Saturday, November 3, 2018

Sejarah Kabupaten Sidoarjo Lengkap

Kabupaten Sidoarjo yaitu sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya yaitu Sidoarjo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam daerah Gerbangkertosusila.

Sidoarjo dulu dikenal sebagai sentra Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo berjulukan Sidokare, yang merupakan bab dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih berjulukan R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, menurut Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bab yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. 


Sejarah Kabupaten Sidoarjo Lengkap

Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan. Ia yaitu putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang mempunyai konotasi kurang cantik diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo. Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. 

Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan. Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati alasannya wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya. Pada masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang). 

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang mengalah pada Sekutu. Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini. Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan sentra pemerintahan Sidoarjo ke Porong. Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda. 

Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan. Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo kemudian dipindahkan lagi ke daerah Jombang. Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan ibarat pada masa kolonial dulu. 

Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bab dalam Republik Indonesia Serikat. Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949. Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil janji Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.


Geografi

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai alasannya aneka macam potensi yang ada di daerahnya ibarat industri dan perdagangan, pariwisata, serta perjuangan kecil dan menengah sanggup dikemas dengan baik dan terarah. 

Dengan adanya aneka macam potensi daerah serta derma sumber daya insan yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional. Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112o5’ dan 112o9’ Bujur Timur dan antara 7o3’ dan 7o5’ Lintang Selatan.

Topografi

Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, mencakup 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bab timur Wilayah Bagian Tengah yang basah tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan bahari merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi 40,81 %. Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan bahari merupakan daerah pertanian. Meliputi 29,20%
Hidrogeologi

Daerah air tanah, payau, dan air asin mencapai luas 16.312.69 Ha. Kedalaman air tanah rata-rata 0–5 m dari permukaan tanah.
Hidrologi

Kabupaten Sidoarjo terletak di antara dua anutan sungai yaitu Kali Surabaya dan Kali Porong yang merupakan cabang dari Kali Brantas yang berhulu di kabupaten Malang.
Klimatologi

Beriklim topis dengan dua musim, trend kemarau pada bulan Juni hingga Bulan Oktober dan trend hujan pada bulan Nopember hingga bulan Mei.

Struktur Tanah
Alluvial kelabu seluas 6.236,37 Ha Assosiasi Alluvial kelabu dan Alluvial Coklat seluas 4.970,23 Ha Alluvial Hidromart seluas 29.346,95 Ha Gromosal kelabu Tua Seluas 870,70 Ha

Sumber : Wikipedia

No comments:

Post a Comment