Wednesday, December 5, 2018

Misteri Kabupaten Sleman Jawa Tengah

Mengungkap sejarah merupakan perjalanan yang rumit dan melelahkan. Setidaknya pengalaman tersebut sanggup dipetik dari upaya Dati II Sleman untuk memilih hari jadinya. Setelah melalui penelitian, pembahasan, dan perdebatan bertahun-tahun, kesannya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Perda no.12 tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, metetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman. Di sini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman yakni hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini dibutuhkan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.


Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman mempunyai arti penting bagi masyarakat dan pemerintah kawasan untuk memantapkan jati diri, sebagai landasan yang menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi ini akan melengkapi identitas yang ketika ini dimiliki Kabupaten Sleman.

Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, tanggal 12 (dua belas) Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tesebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang mempunyai arti Rasa = 6, manunggal = 1, Hanggatra = 9, Negara = 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara berdasarkan perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Kabupaten Sleman yakni Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana = 6, Catur = 4, Salira = 8, Tunggal = 1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan banyak sekali bahan dari banyak sekali sumber isu dan fakta sejarah.

Adapun dasar-dasar pertimbangan yang dipakai adalah:
1.    Usia penamaan yang paling renta Mampu menumbuhkan perasaan besar hati dan mempunyai    keterkaitan batin yang besar lengan berkuasa terhadap masyarakat.
2.    Memiliki ciri khas yang bisa membawa efek nilai budaya .
3.    Bersifat Indonesia sentris, yang sanggup semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
4.    Mempunyai nilai historis yang tinggi, mengandung nilai dan bukti sejarah yang dapat  membangun semangat dan rasa kagum atas jasa dan pengorbanan nenek moyang kita.
5.    Merupakan peninggalan budaya Jawa yang murni, tidak terpengaruh oleh budaya  kolonial.

sumber

No comments:

Post a Comment