Saturday, December 22, 2018

Sejarah Kota Surabaya Lengkap

 ibarat yang tercantum dalam prasasti Trowulan I Sejarah Kota Surabaya LengkapBukti sejarah menawarkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, ibarat yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti itu terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyebrangan penting sepanjang sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasasra Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca ihwal perjalanan pesiar Baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).

Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) & 1365 (Negara Kertagama), para jago menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman gres bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.  Hipotesis yang lain menyampaikan bahwa Surabaya dulu berjulukan Ujung Galuh.

Versi lain menyampaikan bahwa Surabaya berasal dari dongeng ihwal perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon sehabis mengalahkan tentara Tar Tar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin tempat itu. Lama-lama sebab menguasai ilmu buaya, Jayengrono makin besar lengan berkuasa dan sanggup bangkit diatas kaki sendiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas erat Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, sebab keduanya meninggal kehabisan tenaga. Kata "Surabaya" juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang usaha antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menjadikan dugaan bahwa nama Surabaya muncul sehabis terjadinya peperangan antara ikan Sura dan Buaya (Baya).

Supaya tidak menjadikan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 ihwal penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut memutuskan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas akad sekelompok sejarawan yang dibuat oleh pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata "sura ing bhaya" yang berarti "keberanian menghadapi bahaya" diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.

Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan sura dan buaya terdapat berbagai cerita. Salah satu yang populer ihwal pertarungan ikan sura dan buaya diceritakan oleh LCR. Breeman, seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.
 

Cerita Sejarah Kota Surabaya kental dengan nilai kepahlawanan. Sejak awal berdirinya, kota ini mempunyai sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang lalu secara harfiah diartikan sebagai berani menghadapi ancaman yang datang. Nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam kejadian pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293. Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut sampai tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya sampai ketika ini, adalah 31 Mei.

Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang mempunyai persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini lalu diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Sehingga menciptakan Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.

Sejarah Surabaya juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Secara geografis Surabaya memang diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang dipesisir utara Pulau Jawa membuatnya bermetamorfosis sebuah pelabuhan penting di zaman Majapahit pada periode ke - 14.

Berlanjut pada masa kolonial, letak geografisnya yang sangat strategis menciptakan pemerintah Kolonial Belanda pada periode ke - 19, memposisikannya sebagai pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting centers dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi perkebunan di ujung Timur Pulau Jawa, yang ada di tempat pedalaman untuk diekspor ke Eropa.


Download Kumpulan Misteri tanah jawa disini

No comments:

Post a Comment