Friday, December 7, 2018

Sejarah Isa Almasih Lengkap [Menurut Islam]

AL MASIH : KESAKSIANNYA MENURUT SEJARAH

SIFAT DAN KEKUASAANNYA                                

Isa Al Masih, Kelahiran seorang Perawan
Isa Al Masih, Orang yang Tidak Berdosa                   

Isa Al Masih, yang Diberkati                                       

Sebagai Manusia yang Memberi Petunjuk yang Jelas

Kemampuannya Mengetahui yang Ghaib
Kemampuannya Melakukan Mujizat
Kemampuannya untuk Mencipta
Kemampuannya untuk Menghidupkan yang Mati


PENGAKUAN ALLAH ADALAH LEBIH AGUNG

Para Nabi Menulis perihal Dia                                     

Al Masih Disujud ketika masih dalam Kandungan   

Al Masih Diberi Wahyu yang Sempurna                       

Al Masih Diperkuat oleh Roh Suci                                

Al Masih Berkedudukan bersahabat dengan Allah            

Al Masih Diangkat bersahabat ke Sisi Allah                         

Al Masih Sebagai Pengetahuan Hari Kiamat            

Al Masih, Orang yang Terpilih oleh Allah dalam Pertempuran Terakhir                               

Al Masih yang Maha Tinggi Selamanya                         

SIFAT DAN KEKUASAANNYA

Dalam Bahagian Pertama kita telah menggambarkan Isa Al Masih yang akan muncul di masa mendatang.  Dalam Bahagian ini kita akan menggambarkan Isa Al Masih yang tampil sebagai tokoh historis.  Kita lihat pengungkapan tabiat Isa Al Masih dari Al-Qur’an, berdasarkan ulasan para akhli kitab dan karya tulis kaum Sufi/Akhli Tasawuf.


Isa Al Masih, Kelahiran Seorang Perawan

Al-Qur’an dengan terang menyampaikan bahwa Isa dilahirkan dari seorang perawan.  Kejadiannya digambarkan sebagai berikut:
Dan ingat pulalah ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam! Sesungguhnya Allah memberikan isu gembira dengan sebuah Kata Cipta daripada-Nya, namanya Al Masih, Isa bin Maryam, orang terhormat di dunia dan di akhirat, termasuk orang-orang yang bersahabat kepada Allah ...

Kata Maryam: “Wahai Tuhanku!  Bagaimana saya sanggup memperoleh anak, padahal saya belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?” Allah berfirman dengan perantaraan Malaikat Jibril: “Begitulah.  Allah membuat apa yang Dia kehendaki.  Bila Dia menghendaki sesuatu, hanya tinggal, mengucapkan saja “Kun” kemudian jadilah ia.’

Dari ayat tersebut kita bisa melihat bahwa Maryam belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun dan kelahiran Isa Al Masih kasatmata sebagai suatu keputusan Allah.  Keunikan Isa Al Masih masuk ke dalam sejarah bukan semata-mata suatu insiden alam, tetapi merupakan suatu mujizat yang disengaja mempunyai satu maksud, di mana Al-Qur’an menyatakan:

Allah mengetahui isi kandungan setiap perempuan, baik kandungan yang kurang, maupun yang berlebih.  Segala-galanya di sisi Allah serba berukuran.

Pengetahuan Allah atas hal tersebut dan maksudnya secara rinci atas ciptaanNya lebih jauh ditekankan dalam penyataan berikut:

Kami tidak mengakibatkan ruang angkasa yang amat luas dan persada bumi yang terhampar ini, begitu juga apa-apa yang berada di antara keduanya, secara main-main.

Allah tidak melaksanakan hal-hal yang sia-sia, tetapi segala-galanya diciptakan atas kebijakan-Nya yang Maha Agung dan 5memiliki maksud tertentu.  Kaprikornus sementara Allah memutuskan bahwa setiap insan ditakdirkan lahir akhir bersatunya pria dan perempuan, Ia juga memutuskan Isa lahir dari Maryam yang tidak disentuh oleh laki-laki.  Hal ini diterima tanpa suatu perdebatan oleh para ilmuwan Muslim.  Keunikan dari ratifikasi tersebut diungkapkan oleh Shabestari dalam penyataannya sebagai berikut:

Jelas tidak ada orang yang dilahirkan tanpa bapa, hanya seorang saja yakni Isa yang hidup atau hadir di dunia ini.


Isa Al Masih, Orang yang Tidak Berdosa

Salah satu sifat yang unik dari Isa Al Masih yakni ia tidak berdosa, sementara insan lainnya bahkan nabi-nabi sekalipun, di suatu ketika sadar atau tidak sadar pernah bersalah dalam pikiran atau perbuatannya. Hanya Isa Al Masihlah yang tetap suci.

Di dalam Al-Qur’an banyak bukti-bukti yang memperlihatkan Adam, Musa dan Muhammad semuanya pernah berdosa.  Ibrahim sendiri menemukan dirinya perlu bertaubat, meskipun hubungannya dengan Allah bersahabat dan Al-Qur’an sendiri mengungkapkannya dalam suatu soal jawab dengan Allah suatu waktu, ayat itu berbunyi ibarat berikut:

Setelah Ibrahim merasa rasa takutnya  hilang bahkan mendapat isu gembira, mulailah beliau berbincang-bincang dengan Kami perihal kaum Luth

Meskipun Ibrahim sangat bersahabat dengan Allah, ia masih mengungkapkan perlunya meminta pengampunan kehadirat Allah:
“Yang membuat aku, dan Dia-lah yang menunjuki aku.  Dan yang memberi makan dan minum-ku.  Jika saya sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku. Dia yang mematikanku, kemudian Dia pula yang menghidupkanku kembali di akhirat.  Dia-lah yang sangat kuharapkan sudi mengampuni kesalahanku pada Hari Pembalasan”.

Musa yang dikasihi Allah di mana Dia pribadi berbicara dengannya, juga menemukan beliau perlu meminta pengampunan setelah ia menyerang dan membunuh seorang warga Mesir, dan mengatakan:

Musa berdoa: “Ya Tuhanku!  Bahwasanya saya telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri, alasannya yakni itu ampunilah aku”.  Lalu Allah mengampuninya.  Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Penyayang. [8]

Begitupun Daud meminta pengampunan Tuhannya sambil menjatuhkan dirinya ke tanah, bersujud dan meminta ampunan. [9]

Jadi ketiga Nabi tersebut: Ibrahim, Musa dan Daud menyadari perlunya pengampunan dari Allah.

Nabi Muhammad juga menemukan dosa-dosanya, sebelum ia diangkat sebagai nabi, di mana ia merasa berat
menanggungnya.  Hal ini dibenarkan dalam Al-Qur’an:

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?  Dan Kami telah menurunkan bebanmu yang telah memberati punggungmu?”

Beban yang dipikul Nabi Muhammad di punggungnya bukan berupa beban fizikal, tetapi beban rohaniah .  Kata (Wezr) yang diterjemahkan sebagai “beban” dalam ayat tersebut di atas merupakan kata  khusus yang bererti dosa dalam bahasa Al-Qur’an.  Contoh dalam Al-Qur’an 16:25 yang menyatakan: “Kami takdirkan mereka berucap demikian, supaya mereka memikul dosanya (awzar, jamak kepada wezr) sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, berikut dengan seBahagian dosa dari orang-orang yang mereka sesatkan alasannya yakni tidak mengetahui.  Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul.” (Lihat juga pada Al-Qur’an 6:31, 6:164, 17:15, 20:100, 35:18).

Sementara Al-Qur’an menyatakan dosa-dosa yang terdahulu dalam fakta kehidupan Nabi Muhammad, dikatakan juga perihal dosa-dosa “kemudian”:

Supaya Allah mengampuni dosamu yang telah kemudian dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan memimpinmu ke jalan yang lurus.
Ini juga disahkan oleh Hadis yang menyampaikan Nabi Muhammad dahulu terbiasa  ‘memohon pengampunan dan menghadap Allah bertaubat lebih dari tujuh puluh kali sehari’  Bukhari mencatat doa Muhammad meminta pengampunan sebagai berikut:

Ya, Allah! Ampunilah kesalahan-kesalahanku dan kelalaianku yang melampaui batas kebenaran dalam perbuatan-perbuatanku; dan ampunilah apa saja yang Engkau paling ketahui daripadaku sendiri. Ya Allah! Ampunilah kesalahan-kesalahanku yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, yang tidak disadari sebagai olok-olok atau yang lebih berat, dan semua yang ada dalam diriku

Memang benar ia terus meminta pengampunan hingga nafasnya yang penghabisan.

Dosa-dosa seluruh umat insan dibenarkan lebih jauh lagi oleh Hadis yang mengatakan: ‘Syetan selalu bercokol dalam pikiran insan ibarat darah mengalir dalam tubuhnya.”

Kecuali seorang insan yang oleh Al-Qur’an ataupun Hadis dianggap suci dari dosa yakni Isa Al Masih.  Ia tidak pernah berbuat dosa, tidak berbuat kesalahan dan tidak pernah melewati batas-batas yang telah ditetapkan Allah secara sengaja atau alasannya yakni berbuat bodoh, secara olok-olok atau secara serius, secara sengaja ataupun tidak sengaja.  Isa Al Masih digambarkan dalam Al-Qur’an 19:19 sebagai ‘seorang putera yang suci (zakeyia)’ , bahkan sebelum dilahirkan.  Baidawi menjelaskan bahwa ‘seorang anak yang suci berarti suci dari dosa-dosa’.  Di dalam seluruh ayat-ayat Al-Qur’an, tidak ada lagi yang digambarkan sebagai yang suci kecuali Isa Al Masih.

Hadis juga menyatakan bahwa Isa Al Masih sebagai orang yang tidak berdosa. Bukhari, misalnya mengaitkannya dengan Hadis berikut:

Ketika setiap orang dilahirkan (tersurat: semua anak Adam begitu semasa mereka dilahirkan), Syetan menyentuh (tersurat: menggosok) kedua belah badannya dari kanan dan dari kiri dengan kedua jarinya, kecuali Isa anak Maryam, meskipun ia juga dicoba tapi tidak berhasil.

Baidawi menerangkan arti dari ‘sentuhan atau gosokan’ Syetan sebagai ‘upaya menarik hati setiap bayi yang gres lahir sehingga anak tersebut bisa dipengaruhinya’. [19]   Syetan, musuh berbuyutan Allah dengan demikian berjuang dengan cara yang tidak adil.  Ia mencari jalan menarik hati orang dari ketika pertama mereka mulai hidup, dan hanya seorang insan yang bisa menguasai Syetan dalam babak pertama ini.  Ia yakni Isa Al Masih. Suyuti mengutip Ibni ‘Abbas, yang mengatakan:



Di antara mereka yang dilahirkan, hanya Isa anak Maryam yang tidak disentuh oleh Syetan dan tidak bisa ditaklukkan olehnya. [20]



            Mengapa Isa tidak bisa tertandingi dan berbeda? Beberapa orang menyampaikan bahwa alasannya yakni ia diurapi:



Ia dinamakan Al Masih alasannya yakni ia diurapinya sehingga membuat beliau jadi suci dari dosa-dosa, atau alasannya yakni ia diurapi oleh sayap Malaikat Jibril dan dijaga dari sentuhan Syetan, atau Al Masih berarti orang yang salih. [21]



            Ada orang-orang yang membedakannya dari sifatnya yang batiniah secara rohaniah  Isa Al Masih itu sendiri.  Razi mengatakan:



Rohnya (Isa Al Masih) yakni suci, tinggi derajatnya, syurgawi; terang benderang dengan cahaya kemulyiaan dan sangat bersahabat dengan roh-roh para malaikat. [22]



            Kaprikornus Isa Al Masih ibarat malaikat-malaikat yang tidak perlu memohon pengampunan untuk diri mereka.  Ia tidak berdosa.

            Gelar Isa yang menyandang “Roh Allah” juga membuktikan kesucian.  Beberapa ilmuwan menyampaikan bahwa ia disebut ‘Roh Allah’ karena:



Adalah menjadi kebiasaan orang yang menggambarkan sesuatu yang benar-benar suci dan higienis , mereka menyebutnya sebagai roh.. [23]



            Ukuran perihal hingga di mana sucinya kenyataan Isa yakni ibarat berikut: Allah, Yang Maha Tinggi, Dia sendiri menyebut Isa yakni ‘Roh dari Allah’.  Sementara setiap umat insan telah ingkar dari kesetiaannya kepada Allah dan tidak lagi takut kepada Allah di suatu ketika dalam sejarah hidupnya tetapi Isa Al Masih tetap suci bersih, tidak disentuh oleh Syetan.

            Rasa takut kepada Allah merupakan suatu tolok ukur keimanan seseorang di mata Allah, sebagaimana ayat Al-Qur’an menyatakan:



Hai manusia! Kami menciptakanmu dari seorang pria dan seorang perempuan.  Lalu Kami jadikan kau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku semoga kau saling mengenal.  Yang teramat mulia di antaramu di sisi Allah, ialah orang yang lebih bertakwa.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal. [24] .



