutuhan akan penggunaan peralatan tersebut juga diharapkan untuk menunjang fasilitas aktifitas kehidupan manusia.

Karena kebutuhan tersebut itulah semakin banyak juga produsen yang memproduksi dengan banyak sekali brand dan model dan kualitas yang selalu bersaing.
Untuk itulah, dirasa perlu adanya sebuah perjuangan dengan nama Mentari Komputer yang bergerak di bidang Jasa Service, Perawatan, dan juga menyediakan spartepart yang dibutuhkan.


Mentari Komputer ialah sebuah perjuangan wiraswasta yang memfokuskan diri dalam Jasa Service & Perawatan Komputer, Printer dan Laptop.


Dalam perkembangan, Mentari Komputer menjajaki wilayah jasa untuk Wilayah Kabupaten Kebumen, mencakup Kecamatan Buayan, Kecamatan Kuwarasan, Kecamatan Sempor, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karanggayam, Kecamatan Alian, Kecamatan Ambal. Perkembangan yang baik merupakan hasil dari perjuangan terus menerus untuk memuaskan konsumen dengan menjaga kualitas dan meningkatkan pelayanan.

Menjadi perjuangan yang siap melayani Jasa Service & Perawatan Komputer, Printer dan Laptop dan sanggup menawarkan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai kualitas terbaik dan memenuhi kepuasan konsumen / pelanggan.

Meningkatkan kemampuan pelayanan yang sederhana dan cepat untuk menjadi lebih baik kepada konsumen / pelanggan.


PROFIL USAHA
Nama Usaha   : Mentari Komputer
NPWP             : 72.050.335.8-523.000
Blog                 : www.mentarikomp.blogspot.co.id
Nama Pemilik : Kriswantoro
Alamat Rumah: Rt 1 Rw 1 Desa Gandusari Kec. Kuwarasan Kab. Kebumen
Alamat Usaha : Jl. Karangbolong – Buayan Selatan Polsek Buayan ± 103 m
Nomor HP       : 08179895249 – 081327524949