            Adalah semata-mata ketaqwaan atau kesalihan, dan bukannya gejala keindahan duniawi, kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang sebagai status di hadapan Allah. Nabi-nabi dan para malaikat juga ditentukan statusnya oleh ketaqwaan mereka.  Tetapi malaikat lebih tinggi derajatnya daripada nabi-nabi karena:



Mereka para malaikat yang memangku Singgasana dan yang berada di sekitarnya menyuarakan puji kepada Tuhannya, beriman kepada-Nya dan meminta ampun untuk orang-orang beriman... (Al-Qur’an 40:7-9)



            Razi mengulas:



Banyak ilmuwan menafsirkan ayat-ayat ini [25] sebagai suatu kesimpulan bahwa para malaikat lebih tinggi derajatnya daripada manusia.  Mereka menyampaikan bahwa para malaikat tidak perlu memohon pengampunan bagi dirinya, alasannya yakni bila mereka perlu pengampunan, mereka semestinya meminta pengampunan buat diri mereka sendiri terlebih dahulu, ibarat apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad: “Mulailah bertaubat untuk diri sendiri’.  Juga Allah  menyampaikan kepada Nabi Muhammad: ‘... Maka ketahuilah (ya Muhammad) bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah dan minta ampunlah (kepada-Nya) untuk dosa engkau dan untuk (dosa) orang-orang beriman pria dan orang-orang beriman perempuan.  Allah mengetahui tempat mencari penghidupanmu dan tempat diammu’ (Al-Qur’an 47:19).  Kaprikornus Allah memerintahkan Muhammad untuk memohon pengampunan terlebih dahulu buat dirinya gres kemudian untuk orang lain ... Dan alasannya yakni Allah tidak menyebutkan bahwa para malaikat tidak meminta pengampunan buat mereka sendiri, kita bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak perlu meminta pengampunan.  Para nabi perlu pengampunan dari Allah dan ini sangat terang dari firman Allah kepada Muhammad.  Kalau memang ini dipegang teguh maka semakin jelaslah bahwa para malaikat lebih tinggi daripada manusia. [26]



            Dengan tidak perlunya pengampunan bagi para malaikat, nampaknya mereka lebih tepat dalam kepatuhannya dan rasa takutnya kepada Allah, jadi mereka lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya daripada manusia.  Tidak ibarat halnya dengan manusia, para malaikat tidak perlu meminta pengampunan alasannya yakni mereka terbebas dari dosa.  Isa Al Masih bisa disejajarkan dengan malaikat dan oleh alasannya yakni itu, ia yakni sama-sama suci.





Isa Al Masih, yang Diberkati



Di samping tidak berdosa, Isa Al Masih juga diberkati.  Ia bukan hanya tepat secara pasif , tetapi juga tepat secara aktif . Al-Qur’an menyatakan perihal Isa:



Dan dijadikan-Nya pula saya seorang yang diberkati (Pembawa Bahagia) di mana saja saya berada. [27]



            Menurut ayat ini, Isa diberkati tanpa syarat dan untuk selamanya. Andaikata ia tidak mematuhi Allah baik dalam pikiran atau perbuatan setiap saat, ia tidak akan menyampaikan diberkati di manapun ia berada.

            Kata ‘diberkati’ berdasarkan penerangan Baidawi berarti ‘berguna bagi manusia’.  Dalam arti kata yang lain, Isa hidup bukan buat dirinya sendiri, tetapi ia hidup bagi seluruh umat.  Arti yang pasti dari ‘berguna untuk manusia’ dijelaskan oleh Razi yang menyampaikan Isa:



Melalui Isa Al Masih, Allah membebaskan umat insan dari segala macam tipuan, sama ibarat insan hidup dengan Roh-Nya. [28]



            Isa tidak puas semata-mata bebas dari dosa, tetapi ia juga secara aktif  mencari jalan untuk membebaskan orang dari tipuan Syetan, musuh turun-temurun Allah.  Begitu penting upayanya sehingga Razi membandingkan Isa sebagai Roh yang memberi kehidupan kepada suatu tubuh.  Baidawi secara sama menggambarkan upaya Isa ketika ia menyampaikan bahwa Isa “dahulu biasa menghidupkan tubuh yang mati begitupun hati yang mati menjadi hidup”. [29]

            Isa Al Masih tidak hidup hanya menjaga kesucian dirinya, karenanya ia hidup menikmati hidupnya yang tepat selaras dengan kehendak Allah.  Tetapi ia juga hidup dengan memberi berkat  kepada orang lain.  Kaprikornus kesempurnaan Isa Al Masih bukan semata-mata pasif , yakni tidak berdosa; tetapi juga aktif  sebagai suatu sumber berkat .

            Dalam seluruh Al-Qur’an tidak ada seorangpun yang dipanggil sebagai “diberkati” kecuali Isa Al Masih.  Adalah benar bahwa Al-Qur’an itu sendiri digambarkan sebagai suatu kitab suci yang diberkati. [30]

            Perkataan itu juga digunakan kepada rumah suci yang pertama di Mekah yang telah dibina oleh para malaikat sebelum penciptaan Adam [31] , Malam Lailatul Qadr (malam di mana Al-Qur’an diturunkan) [32] .  Dan pohon zaitun di mana dianggap sebagai cahaya Allah atau Nurullah. [33]   Kaprikornus Isa Al Masih disejajarkan dengan Al-Qur’an, rumah yang pertama kali dibangun di Mekah, Lailatul Qadr dan pohon zaitun yang diberkati.  Kendatipun demikian, satu-satunya orang yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai yang diberkati yakni Isa Al Masih.

            Oleh alasannya yakni itu, Isa Al Masih yakni tidak berdosa dan diberkati.  Syetan tidak bisa menyentuh Isa, yang tetap tepat dalam hidupnya sepanjang hidupnya.  Di samping itu, Isa Al Masih dalam menghancurkan pekerjaan Iblis sangatlah tepat sehingga ia digambarkan sebagai Roh yang memberi hidup, yang bisa menghidupkan mereka yang mati alasannya yakni tipuan-tipuan Syetan.  Kesempurnaan Isa Al Masih yakni secara pasif dan juga aktif .  Oleh karenanya dalam korelasi ini ia mempunyai sifat yang tidak ada bandingannya.







Sebagai Manusia yang Memberi Petunjuk yang Jelas



            Jika sifat Isa Al Masih yang tidak berdosa dan diberkati itu membuat dirinya unik di antara nabi-nabi, maka petunjuk Allah yang diberikan atau ditanamkan dalam diri Isa yakni benar-benar unik.



Kemampuannya Mengetahui yang Ghaib



            Pengetahuan perihal yang tidak bisa dilihat atau ghaib merupakan suatu sifat yang agung.  Seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur’an:



Dan di sisi Allah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.  Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan.  Tidak sehelai daunpun yang gugur tentu diketahui-Nya juga.  Tidak sebutir-bijipun yang tersembunyi dalam gelap gulita di bumi dan tiada pula benda yang berair dan yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab Lauhul mahfuzh. [34]



            Muhammad sendiri menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa ia tidak mempunyai pengetahuan yang ghaib ketika ia mengatakan:



Katakanlah: “Aku tidak bisa meraih manfaat dan menolak kemelaratan untuk diriku sendiri, kecuali apa yang dikehendaki Allah.  Seandainya saya mengetahui kasus yang ghaib, sudah tentu saya akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan waspada terhadap b ahaya yang akan menimpa.  Aku tidak lain hanyalah Pemberi peringatan dan Pembawa isu gembira bagi orang-orang yang beriman”. [35]



            Dalam ayat lain dikatakan:



Katakanlah!: “Aku tidak menyampaikan kepadamu, bahwa perbendaraan Allah ada padaku!  Karena saya tidak mengetahui yang ghaib.  Juga saya tidak menyampaikan kepadamu, bahwa saya seorang malaikat.  Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku”. [36]



            Oleh alasannya yakni itu, berdasarkan Al-Qur’an, pengetahuan ghaib bukan urusan manusia.  Allah sendirilah yang mempunyai kekuasaan untuk memberikannya kepada yang Dia pilih. “Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan ibarat kini ini, namun Allah akan menyisihkan antara yang jelek dan yang baik.  Dan Allah tidak akan memperlihatkan hal-hal yang ghaib kepadamu, akan tetapi Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya di antara Rasul-Rasul-Nya.  Oleh alasannya yakni itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya.  Jika kau beriman dan bertaqwa, pasti kau peroleh pahala besar.” [37]



            Al-Qur’an menerangkan kepada kita bahwa Allah menentukan Isa Al Masih untuk membukakan hal yang ghaib.  Dengan kehendak-Nya Allah menentukan Isa Al Masih dari antara para pesuruh Allah untuk membukakan hal sekecil apapun dari kehidupan orang, termasuk “apa-apa yang mereka makan, dan apa yang mereka miliki sebagai kekayaan di rumah mereka”. [38] Mereka yang telah mengulas ayat tersebut di atas menyebutkan banyak ceritera perihal pengetahuan Isa Al Masih akan hal-hal yang ghaib.  Kekuasaan ini hanya kekuasaan Allah yang diberikan kepada Isa Al Masih sendiri di antara rasul-rasul lain.  Inilah sifat lain yang menambah keunikan Isa Al Masih.





Kemampuannya Melakukan Mujizat



            Misi Isa Al Masih di bumi yakni memperbaiki umat insan untuk mematuhi Allah.  Seperti yang telah ditegaskan sebelumnya, ia diberi kekuasaan yang unik untuk membebaskan umat insan dari tipuan-tipuan Syetan.  Ia juga diberi kekuasaan untuk menyembuhkan orang dari penyakit badani sebagai suatu bukti bahwa ia dikirimkan Allah.

            Kekuasaan Isa untuk menhancurkan pekerjaan Syetan lebih jauh ditunjukkan ketika ia menyembuhkan orang atau mereka yang sakit. Penyembuhan secara rohani terang bisa menyembuhkan tubuh yang sakit.  Ini membuktikan bahwa perkataannya sepadan dengan perbuatannya.

            Al-Qur’an menyampaikan bahwa mujizat yang dilakukan oleh Isa Al Masih merupakan “tanda yang jelas” dari kekuasaan Allah.  Tanda yang terang ini tidak diberikan kepada semua rasul. Al-Qur’an mengatakan:



Itulah keterangan-keterangan Allah.  Kami bacakan kepadamu hai Muhammad, dengan sebenarnya.  Dan engkau sesungguhnya seorang Rasul di antara rasul-rasul yang lain. Rasul-rasul itu Kami lebihkan seBahagian mereka dari yang lain.  Diantaranya ada yang pribadi Allah bercakap-cakap dengan dia, dan sebagiannya Allah mengangkat kemuliaannya beberapa derajat.  Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mujizat dan kami perkuat beliau dengan Roh Suci.  Dan kalau Allah menghendaki  pasti orang-orang yang berada sepeninggal rasul-rasul itu tidaklah akan saling membunuh setelah tiba kepada mereka beberapa keterangan.  Namun mereka berselisih juga, ada di antara mereka yang beriman dan ada pula yang kafir.  Jika Allah menghendaki mereka tidaklah akan saling membunuh.  Tetapi Allah berbuat berdasarkan kehendak-Nya [39]



            Baidawi mengulas ayat tersebut di atas ibarat berikut:



Allah mengakibatkan mujizat Isa Al Masih sebagai bukti kecintaan-Nya kepada Isa (melebihi rasul-rasul lain) alasannya yakni semua mujizatnya yakni mengambarkan yang terang dan luar biasa.  Dan semua mujizatnya tidak dilakukan oleh yang lain kecuali dia. [40]



            Mujizat yang khusu dan istimewa ini membuktikan/menunjukkan bukan hanya kecintaan Allah kepada Isa daripada rasul-rasul lainnya tetapi juga merupakan ukuran dari kecintaan tersebut.  Allah menawarkan beberapa rasul kemampuan melaksanakan beberapa mujizat, tetapi Bahagian mujizat yang diberikan kepada Isa melebihi daripada apa yang diberikan kepada rasul-rasul lain.  Kaprikornus kita bisa melihat bahwa dengan melaksanakan mujizat secara jasmani Isa Al Masih dibedakan.  Ini juga membuktikan kekuasaannya melaksanakan mujizat secara rohaniah  dilebihkan dari yang lain.  Kaprikornus kemampuannya melaksanakan mujizat yang tidak bisa tertandingi baik secara jasmani maupun rohaniah  memperlihatkan sifat Al Masih yang unik.



Kemampuannya untuk Mencipta



            Sementara kekuasaan Isa Al Masih melaksanakan mujizat benar-benar tidak tertandingi, ukuran kekuasaan ini diberikan juga kepada beberapa nabi lainnya. Tetapi kekuasaan untuk mencipta hanya diberikan kepadanya.  Menurut Al-Qur’an, kekuasaan mencipta ini tidak dimiliki oleh nabi-nabi yang lainnya.

            Al-Qur’an menantang orang kafir dengan menyatakan:



Hai manusia, telah dibentuk orang perumpamaan mengenai Aku kemudian dengar dan pahamilah baik-baik keadaannya, yaitu: segala yang disembah selain Allah itu tidak akan bisa membuat seekor lalatpun, sekalipun mereka bekerja-sama untuk itu.  Bahkan kalau lalat-lalat itu merampas sesuatu dari berhala itu, sang berhala tidak sanggup merebutnya kembali dari sang lalat.  Yang menyembah dan yang disembah sama-sama lemah. [41]



            Meskipun demikian berdasarkan Al-Qur’an, Isa yakni satu-satunya orang yang diberikuasa oleh Allah untuk membuat sesuatu dari tanah liat. Al-Qur’an mengutip kata-kata Isa ibarat berikut:



Dan akan dijadikan-Nya sebagai Rasul untuk Bani Israil.  Katanya: “ Aku ini tiba kepadamu membawa tanda mujizat dari Tuhanmu yiaitu saya sanggup membuat dari tanah liat ini rangka burung untuk kalian, kemudian saya tiup kemudian menjadi seekor burung dengan izin Allah.  Dan saya sanggup menyembuhkan orang buta, penyakit kusta, dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.  Lagi pula saya sanggup memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian masing-masing. Semua ini yakni menjadi tanda buat kalian, kalau kalian benar-benar beriman. [42]



            Kaprikornus Al-Qur’an menjelaskan bahwa Isa mempunyai kekuasaan untuk membuat sesuatu dari tanah liat, yang berdasarkan beberapa orang sama dengan merubah tongkat Nabi Musa menjadi ular.  Kendatipun penapsir Al-Qur’an yang cermat membuktikan bahwa ini bukan hal yang dimaksudkan.  Dalam Al-Qur’an, Allah bertanya kepada Musa:



Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?  Musa menjawab: “Inilah tongkatku, alat untuk saya bertelekan, juga untuk pemukul dahan-dahan kayu supaya daunnya berguguran untuk masakan kambingku, dan banyak lagi keperluanku yang lain dengan tongkat ini.  Allah berfirman: “Lemparkanlah tongkat itu, hai Musa”.  Segera Musapun melemparkan tongkatnya, serta merta tongkat itu bermetamorfosis jadi seekor ular yang merayap dengan lincah. [43]



            Ketika melihat ular itu melingkar yang dirubah dari tongkat, Musa berbalik dan lari dengan ketakutan.  Tetapi Allah memanggilnya seraya mengatakan: “Musa jangan takut”. [44]

            Dalam insiden di atas, Allah melaksanakan mujizat untuk meyakinkan Musa akan kekuasaan-Nya.  Ketika Musa melemparkan tongkatnya ia tidak mengharapkanny amenjadi ular, ketika ternyata menjadi ular, ia lari dengan ketakutan.  Jelas dalam insiden ini, bukan Musa yang keluarkan langkah pertama, tetapi Allah-lah yang melaksanakan perubahan itu.

            Mujizat yang sama juga dilakukan di depan Firaun ketika Allah “memberikan wahyu kepada Musa, “lemparkan tongkatmu”.  Sekonyong-konyong Ular (tongkat) itu menelan semua ular mereka.” [45]

            Dalam insiden tersebut, Musa tidak melaksanakan apa-apa lagi kecuali mentaati perintah Allah ibarat sebelumnya.  Allah menyuruhny untuk melemparkan tongkatnya dan Musa berdasarkan saja.  Kaprikornus yang berinisiatip yakni Allah bukannya Musa.  Memang itulah sifat-sifat bagaimana Allah menawarkan mujizat kepada Musa, ibarat yang bisa dilihat dari banyak sekali insiden lainnya.  Contohnya, sewaktu Bani Israil sedang haus, ada perintah Allah menyuruh Musa untuk memukul kerikil [46] , dan ketika mereka keluar dari Mesir sebelum menyebrangi laut  Allah  memerintah Musa untuk memukulkan tongkatnya pada air maritim ‘...lalu belahlah maritim itu, sedangkan masing-masing belahannya ibarat gunung yang besar’. [47]

            Dalam setiap kejadian-kejadian tadi, Allahlah yang menjadi pembuat inisiatip.  Bukan Musa yang mengendalikan waktu dan cara bagaimana mujizat bisa dilakukan, tetapi Allahlah yang melakukannya.

            Ketika Isa melaksanakan penciptaan, Allah membiarkan Isa melaksanakan inisiatip sendiri dalam melaksanakan mujizatnya dan menawarkan hidup.  Ayat Al-Qur’an menggambarkan kegiatan-kegiatan Isa dalam pengertian berikut:



Aku ini tiba kepadamu membawa tanda mujizat dari Tuhanmu yaitu saya sanggup membuat dari tanah liat ini rangka burung untuk kalian, kemudian saya tiup kemudian menjadi seekor burung dengan izin Allah.  Dan saya sanggup menyembuhkan orang buta, penyakit kusta, dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.  Lagi pula saya sanggup memberitahukan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian masing-masing. Semua ini yakni menjadi tanda buat kalian, kalau kalian benar-benar beriman. [48]



            Isa tidak disuruh Allah menghidupkan orang yang mati atau menyembuhkan orang buta sebagaimana Musa.  Tetapi Allah melebihkan Isa dengan kekuasaan yang diberikan-Nya mempunyai hak berinisiatip. Musa tidak meniupkan sesuatu roh pada tongkatnya supaya menjadi ular, tetapi Isa meniupkan roh pada tanah dan jadilah makhluk hidup darinya.

            Ibn ‘Arabi, seorang penulis Sufi agung dalam menjawab pertanyaan berikut, “Dengan cara bagaimana Allah membedakan setiap rasul?”, ia menjawab:



Allah menawarkan Adam pengetahuan an Nama-nama Agung, kepada Musa dengan berbicara kepadanya dan dengan Taurat, dan membedakan Rasulullah [Muhammad] apa yang Muhammad sebutkan sendiri  “Ia diberikan kebesaran berbicara”.  Kepada Isa Allah membedakannya dengan  roh, ditambah dengan meniupkan roh pada yang ia ciptakan dari tanah, itu hanya kepada Isa saja,dan Allah tidak menambah kuasa untuk memberi kehidupan melalui hembusan  kepada rasul yang lain kecuali Isa, selain dari diri Allah Yang Maha Tinggi sendiri. [49]

            Penciptaan makhluk hidup tidak begitu saja diberikan kepada nabi-nabi lainnya, tetapi hanya kepunyaan Allah semata dan hanya diberikan kepada Isa Al Masih.





Kemampuannya untuk Menghidupkan yang Mati



            Al-Qur’an menyatakan dengan terang bahwa Isa menghidupkan orang mati:



Dan Allah akan mengajarkan kepadanya menulis dan membaca Kitab-kitab Suci, ilmu kebijaksanaan, taurat dan Bibel ...dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. ... Semua ini yakni menjadi tanda buat kalian, kalau kalian benar-benar beriman. [50]



            Hadis juga mendukung kenyataan ini dengan menyebutkan nama-nama orang yang dibangkitkan kembali oleh Isa Al Masih bahkan setelah tubuhnya membusuk. Para mufasir baiklah bahwa kekuasaan untuk menghidupkan orang mati yakni keMaha-Kuasaan Allah; yang kepunyaan Allah sendiri saja. Al-Qur’an menyatakan:



Dan beliau membuat perumpamaan bagi Kami sambil melupakan penciptaannya semula.  Ia bertanya: “Siapa pulakah yang sanggup menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur?”  Jawablah: “Yang sanggup menghidupkannya kembali, ialah Allah yang telah menciptakannya dahulu untuk yang pertama kalinya.  Dia Maha Mengetahui perihal segala makhluk”. [51]



            Karena Allah sebagai Pencipta atau Sumber Hidup, maka Dia sendiri yang bisa menghidupkan orang yang mati.  Suyuti dalam ulasannya menghubungkan dua insiden Isa menghidupkan orang yang mati dengan pementingan yang khusus – atas bunyi Isa.  Dalam masalah pertama Isa membangkitkan Sam anak Nabi Nuh:



Bani Israil tiba kepada Isa memohonnya sambil berkata: “Sam anaknya Nuh dikuburkan di sini, tidak jauh.  Mohonlah kepada Allah untuk menghidupkannya kembali.  Isa kemudian memanggilnya dengan satu teriakan dan Sam keluar dari kubur dengan rambut beruban.  Orang-orang berseru: “Ia meninggal ketika ia masih muda, mengapa rambutnya jadi putih?” Sam menjawab: “Ketika saya mendengar bunyi Isa, saya pikir ‘satu teriakan’”. [52]



            Dalam masalah kedua, Isa membangkitkan saudara laki-lakinya:

... Ketika Isa diberitahu di mana kuburannya, Ia memanggilnya dengan teriakan satu kali, saudara laki-lakinya keluar dengan rambut beruban/putih ... Isa bertanya kepadanya: ‘Apa yang terjadi kepadamu?’ Dia menjawab: ‘Aku mendengar suaramu dan saya pikir itu sebagai ‘satu teriakan’. [53]



            Dari dua kisah di atas, kita bisa melihat bunyi Isa dipahami sebagai suatu teriakan yang akan membangkitkan orang mati di Hari Kiamat.  Orang-orang yang dibangkitkan memahami hal itu dan hingga rambut mereka berubah menjadi putih.

            Acuan ini terdapat dalam Al-Qur’an 73:17:



Mana bisa kau akan sanggup menyelamatkan diri dari “huru-hara goncangan suatu hari”, di mana belum dewasa sanggup beruban alasannya yakni memikirkan kedahsyatannya kalau kau tetap saja kafir.



            Dan dalam Al-Qur’an juga disebutkan pada 38:15: “Mereka tiada menanti, melainkan suatu teriakan yang tidak sanggup ditarik kembali”.

            Ibn ‘Arabi, dalam Fusus Al-Hikam, menyampaikan perihal Isa menghidupkan kembali orang yang mati:



Katanya, ketika ia menghidupkan orang yang mati, memang beliau dan bukan beliau (yakni, yang bisa menghidupkan berkat kekuasaan Allah) dan orang yang menyaksikan tercengang seorang insan bisa menghidupkan kembali orang yang mati, sementara dengan sifatnya yang agung menghidupkan orang hanya dengan suatu teriakan ... orang-orang yang menyaksikannya tetap galau alasannya yakni melihat tindakan yang agung itu dilakukan oleh seseorang yang berbentuk insan (yaitu Isa). [54]



            Qashani mengulas kata-kata Ibn ‘Arabi tersebut sebagai:



Kebingunan timbul ... begitu orang melihat seorang insan tanpa suatu keraguan dan dari dirinya muncul sifat yang agung; yakni menghidupkan orang yang mati, dengan satu teriakan memohon berkat Allah.  Baginya (Isa) biasa berkata kepada orang yang mati “Hidup! Bangkitlah dengan izin Allah atau dengan Nama Allah, atau dalam Allah’; dan orang mati akan bangun dan sambil menjawab, “Inilah aku, siap melayani (atau mengabdi)”. [55]



            Dalam Hadis yang dikutip oleh Suyuti, Isa membangkitkan Sam dan saudara laki-lakinya hanya dengan suatu teriakan, bukan dengan doa.  Ia memanggil mereka dari dunia mati ke dalam dunia hidup kembali ibarat memanggil seseorang dari satu kamar ke kamar yang lainnya.  Isa mempunyai kewenangan atas dunia kematian. Al-Qur’an tidak menyebutkan ada nabi lain yang bisa menghidupkan orang mati dengan atau tidak seizin Allah.



PENGAKUAN ALLAH ADALAH LEBIH AGUNG





Para Nabi Menulis perihal Dia



Di Bahagian Pertama kita sudah melihat bahwa terang nabi-nabi sungguh-sungguh memperlihatkan pada dua tokoh yang penting.  Mereka bernubuat perihal Al Masih yang benar sambil memperingatkan akan Al Masih palsu, yakni si Dajjal.  Razi menyampaikan bahwa berdasarkan para akhli pikir Muslim:



Isa disebut sebagai Firman Allah, dikarenakan telah dinubuatkan perihal dirinya dalam Kitab-kitab Suci nabi-nabi sebelumnya. [56]



Sebaliknya, Hadis memperingatkan akan datangnya si Dajjal, Al Masih yang palsu yang nabi-nabi peringatkan pula kepada bangsa/umatnya, ibarat halnya Nabi Nuh peringatkan:



Aku peringatkan terhadap beliau dan tidak ada satu orang nabipun yang tidak memperingatkan umatnya terhadap si Dajjal.  Bahkan Nabi Nuhpun mewanti-wantikan. [57]



            Isa tidak dinubuatkan hanya sambil kemudian saja oleh satu atau dua orang nabi.  Tetapi nubuat akan beliau sangat jelas, banyak, dan spesifik bahwa ia disebut sebagai Firman Allah.  Nabi-nabi hanya bisa mengatakannya alasannya yakni semata dikomunikasi oleh Allah, sehingga sangat terang bahwa nabi-nabi sebelum beliau meramalkan atau bernubuat akan dia. Tidak ada nabi lain yang mendapat perlakuan dan perhatian Ilahi yang sangat agung.

            Jika perhatian ibarat itupun diberikan kepada si Dajjal, itu yakni alasannya yakni si Dajjal mewakili kegelapan dan penipuan yang luar biasa dalam sejarah umat manusia. Sedangkan perhatian yang serupa diberikan kepada Isa yakni alasannya yakni ia mewakili yang sebaliknya.  Perhatian nubuatan agung yang diberikan kepada Isa yakni alasannya yakni beliau merupakan suatu manifestasi teragung nur/cahaya dan kebenaran yang ilahi dalam sejarah umat manusia.

            Jika iblis dan orang kafir dengan kuatnya menentang Isa, para nabi yang diberi wahyu oleh Allah mengakui akan kekuasaan dan kepentingannya.  Nabi Yahya ialah salah satu contohnya.



Al Masih Disujud ketika masih dalam Kandungan



Isa yakni satu-satunya nabi yang dijunjung tinggi selagi ia masih dalam kandungan ibunya.  Para mufasir setuju bahwa Nabi Yahya yakni orang pertama yang percaya bahwa Isa yakni Firman Allah. [58]   Sebenarnya ia melaksanakan hal itu sementara mereka masih dalam kandungan ibu mereka. Razi melaporkan ceritera berikut yang juga dilaporkan oleh Ibn Khatir:



... Ibu Isa bertemu dengan Ibunya yahya, keselamatan bagi mereka. Kedua ibu itu sedang hamil: yang satu mengadung Isa; yang satu lagi mengadung Yahya.

Ibu Yahya bertanya kepada Maryam, “Engkau rasakan ada bayi dalam kandunganku?” Maryam berkata: “Aku juga sedang mengandung.” Maka isteri Nabi Zakaria berkata: “Aku menemukan bahwa bayi di dalam kandunganku bersujud kepada bayi dalam kandunganmu”.

Inilah yang diartikan ratifikasi Yahya atas percayanya kepada Isa sebagai Firman Allah, yang ditemukan dalam Al-Qur’an 3:39 ... Yahya akan mengakui kerasulan Isa yang dilahirkan dengan Kalimat-Cipta daripada Allah. [59]



            Ibn Abbas mengakui kebenaran kepercayaan itu ketika ia menyampaikan bahwa Yahya lebih renta enam bulan dari Isa, dan ialah yang pertama kali percaya dan mengakui Isa sebagai Firman Allah dan Roh Allah. [60]

            Meskipun Yahya yakni seorang nabi yang besar [61] yang disebut sebagai seorang sayed [62] dalam Al-Qur’an (artinya ‘pemimpin orang-orang beriman’, [63] dan ‘orang penting sebagai penguasa dan pemimpin aliran dalam agama’) [64] , ia bersujud di dalam kandungan ibunya kepada Isa. Yahya yakni juga enam bulan lebih renta dari Isa.  Menurut kebiasaan atau adat, sebetulnya Isa yang seharusnya bersujud kepada Yahya alasannya yakni ia lebih muda, tetapi dalam hal ini sebaliknya Yahya yang bersujud kepada Isa.

             Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa kita tidak diberitahu bahwa Isa percaya atau mengakui Yahya yakni seorang nabi, tetapi kita diberitahu bahwa meskipun Yahya lebih renta daripada Isa, dialah orang yang pertama sekali mengakui Isa yakni Firman Allah.  Meskipun keduanya yakni nabi, Yahya bersujud kepada Isa.  Isa patut mendapatkan penghargaan dan hormat yang lebih tinggi daripada seorang nabi alasannya yakni ia lebih tinggi tingkatannya daripada nabi.  Ia yakni Firman Allah.



Al Masih Diberi Wahyu yang Sempurna



Al-Qur’an menyebutkan Isa sebagai telah diajarkan oleh Allah seluruh firman yang telah diwahyukan Allah:



Dan Allah akan mengajarkan kepadanya menulis dan membaca Kitab-kitab Suci, ilmu kebijaksanaan, Taurat dan Injil. [65]



            Mengulas pada ayat ini, Razi menyampaikan bahwa:



Ia yang mengetahui belakang layar Kitab yang Allah Maha Tinggi wahyukan, kemudian Allah mewahyukan kitab lainnya setelah itu, dan menjelaskan dengan terang kepadanya semua rahasia-Nya, yang merupakan tujuan akhir, pemahaman yang sangat tinggi dan penguasaan rahasia-rahasia intelektual dan keagamaan, dan pengetahuan akan akal atau nasihat baik yang rendah maupun yang tinggi derajatnya. [66]



            Baidawi menjelaskan bahwa ‘Kitab’ yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan “kata orisinil untuk Kitab-kitab yang telah diwahyukan”.  Menurut penyataan Al-Qur’an “Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil” sudahlah tepat dan tidak ada lagi yang perlu ditambahkan, yang artinya meliputi semua firman Allah yang diwahyukan.

            Jelaslah dari pernyataan di atas bahwa tidak ada nabi-nabi lain yang diberikan wahyu secara total dari Kitab-kitab Suci kecuali yang diberikan kepada Isa Al Masih.





Al Masih Diperkuat oleh Roh Suci



Sifat menonjol yang lainnya dari Isa ialah bahwa ia sendiri diakui dan dikuatkan oleh Roh Suci.  Isa selalu terus-terusan didampingi oleh Roh Suci dari mulai ia dalam kandungan hingga ia diangkat ke syurga.  Sebagaimana Al-Qur’an menyatakan:



Sesungguhnya Kami telah menawarkan Kitab Taurat kepada Musa kemudian Kami iringi sesudahnya beberapa orang Rasul dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa keterangan-keterangan mujizat, serta Kami perkuat beliau dengan Roh Suci. [67]

             



            Razi mengulas ayat ini sebagai berikut:



Hak istimewa dari Jibril (yakni Roh Suci) kepada Isa merupakan sifat atau ciri yang menonjol, sehingga beliau satu-satunya nabi di antara para nabi yang dibedakan. [68]



            Kemudian Razi menyampaikan perihal Malaikat Jibril:



... yang memberikan kabar baik kepada Maryam perihal kelahiran Isa dan kehamilannya ditiupkan Malaikat Jibril; ia yang menyertai Isa dalam situasi apapun dan ia selalu menyertai gerak-gerinya setiap ketika ke manapun Isa pergi. [69]



            Jelaslah bahwa Roh Suci menyertai Isa dan sebagai kekuasaan yang mengawasi Isa sepanjang hidupnya.  Sebagaimana Razi katakan, Malaikat Jibril tidak meninggalkan Isa sesaatpun. [70]

            Di lain pihak, Nabi Muhammad hanya dikunjungi atau didatangi oleh Malaikat Jibril.  Satu ketika ia bertanya kepada Malaikat Jibril, ‘Apakah yang menahan anda tidak sering mengunjungi kami sekarang?’ Untuk pertanyaan tersebut, Malaikat Jibril menjawab: ‘Kami malaikat-malaikat turun ke bumi hanya alasannya yakni perintah Tuhanmu’. [71]

            Isa didampingi oleh Roh Suci secara kekal tanpa gangguan atau interupsi.  Untuk memahami kebersamaan Isa dan Roh Suci kita perlu mengetahui perihal tempat Roh Suci (Jibril) di Kerajaan Allah.

            Menurut Razi, Malaikat Jibril yakni pemimpin dari semua pemimpin malaikat yang sangat tinggi di antara malaikat.  Kedudukannya dilengkapi dengan hak-hak istimewa tertentu dan tanggung-jawabnya yang diberikan Allah kepada Malaikat Jibril.



Pertama, Malaikat Jibril diberikan kepercayaan untuk memberikan pesan-pesan Allah kepada para nabi. [72]

                Kedua, Allah Yang Maha Tinggi menyebutkan Malaikat Jibril dalam Al-Qur’an sebagai mempunyai kedudukan yang terdepan di antara para malaikat.  Malaikat Jibril yakni pemimpin malaikat yang berwenang menawarkan inspirasi atau ide dan pengetahuan, sementara Malaikat Mikail yang berwenang menawarkan masakan dan kehidupan.  Karena pengetahuan atau ilmu yakni merupakan masakan roh, maka lebih mulia daripada masakan yang berbentuk fizikal .  Kaprikornus Malaikat Jibril lebih tinggi harkatnya daripada Malaikat Mikail.

                Ketiga, Allah membuat Malaikat Jibril mendapatkan kedudukan kedua dari-Nya.

                                Keempat, Allah menyebutnya sebagai Roh Suci.

                Kelima, Malaikat Jibril diberikan kekuasaan untuk memenagkan umat yang berada di pihak Allah dan menghancurkan umat yang memusuhi Allah.

                Keenam, Allah memuji Malaikat Jibril dengan mengatakan: ‘Sesungguhnya Jibril itu, berdaya ingatan amat kuat, di samping berkedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Singgasana, disegani antara sesama malaikat, bahkan sangat dipercaya’ (Al-Qur’an, 81:20, 21).  Oleh alasannya yakni itu, misi Malaikat Jibril yakni sebagai rasul Allah bagi semua nabi...daerah kekuasaannya (‘umah) yakni para semua nabi.  Ia mulia dihadapan Allah alasannya yakni Allah membuat beliau sebagai mediator antara Allah sendiri dengan abdi-abdi-Nya yang mulia...yakni para nabi.  Allah menawarkan kedudukan kedua dari-Nya ... Malaikat Jibril yakni Imam dan Teladan dari para malaikat.  Ia terpercaya. [73]



            Kita bisa mengambil kesimpulan dari keterangan di atas bahwa Roh Suci, yakni Malaikat Jibril, sebagai Pemimpin dan Imam dari semua malaikat.  Ia lebih mulia dari Malaikat Mikail, di mana ia mendapatkan kedudukan yang tertinggi alasannya yakni ia menempati kedudukan kedua dari Allah Yang Maha Tinggi, dan ia yakni pesuruh bagi nabi-nabi, yakni dari seorang nabi kepada nabi-nabi yang lain.

            Karena Isa tidak berdosa, ia selalu disertai Roh Suci. Andaikan ada cela dalam diri Isa, maka Roh Suci sudah tentu akan meninggalkannya paling sedikit selama ketika tertentu dalam hidupnya.  Tetapi Isa terus-terusan menjadi sentra perhatian pemimpin malaikat (Jibril) yang mempunyai kedudukan kedua setelah Allah Yang Maha Tinggi.  Inilah suatu kehormatan yang unik yang hanya dimiliki oleh Isa Al Masih.





Al Masih Berkedudukan bersahabat dengan Allah



Razi menyampaikan bahwa roh Isa Al Masih sebagai:



suci, tinggi, mulia, terang benderang dengan nur cahaya ilahi, dan sangat besar kedekatannya dengan roh-roh malaikat (atau sangat banyak ibarat dengan roh para malaikat). [74]



            Al-Qur’an tidak menyampaikan bahwa roh Isa sama dengan roh para malaikat, tetapi Isa lebih bersahabat di sisi Allah sendiri.  Ungkapan Razi mengandung arti bahwa roh Isa lebih bersahabat dengan malaikat, tetapi Al-Qur’an mengungkapkan bahwa Isa berada bersahabat di sisi tiada yang lain kecuali Allah. Kami baca dari Al-Qur’an, 3:45-47 bahwa para malaikat berkata kepada Maryam:



Dan ingat pulalah ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam!  Sesungguhnya Allah memberikan isu gembira dengan sebuah Kata Cipta daripada-Nya, namanya Al Masih Isa bin Maryam, orang terhormat di dunia dan di akhirat, termasuk orang-orang yang bersahabat kepada Allah.



Pengungkapan Razi dari arti kedudukannya bersahabat dengan Allah menawarkan citra yang terang dari kedekatannya ini:



Pujian ini sama besarnya dengan kebanggaan yang diberikan kepada malaikat, sehingga Allah dengan keterangan ini telah menawarkan peringkat atau derajat Isa sama dengan derajat dan mendapat kedudukan yang sama dengan para malaikat. [75]



            Adalah penting untuk diketahui bahwa para malaikat yang disebutkan dalam ulasan Razi bukanlah malaikat biasa, tetapi mereka yakni malaikat-malaikat yang berada di sekitar Takhta Allah.

            Sampai di mana dekatnya Isa dengan Allah?  Jawabannya secara terang ditemukan dalam kenyataan bahwa Allah mengirimkan yang terdekat kepada-Nya yakni Roh Suci (Jibril) untuk berada dalam diri Isa.  Allah tidak mengirim Mikail atau Isofil tetapi hanyalah Pemimpin atau Imam dari semua malaikat, dan orang yang terdekat dengan Yang Maha Tinggi.

            Menurut Razi, Malaikat Jibril bukan hanya bersahabat dalam kedudukan atau kepangkatannya, tetapi juga Malaikat Jibril berafiliasi sangat bersahabat sekali dengan Allah.  Dalam penjelasannya perihal arti ungkapan ‘Roh Kami’ [76] , Razi menulis:



Dia (Allah) menyebut beliau (Jibril) sebagai Roh-Nya alasannya yakni beliau sumber kehidupan agama atau memperlihatkan kasih-Nya dan kedekatan-Nya kepada dia, ibarat mungkin anda mengungkapkan kasih sayang kepada yang paling anda cintai sebagai ‘engkau yakni nyawaku atau jiwaku’. [77]



            Kaprikornus Malaikat Jibril tinggi derajatnya dengan Allah dan paling dikasihi Allah.  Hak istimewa Allah kepada Malaikat Jibril untuk menyertai Isa merupakan suatu petanda betapa berharganya Isa pada Allah atas nilai karunia yang diterima oleh yang menerimanya.  Tidak ada yang paling berharga daripada kekekalan penyertaan Roh Suci, kecuali Hadirat Allah itu sendiri.





Al Masih Diangkat bersahabat ke Sisi Allah



Al-Qur’an dengan terang menyatakan bahwa Isa diangkat di sisi Allah dan ia hidup sekarang:



...Mereka membunuhnya dengan keraguan ...Tetapi yang sebetulnya Allah telah mengangkat derajat Isa ketempat yang mulia.  Dan yakni Allah Maha Perkasa dan Bijaksana [78]

...Allah berfirman: ‘Hai Isa! Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkat derajatmu di sisi-Ku, serta membersihkanmu dari tuduhan orang-orang kafir.  Dan pengikut-pengikutmu akan Aku jadikan lebih mulia daripada orang-orang kafir hingga pada hari kiamat. [79]



            Al-Qur’an juga memakai perkataan “mengangkat” atau “meninggikan” yang ada kaitannya dengan Nabi Muhammad:



Dan Kami angkat keharuman namamu? [80]



            Dalam kenyataan ini, kemashuran Nabi Muhammad yang diangkat, bukannya diri Nabi Muhammad itu sendiri.

            Kata “ditinggikan” juga digunakan dengan kaitannya dengan Nabi Idris yang berdasarkan kisah telah ‘diangkat ... ke atas tempat yang tinggi’. [81] Tempat mana yang diperuntukkan bagi Nabi Idris tidaklah diketahui.  Di samping itu, secara faktanya ia diangkat ke suatu ‘tempat’ yang mengindikasikan tempat secara jasmani bukannya secara rohaniah .  Razi menyampaikan bahwa arti yang diinginkan utama yakni ‘ditinggikan’ alasannya yakni pengangkatan Nabi Idris diasosiasikan dengan tempat secara jasmani dan bukannya derajatnya. [82]   Namun dalam hal Isa, Al-Qur’an menyatakan bahwa:

...Allah berfirman: ‘Hai Isa! Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkat derajatmu di sisi-Ku, serta membersihkanmu dari tuduhan orang-orang kafir.  Dan pengikut-pengikutmu akan Aku jadikan lebih mulia daripada orang-orang kafir hingga pada hari kiamat. [83]

         

            Jelas sekali, Isa tidak diangkat ke tempat yang tinggi ibarat Nabi Idris, tetapi ia diangkat ke sisi Allah. Razi mengulas ayat Al-Qur’an 4:158:



Pengangkatan Isa ... yang teruji dalam ayat ini dan kesamaannya dalam Al-Qur’an 3:55 itu membuktikan bahwa pengangkatan Isa ke sisi Allah merupakan suatu karunia yang nilainya lebih bessar daripada Firdaus itu sendiri dan kenikmatan-kenikmatan jasmani. Dan ayat itu sendiri membukakan kepada anda pintu ilmu/pengetahuan akan kesukacitaan rohaniah . [84]



            Justru, berdasarkan Razi, pengangkatan Isa ke sisi Allah itu lebih agung daripada Firdaus, dengan segala yang terdapat dalam ratusan tingkatnya, [85] baik tingkat yang paling bawah maupun yang tertinggi.  Dan apakah yang lebih besar dari Firdaus dan segala kenikmatan-kenikmatan jasmaninya?  Jawabannya ialah: Hadirat Allah. [86]

            Razi menambahkan lagi artinya ayat “Dan mengangkat derajatmu di sisi-Ku” sebagai “Aku mengangkat derajatmu dalam Hadirat Kemuliaan-Ku”, [87] kemuliaan yang tertinggi untuk selama-lamanya.  Tidak ibarat Nabi Idris. Isa tidak diangkat ke suatu tempat, alasannya yakni ayat di atas tidak menyebutkan nama sesuatu tempat.  Sebaliknya, ayat itu berulangan menyatakan Isa telah “diangkat ke sisi Allah’, atau (seperti yang Razi nyatakan), ‘Isa telah diangkat ke Hadirat Kemuliaan Allah’ – yakni, untuk bersama Allah.  Ia lebih tinggi dari segala sesuatu. Semasa hayatnya di bumi, Isa dibedakan dan dikasihi dengan kehadiran terus-terusan Roh Allah.  Dan kini ia menikmati yang terunggul: Allah sendiri.





Al Masih Sebagai Pengetahuan Hari Kiamat



Keterangan ini telah dibahas di Bahagian Pertama tetapi kita akan membahas secara singkat beberapa pandangan yang relevan pada Bahagian ini.  Meskipun Hadis mengungkapkan beberapa gejala perihal Hari Kiamat, Al-Qur’an secara tegas mengakui bahwa Isa sebagai pengetahuan ketika Hari Kiamat:



Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menawarkan pengetahuan kepadamu perihal terjadinya kiamat, alasannya yakni itu janganlah kau ragu-ragu perihal Kiamat itu, dan ikutilah petunujk-Ku.  Inilah jalan yang lurus. [88]



            Beberapa mufasir menyampaikan bahwa dalam ayat ini sebagai pengetahuan akan Hari Kiamat ialah Al-Qur’an itu sendiri.  Namun demikian lebih banyak didominasi mufasir yang ternama menyampaikan bahwa ayat itu mengacu ke Isa, di mana penjelasannya sebagai berikut:



Adalah ia, yang berarti Isa, yang merupakan suatu syarat Hari Kiamat diketahui. [89]



Saat-saat tamat ini diketahui oleh kemunculannya, yakni kemunculan Isa Al Masih, pengetahuan perihal Hari Kiamat. [90]



Ia (Isa) yakni tanda atau petanda tamat jaman atau ia sebagai saat-saat Hari Kiamat atau ia sendiri sebagai suatu syarat atau pensyaratan atas insiden tersebut. [91]



            Menurut penyataan-penyataan tadi, Isa sebagai suatu tanda dan persyaratan atas insiden Hari Kiamat.

            Beberapa orang menyampaikan bahwa ia yakni pengetahuan Hari Kiamat, alasannya yakni mujizatnya yang besar.  Shokani, dalam Fath al-Qadeer menyampaikan bahwa:



...kelahiran Isa dari seorang perawan, dan bangkitnya dari maut yakni sebagai bukti atas kebenaran kebangkitan kembali yang terakhir. [92]



            Ibn-Khatir menyampaikan bahwa:



Mujizat Allah yang diperlihatkan dengan perantaraan tangan Isa Al Masih dalam menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit, merupakan bukti yang cukup kuat bagi kepastian Hari Kiamat. [93]



            Ibn-Khatir kemudian menolak pendapat bahwa ayat ini menyebutkan perihal Al-Qur’an sebagai petanda Hari Kiamat:



Yang benar ayat yang dimaksudkan mengacu kepada Isa Al Masih, alasannya yakni konteks dari ayat itu yakni mengenainya, yang artinya bahwa Isa akan tiba sebelum Hari Kebangkitan. [94]



            Dalam ulasannya pada Bahagian kedua ayat tersebut, Ibn-Khatir mengatakan:



Janganlah ragu dan meragukan, alasannya yakni ia pasti akan terjadi. [95]



            Jadi, baik Shokani maupun Ibn-Khatir menyampaikan bahwa mujizat-mujizat Isa Al Masih menghilangkan setiap keraguan perihal kenyataan Hari Kiamat.  Beberapa orang mungkin menyangkal kepastian akan Hari Kiamat tersebut tetapi Al-Qur’an dengan secara lugas menyatakan bahwa Isa Al Masih merupakan impian akan kebangkitan kembali dan pembalasan dari Allah yang setimpal baik berupa eksekusi ataupun imbalan.





Al Masih, Orang yang Terpilih oleh Allah dalam Pertempuran Terakhir



Hadis berulangkali menyampaikan perihal si Dajjal yang akan munculsebelum Hari Kiamat, yang mengakibatkan banyak dilema di dunia dan ia mengakui dirinya sebagai Allah Yang Maha Besar.  Sebuah Hadis mengatakan:



Tidak ada kekacauan atau dilema yang diciptakan sebanyak apa yang terjadi di waktu kehadiran si Dajjal kalau dihitung dari mulai Nabi Adam diciptakan hingga Hari Kiamat. [96]



            Diakui bahwa Hazifah orang yang paling dipercaya, menyampaikan bahwa:



Bila Al Masih palsu muncul ke dunia bahkan insan di dalam kuburpun akan beriman kepadanya. [97]



            Al-Qadi Abu Bakar Ibn al-‘Arabi (534 H) pula mengatakan:



Hadis-hadis yang menyebutkan si Dajjal (dalam Sahih Muslim) dan yang lainnya yakni merupakan bukti bagi para pengikutnya, yakni para pengikut Kebenaran akan adanya realitas tersebut dan si Dajjal yakni orang khusus dimana atas pengetahuan Allah umat insan akan menderita karenanya.  Allah akan membuat si Dajjal memanifestasikan beberapa kuasa Allah Yang Maha Besar ibarat membangkitkan lagi orang mati yang ia bunuh, bumi tumbuh subur atas kuasanya, Firdaus dan Nerakanya berupa dua sungai, disertai dengan melimpah ruahnya bumi, ia bisa menyuruh langit untuk menurunkan hujan dan bumi jadi subur karenanya. [98]



            Namun Hadis juga mengungkapkan Isa akan tiba untuk membunuh si Dajjal, dan ia tiba untuk menegakkan kedamaian dan memulihkan keimanan mereka untuk beriman kepada Allah yang sesungguhnya.  Hal ini telah diterangkan dalam Bahagian "Kembalinya 'Isa di Akhir Zaman" diatas.

            Kaprikornus berdasarkan Hadis, Al Masih yang palsu akan tiba sebelum Hari Kiamat.  Kemunculannya akan merupakan tipuan yang terbesar yang pernah dialami oleh umat manusia, dan merupakan manifestasi terakhir dari Syetan serta suatu tragedi yang paling jelek atas keimanan seseorang terhadap Allah Yang Maha Besar semenjak dunia diciptakan hingga Hari Kiamat.  Juga berdasarkan Hadis, hanya Isa Al Masihlah yang bisa menghancurkan si Dajjal dan yang bisa memperbaiki keimanan terhadap Allah Yang Maha Benar dan Yang Kekal selamanya.

            Bila Allah melihat peradaban insan di ambang kehancuran, Allah tidak akan mengutuskan seorang nabi atau bahkan Malaikat Jibril imam para malaikat.  Pertempuran yang terbesar di masa itu akan dimenangkan oleh Isa Al Masih dengan kekuasaannya yang dalam waktu singkat saja sebagaimana dinyatakan oleh Hadis:



Isa anak Maryam akan turun ke bumi ... dan akan menjadi imam dalam sembahyang.  Bila musuh Allah (si Dajjal) melihatnya, ia akan hancur ibarat garam dalam air. [99]



            Mengapa Isa saja yang bisa menghancurkan si Dajjal?  Mengapa Allah menghantar Isa dan bukannya Musa, Ibrahim atau Idris?  Jawabannya bisa ditemukan dalam Hadis berikut:



Bila godaan-godaan merayap hingga teranyam dalam hati ibarat anyaman tikar, hati yang menerimanya akan membentuk titik hitam sedangkan yang menolaknya hatinya akan membentuk titik putih. Lama-kelamaan akan terbentuklah salah satu diantaranya, apakah itu akan putih ibarat pualam putih yang murni, yang tipuan tidak bisa mempengaruhinya selama langit dan bumi berpijak pada tempatnya; atau akan terbentuk hati yang hitam legam, yang banyak berdebu tak terurus ibarat ember yang terbalik yang tidak bisa lagi digunakan apapun. [100]



            Sayuti mengutip Ibn ‘Abbas yang mengatakan:



... di anatra mereka yang dilahirkan, hanya kepada Isa anak Maryam, Syetan tidak bisa kuat ataupun menyentuhnya. [101]



            Kaprikornus Isa yakni lebih berkuasa ke atas si Dajjal yang tidak bisa mempengaruhi atau menguasainya. Oleh karenanya, Isa dipilih oleh Allah dalam Hari Kiamat.  Dialah satu-satunya yang bisa menyelamatkan dunia dari penipuan yang terbesar dan efek iblis.





Al Masih yang Maha Tinggi Selamanya



Al-Qur’an menggambarkan hanya ada dua orang yang mempunyai sifat kebesaran/kemegahan yaitu Musa dan Isa.  Mengenai Musa, dikatakan:



Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kau ibarat orang-orang yang menganggu Musa dengan tuduhan-tuduhan yang bukan-bukan, kemudian Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan itu, dan beliau yakni seorang yang mempunyai kedudukan terhormat dalam pandangan Allah. [102]



            Dan kepada Isa dinyatakan ketika malaikat berkata:



Hai Maryam! Sesungguhnya Allah memberikan isu gembira dengan sebuah Kata Cipta daripada-Nya, namanya Al Masih Isa bin Maryam, orang terhormat di dunia dan di akhirat, termasuk orang-orang yang terdekat kepada Allah. [103]



            Musa dahulunya megah, tetapi kemegahan Isa yakni lebih bersifat abadi. Ia megah (wajih) bukan hanya dalam kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan di akhirat.

            Razi mengutip beberapa ulasan daripada akhli bahasa (linguist) Arab atas kata ‘wajih’:



Kata ‘wajih’ yakni orang yang terkenal.  Karena Bahagian daripada tubuh yang paling dimuliakan yakni wajah (akar kata dari ‘wajih’ yakni ‘wajh’ yang artinya wajah atau muka), jadi wajah dijadikan suatu metafor untuk kesempurnaan atau kebesaran.

Musa yakni yang paling populer di antara semua nabi hingga Isa datang.  Perbedaannya dengan Musa ialah Isa lebih tinggi tingkatannya dari Musa, di mana ia tidak akan tertandingi di mana Al-Qur’an menyatakan bahwa Isa yakni ‘wajih’ baik selama kehidupannya di dunia maupun di hari akhirat.  Jika ada orang lainnya yang lebih tinggi daripada Isa, maka tidak akan disebutkan bahwa Isa akan ‘wajih’ di hari akhirat.

Hal ini dikuatkan dalam metafor Razi.  Hanya ada satu muka bagi setiap orang dan karenanya hanya ada satu orang yang lebih tinggi atau megah baik di kehidupan di dunia maupun di akhirat.  Makanya, Isa yakni ‘muka atau wajah’ dari kehidupan ini, yaitu anggota yang paling dihormati dalam kehidupan ini.  Dan ia juga merupakan ‘wajah atau muka’ yang paling dihormati di hari akhirat.  Keutamaan Isa ini risikonya berkelanjutan, tidak tertandingi dan tepat sepajang zaman.

Mengulas atas arti ‘kemegahan dan kebesaran’, Shokani mengatakan: ‘kemegahan yakni kekuasaan dan kewenangan’.

Apakah sifat alamiah dari kemegahan itu?  Baidawi dan mufasir lainnya menyampaikan bahwa:
Kemegahan dalam kehidupan ini yakni kemampuan bernubuat atau meramal masa depan atau masa akan tiba perihal apa yang akan terjadi, dan dalam kehidupan darul abadi yakni bisa mendoakan orang (menengahi), membela dan menyelamatkan.

Lebih rinci atas hal ini Razi mengatakan:
Isa diperbedakan atau wajih dalam kehidupan dunia ini, alasannya yakni permohonannya dikabulkan.  Ia bisa menghidupkan orang yang mati dan menyembuhkan yang buta dan kusta dengan doa-doanya.  Ia besar atau megah di kehidupan darul abadi alasannya yakni Allah membuatnya bisa membela dan menyelamatkan umatnya yang benar dan Allah  mendapatkan segala doa syafatnya bagi  mereka.

Menurut Razi, kita bisa mendapatkan beberapa gagasan atau ide macam apa yang bisa diberikan kepada Isa dalam kehidupan darul abadi dengan melihat pembelaan atau pengorbanannya selama berada di dunia.  Selama itu Isa Al Masih melalui pembelaannya bisa menghidupkan orang mati untuk hidup kembali. Pengorbanan pembelaannya lebih kuat dari kematian.  Dan pembelaannya di hari darul abadi akan lebih kuat daripada Neraka.

Kemegahan Isa Al Masih (wajahah) di dalam kehidupan duniawinya sebagai suatu ukuran akan kemegahannya di hari kemudian atau akhirat.  Ucapan-ucapannya atau firmannya sangat kuat pengaruhnya baik kepada insan maupun dengan Allah alasannya yakni firman-firmannya itu sangat kuat untuk membersihkan mereka dari dosa-dosanya dan bisa menghidupkan orang mati.  Firman-firmannya lebih kuat dari dosa, maut dan Neraka alasannya yakni Neraka mendapat kekuatannya dari dosa.

Mengenai salah satu aspek dari kebesaran atau kemegahan Isa di dalam kehidupan di dunia, Baidawi mengatakan:

Allah membuat mujizat-mujizatnya alasannya yakni kecintaannya yang lebih, di mana merupakan gejala yang terang dan mujizat yang besar.  Bila mujizat-mujizat itu dipersatukan, tidak ada orang lain yang melaksanakannya.

Dalam pandangan Baidawi, maka kemegahan Isa dalam kehidupan di dunia tidak tertandingi oleh sesiapapun, kemegahannya di hari darul abadi pun sama tidak akan bisa tertandingi.

http://www.answering-islam.org/Bahasa/Isa/AlMasih_Sejarah.html

Thursday, December 6, 2018

Sejarah Perang Salib

SEJARAH PERANG SALIB

SAMPAI kurun ke-11 M, di bawah pemerintahan kaum Muslimin, Palestina merupakan daerah yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama. Kondisi ini tercipta semenjak masa Khalifah Umar bin Khattab (638 M) yang berhasil merebut daerah ini dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur). Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib tiba melaksanakan invasi.

Ceritanya bermula ketika orang-orang kekhalifahan Turki Utsmani merebut Anatolia (Asia Kecil, kini termasuk wilayah Turki) dari kekuasaan Alexius I. Petinggi kaum Kristen itu segera minta tolong kepada Paus Urbanus II, guna merebut kembali wilayah itu dari cengkeraman kaum yang mereka sebut “orang kafir”.


Paus Urbanus II segera menetapkan untuk mengadakan ekspedisi besar-besaran yang ambisius (27 November 1095). Tekad itu makin membara sesudah Paus mendapatkan laporan bahwa Khalifah Abdul Hakim-yang menguasai Palestina ketika itu-menaikkan pajak ziarah ke Palestina bagi orang-orang Kristen Eropa. “Ini perampokan! Oleh alasannya itu, tanah suci Palestina harus direbut kembali,” kata Paus.

Perang melawan kaum Muslimin diumumkan secara resmi pada tahun 1096 oleh Takhta Suci Roma. Paus juga mengirim surat ke semua raja di seluruh Eropa untuk ikut serta. Mereka dijanjikan kejayaan, kesejahteraan, emas, dan tanah di Palestina, serta nirwana bagi para ksatria yang mau berperang.

Paus juga meminta anggota Konsili Clermont di Prancis Selatan-terdiri atas para uskup, kepala biara, bangsawan, ksatria, dan rakyat sipil-untuk mengatakan bantuan. Paus menyerukan biar bangsa Eropa yang bertikai segera bersatu padu untuk mengambil alih tanah suci Palestina. Hadirin menjawab dengan antusias, “Deus Vult!” (Tuhan menghendakinya!)

Dari pertemuan terbuka itu ditetapkan juga bahwa mereka akan pergi perang dengan menggunakan salib di bahu dan baju. Dari sinilah bermula sebutan Perang Salib (Crusade). Paus sendiri menyatakan ekspedisi ini sebagai “Perang Demi Salib” untuk merebut tanah suci.


Mobilisasi massa Paus menghasilkan sekitar 100.000 serdadu siap tempur. Anak-anak muda, bangsawan, petani, kaya dan miskin memenuhi panggilan Paus. Peter The Hermit dan Walter memimpin kaum miskin dan petani. Namun mereka dihancurkan oleh Pasukan Turki suku Seljuk di medan pertempuran Anatolia ketika perjalanan menuju Baitul Maqdis (Yerusalem).

Tentara Salib yang utama berasal dari Prancis, Jerman, dan Normandia (Prancis Selatan). Mereka dikomandani oleh Godfrey dan Raymond (dari Prancis), Bohemond dan Tancred (keduanya orang Normandia), dan Robert Baldwin dari Flanders (Belgia). Pasukan ini berhasil menaklukkan kaum Muslimin di medan perang Antakiyah (Syria) pada tanggal 3 Juni 1098.

Sepanjang perjalanan menuju Palestina, Tentara Salib membantai orang-orang Islam. Tentara Jerman juga membunuhi orang-orang Yahudi. Rombongan besar ini risikonya hingga di Baitul Maqdis pada tahun 1099. Mereka eksklusif melancarkan pengepungan, dan tak lupa melaksanakan pembantaian. Sekitar lima ahad kemudian, tepatnya 15 Juli 1099, mereka berhasil merebut Baitul Maqdis dari tangan kaum Muslimin. Kota ini risikonya dijadikan ibukota Kerajaan Kristen yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah.

Sejarawan Inggris, Karen Armstrong, menggambarkan, pada tanggal 2 Oktober 1187, Shalahuddin Al Ayyubi dan tentaranya memasuki Baitul Maqdis sebagai penakluk yang berpegang teguh pada fatwa Islam yang mulia. Tidak ada dendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, menyerupai yang dianjurkan Al-Qur`an dalam surat An-Nahl ayat 127: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kau bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”

Permusuhan dilarang dan Shalahuddin menghentikan pembunuhan. Ini sesuai dengan firman dalam Al-Qur`an: “Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” (Al-Baqarah: 193)

Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah. Shalahuddin bahkan menangis tersedu-sedu alasannya keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Ia membebaskan banyak tawanan, meskipun menjadikan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah usang menderita. Saudara lelakinya, Al-Malik Al-Adil bin Ayyub, juga murung melihat penderitaan para tawanan sehingga ia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka dan membebaskannya ketika itu juga.


Beberapa pemimpin Muslim sempat tersinggung alasannya orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa harta benda, yang bahu-membahu sanggup dipakai untuk menebus semua tawanan. [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar menyerupai halnya tawanan lain, dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre (Libanon).

Shalahuddin meminta biar semua orang Nasrani Latin (Katolik) meninggalkan Baitul Maqdis. Sementara kalangan Nasrani Ortodoks–bukan bab dari Tentara Salib-tetap dibiarkan tinggal dan beribadah di daerah itu.

Kaum Salib segera mendatangkan bala dukungan dari Eropa. Datanglah pasukan besar di bawah komando Phillip Augustus dan Richard “Si Hati Singa”.

Pada tahun 1194, Richard yang digambarkan sebagai seorang hero dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak. Tragedi ini berlangsung di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah menentukan cara yang sama.

Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin secara sembunyi-sembunyi berusaha mendatanginya. Ia mengendap-endap ke tenda Richard. Begitu tiba, bukannya membunuh, malah dengan ilmu kedokteran yang andal Shalahudin mengobati Richard hingga risikonya sembuh.


Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin. Ia pun mengatakan tenang dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang ke Eropa. Mereka pun menandatangani perjanjian tenang (1197). Dalam perjanjian itu, Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal mereka tiba dengan tenang dan tidak membawa senjata. Selama delapan kurun berikutnya, Palestina berada di bawah kendali kaum Muslimin.
***
Perang Salib IV berlangsung tahun 1204. Bukan antara Islam dan Kristen, melainkan antara Takhta Suci Kristen Roma dengan Takhta Kristen Ortodoks Romawi Timur di Konstantinopel (sekarang Istambul, Turki).

Pada Perang Salib V berlangsung tahun 1218-1221. Orang-orang Kristen yang sudah bersatu berusaha menaklukkan Mesir yang merupakan pintu masuk ke Palestina. Tapi upaya ini gagal total.

Kaisar Jerman, Frederick II (1194-1250), mengobarkan Perang Salib VI, tapi tanpa pertempuran yang berarti. Ia lebih menentukan berdialog dengan Sultan Mesir, Malik Al-Kamil, yang juga keponakan Shalahuddin. Dicapailah Kesepakatan Jaffa. Isinya, Baitul Maqdis tetap dikuasai oleh Muslim, tapi Betlehem (kota kelahiran Nabi Isa ‘alaihis-salaam) dan Nazareth (kota tempat Nabi Isa dibesarkan) dikuasai orang Eropa-Kristen.


Dua Perang Salib terakhir (VII dan VIII) dikobarkan oleh Raja Prancis, Louis IX (1215-1270). Tahun 1248 Louis menyerbu Mesir tapi gagal dan ia menjadi tawanan. Prancis perlu menebus dengan emas yang sangat banyak untuk membebaskannya.

Tahun 1270 Louis mencoba membalas kekalahan itu dengan menyerang Tunisia. Namun pasukannya berhasil dikalahkan Sultan Dinasti Mamaluk, Bibars. Louis meninggal di medan perang.

Sampai di sini periode Perang Salib berakhir. Namun, beberapa sejarawan Katholik menganggap bahwa penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki (1453) juga sebagai Perang Salib. Penaklukan Islam oleh Ratu Spanyol, Isabella (1492), juga dianggap Perang Salib. 

sumber: globalkhilafah
 

sanggup dibaca disini

Wednesday, December 5, 2018

Misteri Kabupaten Sleman Jawa Tengah

Mengungkap sejarah merupakan perjalanan yang rumit dan melelahkan. Setidaknya pengalaman tersebut sanggup dipetik dari upaya Dati II Sleman untuk memilih hari jadinya. Setelah melalui penelitian, pembahasan, dan perdebatan bertahun-tahun, kesannya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Perda no.12 tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, metetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman. Di sini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman yakni hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini dibutuhkan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.


Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman mempunyai arti penting bagi masyarakat dan pemerintah kawasan untuk memantapkan jati diri, sebagai landasan yang menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi ini akan melengkapi identitas yang ketika ini dimiliki Kabupaten Sleman.

Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, tanggal 12 (dua belas) Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tesebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang mempunyai arti Rasa = 6, manunggal = 1, Hanggatra = 9, Negara = 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara berdasarkan perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Kabupaten Sleman yakni Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana = 6, Catur = 4, Salira = 8, Tunggal = 1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan banyak sekali bahan dari banyak sekali sumber isu dan fakta sejarah.

Adapun dasar-dasar pertimbangan yang dipakai adalah:
1.    Usia penamaan yang paling renta Mampu menumbuhkan perasaan besar hati dan mempunyai    keterkaitan batin yang besar lengan berkuasa terhadap masyarakat.
2.    Memiliki ciri khas yang bisa membawa efek nilai budaya .
3.    Bersifat Indonesia sentris, yang sanggup semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
4.    Mempunyai nilai historis yang tinggi, mengandung nilai dan bukti sejarah yang dapat  membangun semangat dan rasa kagum atas jasa dan pengorbanan nenek moyang kita.
5.    Merupakan peninggalan budaya Jawa yang murni, tidak terpengaruh oleh budaya  kolonial.

sumber

Tuesday, December 4, 2018

Sejarah Kartun Tom And Jerry (The History Of Tom And Jerry)

Tokoh kartun kucing dan tikus yang populer selalu bermusuhan. Dengan gaya kocak, tokoh kartun ini saling kejar, saling intip, saling mengakali, saling pukul, tapi enggak mati-mati. Di dalam film, masing-masing ingin saling tangkap dan membalas. Berbagai bentuk logika bulus pun mereka lakukan. Sebenarnya sih, jalan dongeng Film kartun ini tidak terlalu istimewa. Tapi, sebagai hiburan, cukup mengasyikkan. Ngomong-ngomong, tahukah sobat, siapa gerangan pencipta tokoh Tom & Jerry yang kocak itu?

Pada awal dari segala2nya, Tom & Jerry itu.... dari Frederick C. "Fred" Quimby (31 Juli 1886 - September 16, 1965). Sapakah itu?? ia ialah seorang produser kartun Amerika Serikat yang dikenal sebagai produser dari Tom and Jerry kartun, di mana ia memenangkan tujuh Academy Awards. Dia ialah produser yang bertanggung jawab atas kartun studio Metro-Goldwyn-Mayer, yang termasuk Tex Avery dan tim William Hanna dan Joseph Barbera, pencipta Tom dan Jerry.

Begini dongeng awalnya. Ketika melihat kucing menerkam tikus di dapurnya pada suatu hari, mendadak Hanna mendapat wangsit untuk menimbulkan permusuhan sebagai sesuatu yang lucu. Lantas, keduanya segera menciptakan naskah dan kartun Tom & Jerry pada 1932 bersama Studio Van Beuren. Saat itu, keduanya masih bekerja di majalah sebagai pembuat gambar kartun atau kartunis.


 Tokoh kartun kucing dan tikus yang  populer selalu bermusuhan Sejarah Kartun Tom and Jerry (The History of Tom and Jerry)
informasi : Quimby lahir di Minneapolis, dan memulai karirnya sebagai seorang jurnalis. Pada 1907, ia berhasil teater film di Missoula, Montana. Kemudian, ia bekerja di tahun.Hasil, naik menjadi anggota dewan direksi sebelum meninggalkan tahun 1921 untuk menjadi produsen independen. Ia disewa oleh Fox pada tahun 1924, dan kemudian MGM pada tahun 1927 untuk kepala departemen pendek fitur-fiturnya. Pada tahun 1937 ia ditugaskan untuk mengumpulkan departemen animasi nya

Pada tahun 1939, William Hanna dan Joseph Barbera disajikan ia dengan proyek mereka untuk menampilkan serangkaian kartun kucing dan tikus. Quimby disetujui, dan hasilnya ialah Puss Gets The Boot, yang dinominasikan untuk Academy Award. Sebagai produsen, Quimby menjadi akseptor berulang kali Academy Award untuk Film Pendek animasi untuk film Tom dan Jerry, dan namanya menjadi populer alasannya ialah menonjol dalam kredit kartun.

MGM (Metro Goldwyn Meyer) ialah rumah produksi pertama yang menciptakan film ini. Sayang, tahun 1957, divisi MGM tutup. Tak pelak lagi, nasib Tom & Jerry pun telantar. Padahal, penggemarnya sangat banyak. Tak hanya anak-anak, melainkan juga orang dewasa.

Harapan pun muncul kembali saat enam tahun kemudian, ada Chuck Jones, animator berbakat yang tertarik untuk menghidupkan kembali si kucing dan tikus yang kocak itu. Maka, MGM pun menciptakan lagi film Tom & Jerry. Sayangnya, lagi-lagi ini tak bertahan lama.

Namun kemudian, selang empat tahun, MGM berhenti memproduksi kartun. Mereka tidak melanjutkan kolaborasi dengan Jones.

Karena terlanjur cinta pada tokoh Tom & Jerry, tahun 1975, akibatnya Hanna dan Barbera berusaha keras menciptakan sendiri filmnya. Dengan susah payah, akibatnya mereka menciptakan serial televisi yang muncul setiap Sabtu pagi.

Sobat-sobat, hebatnya, perjuangan Hanna dan Barbera membuahkan hasil. Ya semenjak tahun 1975 itu, produksi mereka berkembang. Film Tom & Jerry pun menyebar ke seluruh dunia. Sekarang, kita dapat menyaksikannya lewat televisi, potongan VCD/DVD, juga dalam bentuk game-nya. Asyik kan? Tapi, hati -hati deh, permusuhannya siTom dan si Jerry itu.... jangan kalian tiru ya walaupun.... sangat lucu!

sumber

Monday, December 3, 2018

Sejarah Wali Songo Lengkap (Cerita Wali Songo)


Walisongo” berarti sembilan orang wali”
Mereka yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada ketika yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri yaitu keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad yaitu anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati yaitu sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

baca juga : Profil Mentari Komputer Buayan, Service Komputer Panggilan

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal kurun 15 sampai pertengahan kurun 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka yaitu para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan banyak sekali bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan sampai pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri yaitu dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus yaitu kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. Sedangkan Sunan Muria yaitu pendamping sejati kaum jelata.


 Mereka tidak hidup pada ketika yang persis bersamaan Sejarah Wali Songo Lengkap (Cerita Wali Songo)

Era Walisongo yaitu era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka yaitu simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, menciptakan “sembilan wali” ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.


Masing-masing tokoh tersebut mempunyai kiprah yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai “tabib” bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai “paus dari Timur” sampai Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan memakai nuansa yang sanggup dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.

1. Maulana Malik Ibrahim
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal kurun 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan pengecap Jawa terhadap As-Samarkandy, menjelma Asmarakandi

Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama populer di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak yaitu anak dari seorang ulama Persia, berjulukan Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, kini Kamboja, selama tiga belas tahun semenjak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka yaitu Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.

Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, kawasan yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, yaitu kawasan Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu yaitu berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara gres bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat berguru agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.n

2. Sunan Ampel
Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia usang bermukim. Di kawasan Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi pecahan dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)

Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke kawasan Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, berjulukan Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.

Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya yaitu Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.

Di Ampel Denta yang berawa-rawa, kawasan yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi pusat pendidikan yang sangat kuat di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya yaitu Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke banyak sekali pelosok Jawa dan Madura.

Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya menawarkan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman iman dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni undangan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak memakai narkotik, dan tidak berzina.”

info menarik : Antivirus Sederhana dari Notepad, Cara Aktivasi Windows 7 secara Permanen

Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

3. Sunan Giri
Ia mempunyai nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan berjulukan Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Ayahnya yaitu Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh lantaran itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana sampai ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di kawasan perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit yaitu “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri.

Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon lantaran khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari imbas Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan sampai 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kongkalikong VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke banyak sekali pulau, ibarat Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, sampai Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, yaitu murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Dalam keagamaan, ia dikenal lantaran pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak ibarat Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan pedoman Islam.

4. Sunan Bonang
Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya yaitu Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang wanita berjulukan Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke banyak sekali kawasan tandus di Jawa Tengah ibarat Sragen, Simo sampai Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun menjiplak pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang dominan masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus yaitu dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi sehabis mereka mendengar klarifikasi Sunan Kudus perihal surat Al Baqarah

yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang sepertinya mengadopsi dongeng 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah ibarat itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur ketika Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.


5. Sunan Kalijaga
Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya yaitu Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam

Nama kecil Sunan Kalijaga yaitu Raden Said. Ia juga mempunyai sejumlah nama panggilan ibarat Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat bermacam-macam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

Masyarakat Cirebon beropini bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan dekat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa simpulan kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid yaitu kreasi Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya contoh yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga menentukan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia beropini bahwa masyarakat akan menjauh jikalau diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jikalau Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan usang hilang.

Maka pedoman Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia memakai seni ukir, wayang, gamelan, serta seni bunyi suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Makara Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya yaitu Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede – Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

6. Sunan Gunung Jati
Banyak kisah tak masuk nalar yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya yaitu bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual ibarat Isra’ Mi’raj, kemudian bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan mendapatkan wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).

Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya yaitu Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya yaitu Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama semenjak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke banyak sekali negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.

Dengan demikian, Sunan Gunung Jati yaitu satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk membuatkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.

Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melaksanakan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di kawasan Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

7. Sunan Drajat
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M. Sunan Drajat menerima kiprah pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini berjulukan Desa Drajat, Paciran-Lamongan.

Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: pribadi dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya yaitu suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’.

Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara bawah umur yatim-piatu dan fakir miskin.

Info lebih lainnya :
Solusi Catrit Not Installed Corectly
Cek Kesehatan Hardisk dengan Mudah
Tips Merawat Batre Laptop

8. Sunan Kudus
Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung yaitu salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana sampai di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang.

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke banyak sekali kawasan tandus di Jawa Tengah ibarat Sragen, Simo sampai Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun menjiplak pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang dominan masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus yaitu dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi sehabis mereka mendengar klarifikasi Sunan Kudus perihal surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang sepertinya mengadopsi dongeng 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah ibarat itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur ketika Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

9. Sunan Muria
Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya yaitu Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di kawasan sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk membuatkan agama Islam.

Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut yaitu kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang bisa memecahkan banyak sekali problem betapapun rumitnya problem itu. Solusi pemecahannya pun selalu sanggup diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana sampai sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni yaitu lagu Sinom dan Kinanti.



Sunday, December 2, 2018

Asal Permintaan Penyembelihan Binatang Kurban

Kisah ini sumbernya ialah Al Qur'an, Surat Ash-Shaffat ayat 104-107.
Dikisahkan bahwa sesudah Nabi Ibrahim as berpindah dari negeri kaumnya, ia memohon kepada Allah SWT supaya dikarunia seorang anak yang saleh.

Doa Nabi Ibrahim as dikabulkan Allah SWT. Tak usang kemudian istrinya, Hajar melahirkan seorang bayi mungil tampan rupawan yang diberi nama Ismail.
Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim as berusia 86 tahun. Ismail inilah yang kemudian menggantikan tugas ayahnya untuk menyiarkan agama Allah.
Namun, Allah SWT tengah menguji kepasrahan dan kesabaran Nabi Ibrahim as.

Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi supaya menyembelih anaknya, Ismail. Sebanyak tiga kali mimpi, namun perintahnya juga sama, menyembelih anak kesayangannya itu. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa itu merupakan perintah Allah SWT yang harus dilaksanakan.
"Jika benar ini ialah perintah Allah, maka saya akan pasrah dan sabar," yakinnya dalam hati.

Wahyu dari Allah SWT.
Selanjutnya Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya itu kepada Ismail yang kala itu masih kecil. Ia ingin mendengar pertimbangan anaknya atas perintah itu.
"Wahai anakku, bahwasanya saya melihat dalam mimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?" tanya Nabi Ibrahim.

Di luar dugaaan, sang anak bisa berbicara dan mengamini perintah dalam mimpi ayahnya.
Ismail tidak merasa takut atau murka kepada ayah kandungnya alasannya ia yakin mimpi itu merupakan wahyu Allah SWT.
"Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar," kata Ismail.

Keputusan Ismail itu dipilih sendiri dan bukan alasannya paksaan seseorang. Kemudian Ismail tidak lupa meminta dukungan kepada Allah SWT supaya ia diberi kesabaran. Saat itu Ismail tidak mengandalkan kekuatan yang ada dalam dirinya, melainkan ia meminta kekuatan dari Allah SWT. Karena itu juga, Allah SWT mencatat nama Ismail sebagai golongan nabi-nabi yang sabar.

Nabi Ibrahim semakin mantap mengatakan kepasrahan dan kesabarannya menjadi hamba Allah SWT. Di satu sisi, ia bersyukur alasannya juga dikaruniai anak yang pasrah dan sabar.

Kemudian ayah dan anak itu pergi ke sebuah daerah yang tinggi. Di atas daerah itu Ismail membaringkan dan bersiap untuik disembelih oleh ayahnya. Namun, saat semuanya sudah siap, Allah SWT menurunkan wahyu.
Diganti Kambing Besar.
Karena membenarkan mimpi iotu, Allah SWT membalasnya dengan akhir yang setimpal. Allah SWT menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar.
Allah SWT berfirman,


وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Artinya:
"Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
Sesungguhnya kau telah membenarkan mimpi itu[1284] Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."
(QS. Ash-Shaaffat: 104-107).

Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
 Sesudah kasatmata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.

Para ulama setuju bahwa yang dimaksud dengan sembelihan besar ialah kambing atau domba.

Nabi Ibrahim as berhasil meraih predikat Khalilullah (kekasihAllah) dikarenakan telah bisa mengorbankan sesuatu yang dicintainya berupa anak, demi mencapai kecintaan kepada Allah SWT.
Peristiwa inilah yang selalu kita peringati setiap tahun dengan tawaran menyembelih binatang kurban pada hari Idul Adha.

Saturday, December 1, 2018

Sejarah Kabupaten Blitar Lengkap


Logo nyolong di Kuwarasanku.blogspot.com
Penentuan titi mangsa lahirnya Blitar sebagai sentra pemerintahan merupakan balasan atas duduk kasus hari pendirian Pemda yang kemudian menjadi Kabupaten Blitar. Dari membuatkan prasasti yang dipandang sebagai bukti autentik menyerupai terurai atas, tidak terdapat sebuahpun yang memuat nama Blitar sebagai nama tempat Pusat Pemerintahan. Suatu hal yang niscaya bahwa beberapa nama desa atau tempat yang disebutkan dalam prasasti-prasasti itu berada atau termasuk wilayah Kabupaten Blitar sekarang. Kenyataan itu menandakan bahwa (sebagian) kawasan Blitar semenjak sepuluh kala yang kemudian telah menjadi sentra kehidupan masyarakat yang penting. Berita agak niscaya mengenai pertumbuhan Blitar sebagai Pusat Pemerintahan mulai ada semenjak awal pemerintahan Raja-raja Majapahit. Sebagimana sanggup dibuktikan dalam sejarah Kerajaan Majapahit lahir sesudah Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Tartar Ku Bilai Khan pada Tahun 1293 M. (Pararaton : 33)

Majapahit sebagai negara gres berpusat di bersahabat Mojokerta. Di bawah pimpinan raden Wijaya sebagai Raja pertama, negara Majapahit tumbuh dengan pesat. Suatu hal yang menarik dalam kekerabatan sejarah kawasan Blitar dari masa itu ialah adanya peningalan bangunan suci yang terletak di Desa Kotes Kecamatan Gandusari.
Sejarah Kabupaten Blitar Jawa Timur Lengkap
Pada bangunan itu terdapat angka Tahun 1222 Saka dan 1223 Saka. Dengan demikian bangunan tersebut berasal dari tahun 1300 dan 1301 Masehi (Knebel : 1908 : hal. 355). Dengan perkataan lain, bangunan itu yakni sejaman dengan Pemerintah Raja Pertama Majapahit. Kenyataan di atas menandakan bahwa sejarah Blitar pada awal abab ke – XIV masih memperlihatkan wilayah yang penting. Apakah kekerabatan pendirian bagunan suci itu dengan sejarah kawasan ini ? Suatu petunjuk yang sanggup memperlihatkan keterangan wacana hal itu antara lain terdapat sejumlah Prasatti dari masa kala ke – XII Masehi di kawasan sepanjang lembah Gunung Kawi sebelah Barat. Ini memperlihatkan bahwa kawasan ini masih sanggup dibuktikan hingga kini dengan adannya beberapa perkebunan. Faktor alamiah yang menguntungkan ini menimbulkan adannya kehidupan masyarakat yang makmur. Kemakmuran itu mendorong pertumbuhan penduduk yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak terdapat catatan wacana jumlah penduduk di kawasan belahan Timur ini, namun sanggup diperkirakan bahwa dengan adanya men-power maka kawasan ini menjadi penting. Tersedianya tenaga insan yang cukup besar, merupakan salah satu jaminan pergerakan pasukan secara gampang untuk suatu tujuan pertahanan maupun serangan.

Seperti halnya dalam prasati Tuhanyaru yang menyebutkan adanya anugrah tanah kepada sejumlah pejabat kerajaan berhubung yang bersangkutan telah berjasa kepada raja, maka prasasti Blitar pun memuat peryataan yang sama. Dapat diketahui bahwa kekerabatan antara raja Jayanegara dengan kawasan Blitar memiliki sifat yang istimewa. Hubungan yang istimewa itu diperlihatkan pada penempatan sejumlah ha yang diberikan kepada para pejabat, bekerjasama dengan kesetiyaan desa Blitar kepada raja.

Dalam kekerabatan ini insiden apakah yang terjadi sehingga raja berkenan untuk memperlihatkan anugrah kepada penduduk desa Blitar.

Seperti diketahui Raja Jayanegara menjadi raja majapahit yang kedua, mengantikan ayahnya Kerjarajasa Jayawardhana yang meninggal pada tahun 1309 M. Tentang Pemerintahannya ini ada dua sumber yang memperlihatkan keterangan agak berbeda. Kedua sumber tadi yakni Negarakertagama, yang ditulis oleh Prapanca dan Pararaton yang tidak dicantumkan nama penulisnya. Secara singkat sekali Negarakertagama menceritakan wacana masa Pemerintahannya yang berlangsung antara tahun 1309-1328 Masehi.

Didalam Pupuh XLVII Prapanca melukiskan yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut:
Beliau meninggalkan Jayanegara sebagai raja Wilatikta dan keturunan adiknya rajapadhi utama yang tiada bandingya, Dua puteri amat cantik, bagai Ratih kembar mengalahkan Bidadari yang sulung rani di Jiwana, sedangkan yang bungsu jadirani di Daha.

Tersebut pada Tahun Saka : Muti-guna-memaksa rupa bulan-madu, Baginda Jayanegara berangkat menyirnakan musuh ke Lumajang, Katanya Pajarakan dirusak, Nambi sekeluarga dibinasakan, Giris miris segenap jagad melihat kepiawaian Sri Baginda.

    Tahun Saka : bulatan memanah suryah ia pulang, Segera dimakamkan didalam pura, berlambang arca Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnu-lambang-tara-inda. Di Sukalila arca Buda permai sebagai Amoga sidi-menjilma (Slamet Mulyana, 1953 : 42).

Dari puppuh tersebut diatas, maka sanggup diketahui bahwa sesama Pemerintahan Jayanegara menghancurkan pemberontakan Nambi. Semua pemberontakan itu sanggup di padamkan.

Suatu pemberontakan pecah lagi pada Tahun 1316 dan 1317 dibawah pimpinan Kuti dan Seni. Pemberontakan itu menimbulkan raja jayanegara menghindarkan diri ke Desa Bedander dengan pengawasan pasukan Bhayangkara dibawah pimpinan Gajah mada. Berkat siasat Gajah Mada, Jayanegara berhasil naik tahta. Kuti dan Seni berhasil dibinasakan. (Pararaton : 80-83). Kedua pemberitaan ini memberi petunjuk bahwa sesama bawahan semasa Pemerintahan Jayanegara telah terjadi pemberontakan, tetapi berhasil dipadamkan. Kenyataan diatas menandakan bahwa Jayanegara menghadapi masa yang sulit pada tahun pertama Pemerintahannya. Kenyataan ini yang sanggup memperlihatkan keterangan , apa sebabnya jayanegara mengeluarkan prasastinya tersebut diatas. Tidak sanggup diragukan lagi, bahwa penetapan prasasti di Blitar ini merupakan perestiwa penting sesudah Jayanegara ini merupakan titik pelantikan berdirinya swastanca Blitar dalam naungan kekuasaan Majapahit dibawah Pemerintahan Jayanegara. Dan insiden yang penting itu, sesuai dengan unsur penanggalan dalam prasasti, terjadi pada hari Minggu Pahing bulan Srawana tahun Saka 1246, yang bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1324 M. Untuk masa-masa selanjutnya Blitar disebutkan dalam kitab Negarakertagama dalam hubungannya dengan perlawanan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah Jawa Timur. Beberapa puluh tahun yang menciptakan hal pemerintah hal itu sepanjang menyangkut Blitar serta tempat-tempat lain di kawasan sekitarnya tertulis pupuh-pupuh.

Dari uraian tersebut sanggup disimpulkan, bahwa:

    Tampilan Wilayah yang kini menjadi kawasan Kabupaten Blitar, yang paling renta tercatat dalam prasasti Kinewu dipahatkan pada belakang arca Ganesa dari abab X. Prasasti itu memperlihatkan petunjuk bahwa wilayah Kabupaten Blitar, merupakan belahan dari kerajaan Balitung yang berpusat di Jawa Tengah.
    Ketika sentra Pemerintah pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar kala ke-X, sejarah kawasan Kabupaten Blitar sanggup diketahui menurut prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja dinasti Isana. Selama Pemerintahan raja-raja ini berlangsung diantarannya awal kala ke-X hingga dengan simpulan kala ke-XII, beberapa tempat yang kini termasuk Wilyah Kabupaten Blitar disebut dalam prasasti-prasasti Pandelegan I 1117, Panumbangan I 1120, Geneng I 1128, Talang 1136, Japun 1144, Pandelegan II 1159, Mleri 1169, Jaring 1181, Semanding 1182, Palah 1197, Subhasita 1198, Mleri I 1198 dan Tuliskriyo 1202.

    Ketika kerajaan Singasari berkembang ada beberapa prasasti yang bekerjasama dengan kawasan Kabupaten Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikeluarkan pada masa Pemerintahan Raja Kartanegara (1268-1292) yang dikenal dengan prasasti Petung Ombo 1260 M. beberapa peningalan purbakala yang berasal dari zaman Singasari seperti: patung Ganesa dari Boro dan Candi Sawentar menandakan bahwa semasa Pemerintahan raja-raja Singasari, kawasan Kabupaten Blitar telah memegang peranan yang penting.

    Pada zaman majapahit kedudukan kawasan Kabupaten Blitar menjadi sangat penting. Hal itu terbukti dengan adanya candi Kotes yang didirikan pada masa Pemerintahan Pendiri Kerajaan Majapahit yaitu Nararya Wijaya atau Kerta Rajasa Jayawardana (1294-1309). Candi makam raja itu terletak di desa Sumberjati dukuh Simping Kecamatan Suruhwadang.

    Saat yang sangat penting bagi pertumbuhan sejarah Kabupaten Blitar remaja ini terdapat pada masa Pemerintahan Raja Jayanegara (1309-1328). Salah satu prasastinya ditemukan di desa Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikenal dengan prasasti Blitar I yang bertarikah “Swasti sakawarsatita 1246 Srawanamasa tithi pancadasi Suklapaksa wu para wara ….” atau 5 Agustus 1324 Masehi. Prasasti ini memuat ketika berdirinya Blitar sebagai kawasan Swatantra.

    Masa-masa pemerintahan Raja-raja Majapahit kemudian, nama Blitar berkali-kali disebutkan dalam kitab nagarakertagama yang ditulis moleh Pujangga : Prapanca. Naskah ini selesai ditulis bertepatan dengan 1 Oktober 1363 M. blitar dan tempat-tempat lain telah dikunjungi oleh raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada dalam rangka perjalanan Raja Hayam Wuruk ke Wilayah Jawa Timur yang dimulai pada Tahun 1357 M.

    Beberapa peningalan yang berupa candi menandakan bahwa sepanjang kala XIV hingga simpulan kala XV kedudukan Blitar semakin penting. Hal ini terbukti dari adanya candi Penataran yang merupakan candi negara sebagian besar berasal dari masa Pemerintahan Jayanegara hingga Wikramawardhana (1389-1429). Peninggalan dari raja terakhir ini kini terdapat di lereng Gunung Kelud yang kini dikenal dengan nama Candi Gambar Wetan (1429M).

Maka menurut uraian diatas diambil keputusan bahwa HARI LAHIR KABUPATEN BLITAR ialah 5 AGUSTUS 1324


Sejarah Kabupaten dan Kota lainnya sanggup dibaca disini